Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

OTT Bupati Pemalang, KPK Tangkap 21 Orang dari 3 Lokasi

James Brown - beritaterbaik.com 3 mins read 11 views

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjadi operasi ke-18 sepanjang tahun 2026. Dalam operasi kali ini, KPK

OTT Bupati Pemalang, KPK Tangkap 21 Orang dari 3 Lokasi

KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan Besar-besaran di Pemalang

Beritaterbaik.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjadi operasi ke-18 sepanjang tahun 2026. Dalam operasi kali ini, KPK berhasil mengamankan 21 orang dari tiga lokasi berbeda. Operasi ini menandai salah satu aksi besar KPK dengan fokus pada lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang. OtT Bupati Pemalang KPK Tangkap 21 orang menjadi sorotan media nasional karena melibatkan pejabat tinggi daerah.

Detail Penangkapan di Tiga Titik Berbeda

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan penjelasan rinci mengenai distribusi para tersangka. Sebanyak 15 orang diamankan langsung di wilayah Pemalang, lima orang di Jakarta, dan satu orang di Purworejo. Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Budi di Gedung Merah Putih KPK pada hari Rabu, 29 Juli 2026. Jumlah tersangka yang cukup besar menunjukkan kompleksitas kasus yang sedang diselidiki.

Salah satu orang yang diamankan di Jakarta adalah Bupati Pemalang, kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Budi menambahkan bahwa dari total 21 tersangka, 12 orang akan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut di kantor KPK. Lima di antaranya adalah mereka yang ditangkap di Jakarta. Sementara itu, tujuh orang lainnya—enam dari Pemalang dan satu dari Purworejo—diperkirakan tiba di gedung KPK pada siang hingga sore hari untuk diperiksa. Proses pemeriksaan intensif akan dilakukan untuk mengungkap seluruh rangkaian kasus.

Dari 12 orang tersebut, lima di antaranya yang diamankan di Jakarta, saat ini sudah dilakukan pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK. Bupati tadi malam sudah tiba di gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif, katanya.

Untuk tujuh orang lainnya, enam dari Pemalang dan satu dari Purworejo, kemungkinan siang ini sampai dengan sore, gitu ya, akan tiba di gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sambung Budi.

Prosedur Hukum dan Konteks Operasi 2026

Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK diberikan waktu 24 jam untuk menetapkan status hukum Anom Widiyantoro. Operasi kali ini menandai OTT ke-18 yang dilakukan KPK sejak awal tahun 2026. Rangkaian operasi tahun ini menunjukkan komitmen KPK dalam memberantas korupsi di berbagai tingkat pemerintahan daerah.

Rangkaian OTT tahun ini dimulai pada 9-10 Januari dengan penangkapan delapan orang terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara periode 2021-2026. Bulan yang sama juga mencatat penangkapan Wali Kota Madiun, Maidi, dalam OTT kedua, serta Bupati Pati, Sudewo, dalam OTT ketiga. Setiap operasi membawa dampak signifikan terhadap transparansi pemerintahan daerah.

Di bulan Februari, KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin dan mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Rizal, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat. Pada OTT keenam, KPK mengamankan Ketua Pengadilan Negeri Depok, I Wayan Eka Mariarta, beserta Wakil Ketuanya, Bambang Setyawan. Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa korupsi tidak mengenal batas sektor pemerintahan.

Selama bulan Maret yang bertepatan dengan Ramadhan, tiga bupati berhasil ditangkap dalam operasi terpisah. Mereka adalah Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq; Bupati Rejang Lebong, Muhammad Fikri Thobari; dan Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Penangkapan berturut-turut ini memperkuat sinyal bahwa KPK tidak akan ragu menindak pejabat manapun yang terbukti bersalah.

April 2026 mencatat OTT ke-10 dengan penangkapan Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo. Mei 2026 tidak mencatat adanya OTT baru. Namun, pada Juni, KPK kembali aktif dengan OTT ke-12 yang menangkap Bupati Muara Enim, Edison, serta OTT ke-13 yang melibatkan ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI. Selain itu, OTT ke-14 berhasil membuat Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, menyerahkan diri. Juli 2026 telah mencatat tiga OTT. OTT ke-15 menangkap Bupati Langkat, Syah Afandin alias Ondim. OTT ke-16 mengamankan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. Terakhir, OTT ke-17 menangkap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, sebelum operasi terbaru hari ini. OtT Bupati Pemalang KPK Tangkap 21 orang menjadi operasi terbesar di bulan Juli ini.

Gabung diskusi