Top 3 Berita: Politikus PDIP Soroti Dampak Pelemahan Rupiah, Prabowo Tekankan Penguatan Pertahanan Nasional
New Policy – Liputan6.com, Jakarta – Senin 18 Mei 2026, berita terhangat di kanal News Liputan6.com mencakup tiga isu utama yang menarik perhatian publik. Pertama, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Komarudin Watubun memberi peringatan terkait akibat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Menurutnya, perubahan ini secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat pedesaan. Kedua, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peningkatan kemampuan pertahanan nasional untuk menjaga stabilitas politik dan kedaulatan Indonesia dalam era geopolitik yang dinamis. Ketiga, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengungkap alasan khusus yang membuat Prabowo mempertahankan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri hingga kini.
Komarudin Watubun: Rupiah Lemah Menyebabkan Kenaikan Harga di Wilayah Pedesaan
Sebagai anggota Komisi II DPR, Komarudin Watubun menyoroti dampak pelemahan rupiah terhadap kehidupan sehari-hari warga desa. Ia menjelaskan bahwa nilai tukar rupiah yang turun berpotensi meningkatkan harga barang, terutama yang diimpor dari luar negeri. “Masalah ini adalah dasar, orang kampung pun pasti mengerti,” katanya. Ia mencontohkan bahwa bahan-bahan seperti bahan bakar minyak (BBM), pupuk, dan elektronik, yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, bisa lebih mahal akibat pelemahan rupiah. Komarudin juga menyebutkan bahwa fenomena ini tidak hanya memengaruhi kebutuhan pokok, tetapi juga berdampak pada kehidupan ekonomi desa yang kini aktif dalam transaksi impor dan ekspor.
“Jadi, saya pikir tidak tepat karena itu sangat mempengaruhi sektor-sektor lain. Kalau harga BBM naik, semua harga barang pasti akan naik. Sekarang pesawat-pesawat juga sudah banyak mengurangi penerbangan,” tegas Komarudin.
Prabowo Subianto: Alutsista Baru untuk TNI Angkatan Udara Sebagai Langkah Strategis
Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pentingnya penguatan pertahanan nasional sebagai upaya menjaga stabilitas dan kedaulatan Indonesia. Hal ini disampaikannya setelah menerima secara resmi penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis untuk TNI Angkatan Udara di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Indonesia mendapat enam pesawat tempur Dassault Rafale, empat pesawat angkut VIP Dassault Falcon 8X, satu pesawat angkut Airbus A400M Atlas, serta sistem rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer. “Saudara-saudara sekalian, tadi baru saja kita menerima secara resmi penambahan alutsista untuk angkatan udara,” ujar Prabowo seperti dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa kesiapan pertahanan nasional adalah kunci utama dalam menghadapi situasi geopolitik global yang semakin tidak pasti. Ia mengatakan bahwa kekuatan militer Indonesia harus selalu ditingkatkan untuk memastikan keamanan dan kemampuan bertahan menghadapi ancaman eksternal. Menurutnya, pengadaan alutsista baru ini tidak hanya meningkatkan kemampuan tempur TNI Angkatan Udara, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan negara di tengah persaingan global yang ketat.
Ahmad Sahroni: Listyo Sigit Prabowo Masih Efektif Jaga Kestabilan Keamanan
Pidato Prabowo menjadi salah satu dari tiga berita terpopuler hari itu, dengan penjelasan lengkap dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. Ia menyebut bahwa keputusan Prabowo untuk mempertahankan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri didasari pertimbangan khusus. Sahroni menegaskan bahwa selama proses pemilihan presiden hingga pemerintahan saat ini, Kapolri Listyo Sigit berhasil menjaga stabilitas keamanan. “Kinerja Polri di bawah pimpinan beliau dinilai mampu menciptakan rasa aman dan kondusif di tengah dinamika politik nasional,” jelas Sahroni.
“Sekarang misalnya, Pak Listyo Sigit Prabowo menjadi tumpuan dalam mengatasi berbagai konflik yang muncul, baik dari dalam maupun luar negeri. Beliau juga terbukti efektif dalam menangani gangguan keamanan selama periode transisi pemerintahan,” tambah Sahroni.
Dalam analisisnya, Sahroni menekankan bahwa keberlanjutan kebijakan keamanan tidak hanya bergantung pada faktor luar, tetapi juga pada kemampuan internal institusi seperti Polri. Ia mengatakan bahwa konsistensi Listyo Sigit dalam menjaga ketertiban memperkuat kepercayaan publik terhadap efektivitas lembaga tersebut. Selain itu, peran Polri dalam mengamankan perbatasan dan wilayah strategis juga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan.
Berikut adalah penjelasan lebih rinci mengenai ketiga berita terpopuler pada Senin 18 Mei 2026. Pertama, Komarudin Watubun memberi peringatan bahwa pelemahan rupiah bisa mengganggu daya beli masyarakat desa. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan dasar seperti BBM, yang diimpor menggunakan dolar AS, menjadi salah satu indikator utama pelemahan mata uang lokal. Kenaikan harga BBM diprediksi menyebabkan peningkatan biaya logistik dan tarif transportasi, yang secara langsung memengaruhi pengeluaran warga. “Pemimpin desa kini tidak lagi kaget dengan teknologi, jadi mereka bisa memahami betapa seriusnya dampak inflasi,” ujarnya.
Kedua, Prabowo Subianto memberikan penjelasan mengenai alutsista baru yang diimpor untuk TNI Angkatan Udara. Pesawat tempur Rafale, angkut VIP Falcon 8X, dan angkut Atlas diharapkan meningkatkan kapasitas pertahanan di udara, terutama dalam situasi darurat atau konflik. “Sistem rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer juga menjadi alat pendukung untuk operasi militer modern,” tambah Prabowo. Ia menegaskan bahwa pengadaan ini bukan sekadar kebutuhan teknis, tetapi juga simbol kekuatan Indonesia dalam konteks global.
Ketiga, Sahroni menyoroti kinerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Ia menyebut bahwa polri saat ini memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menjaga ketertiban, terutama setelah reformasi di sektor keamanan. “Kepemimpinan beliau juga membantu mencegah terjadinya gejolak sosial yang bisa merusak stabilitas pemerintahan,” ujar Sahroni. Ia menambahkan bahwa ada beberapa faktor yang membuat Prabowo tetap mempercayai Listyo Sigit, termasuk kemampuan beliau dalam mengelola dinamika politik dan mengurangi dampak dari kegugupan masyarakat.
Secara keseluruhan, tiga berita ini menggambarkan dua aspek utama kebijakan pemerintahan: pertama, upaya menjaga daya beli rakyat dengan mengontrol inflasi dan pelemahan rupiah, serta kedua, penguatan kemampuan pertahanan nasional untuk memastikan keamanan dan stabilitas. Komarudin Watubun menekankan bahwa dampak pelemahan rupiah bisa dirasakan di semua lapisan masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Sementara Prabowo Subianto memperkuat argumen bahwa pertahanan nasional adalah fondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara. Sahroni, di sisi
