Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Visit Agenda: Dekranas Sebut Pewarna Alami Tingkatkan Nilai Jual Tenun TTU

Barbara Miller 3 mins read 13 views

Visit Agenda: Dewan Kerajinan Nasional Dorong Penggunaan Pewarna Alami untuk Meningkatkan Daya Saing Tenun TTU Visit Agenda – Liputan6.com, Jakarta – Pada

Visit Agenda: Dekranas Sebut Pewarna Alami Tingkatkan Nilai Jual Tenun TTU

Visit Agenda: Dewan Kerajinan Nasional Dorong Penggunaan Pewarna Alami untuk Meningkatkan Daya Saing Tenun TTU

Visit Agenda – Liputan6.com, Jakarta – Pada acara pelatihan yang digelar di Gedung Dekranasda TTU, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (25/6/2026), Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian memberikan pesan penting kepada para pengrajin tenun lokal. Ia menekankan bahwa penggunaan bahan pewarna alami menjadi kunci untuk meningkatkan nilai jual produk tenun TTU dan memperkuat eksistensi industri kerajinan tradisional di pasar internasional. Dalam Visit Agenda ini, Tri juga menyampaikan harapan agar inisiatif tersebut menjadi momentum perluasan akses pasar bagi tenun TTU, yang telah lama diakui sebagai warisan budaya tak benda.

Pelatihan dan Dukungan dari Pemerintah Daerah serta Bank Indonesia

Acara pelatihan yang berlangsung di Gedung Dekranasda TTU ini merupakan bagian dari upaya Dekranas bersama Pokja II TP PKK Pusat dalam memperkuat kompetensi para pengrajin dan mengembangkan potensi kerajinan khas daerah. Visit Agenda ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran teknik pewarnaan alami, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun kemitraan antar pelaku usaha dan pihak-pihak terkait. Tri menegaskan bahwa tenun TTU bukan hanya produk seni, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi yang perlu dipertahankan dan dikembangkan. “Dengan kreativitas serta inovasi, tenun TTU dapat menembus pasar lebih luas, termasuk internasional,” imbuhnya.

Adapun kegiatan pelatihan kali ini menekankan pada praktik langsung penggunaan bahan-bahan alami seperti daun, buah, atau tanah liat sebagai bahan pewarna. Teknik ini diperkenalkan untuk menjaga keaslian produk tenun, sekaligus menyesuaikan dengan permintaan pasar yang semakin peduli pada lingkungan. Tri mengapresiasi partisipasi para pengrajin yang terus berupaya meningkatkan kualitas produksi sambil tetap mempertahankan ciri khas tradisional tenun TTU. “Visit Agenda ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mereka tentang pewarnaan alami dan mendorong pengembangan kerajinan yang ramah ekosistem,” lanjutnya.

Tren Pewarna Alami dalam Industri Kerajinan

Pewarna alami, menurut Tri Tito Karnavian, menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan daya saing tenun TTU di tengah persaingan industri tekstil modern. “Dengan metode ini, kita tidak hanya menjaga keberlanjutan lingkungan, tetapi juga meningkatkan daya tarik produk untuk konsumen yang peduli pada aspek ekologi,” terangnya. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyebutkan bahwa penggunaan pewarna alami bisa menjadi nilai tambah yang menarik bagi pembeli di luar negeri, yang semakin mengutamakan produk yang ramah lingkungan. Visit Agenda ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengakselerasi keberlanjutan industri tenun TTU.

Para peserta pelatihan, yang terdiri dari perajin tenun dan pengelola kerajinan lokal, dibekali pengetahuan teknis tentang proses pewarnaan alami serta penerapannya dalam pembuatan kain tenun. Tri menekankan bahwa proses ini tidak hanya memperkuat nilai seni produk, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem dengan mengurangi penggunaan bahan kimia yang berdampak negatif pada lingkungan. “Visit Agenda ini juga bertujuan untuk menginspirasi pengrajin lain agar tetap berinovasi sambil mempertahankan identitas budaya lokal,” ujarnya.

Sebagai bagian dari pelatihan, para pengrajin mendapatkan bantuan berupa peralatan pendukung dan benang bahan baku. Bantuan ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dekranas, serta Bank Indonesia. Dalam acara tersebut, hadir pula Ketua Dekranasda NTT yang juga Ketua TP PKK NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, serta Ketua Dekranasda TTU yang juga Ketua TP PKK Kabupaten TTU, Andina Winantuningtyas. Wakil Bupati TTU Kamillus Elu dan jajaran TP PKK Pusat juga turut hadir untuk memberikan dukungan dan pengawasan terhadap program ini.

Tri Tito Karnavian berharap, hasil pelatihan ini tidak hanya menjadi pembelajaran tetapi juga mendorong penerapan langsung di lapangan. Ia menargetkan bahwa produk tenun yang menggunakan bahan pewarna alami akan dipromosikan dalam berbagai ajang pameran, termasuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dekranas yang akan diadakan di Makassar. “Visit Agenda ini adalah langkah awal menuju penguatan ekonomi lokal melalui produk tenun yang memiliki nilai jual tinggi,” pungkasnya. Dengan pendekatan ini, Tri yakin tenun TTU bisa menjadi bagian dari kebijakan industri kerajinan nasional yang lebih berkelanjutan.

Dalam upaya memperluas pasar tenun TTU, Dekranas menekankan pentingnya kolaborasi antar pelaku usaha dan pemerintah daerah. Pelatihan tentang teknik pewarnaan alami dan pencelupan benang ini diharapkan menjadi salah satu bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga keberlanjutan budaya dan ekonomi daerah. Dengan visit agenda yang dirancang secara terstruktur, Dekranas ingin memastikan bahwa tenun TTU tidak hanya terjaga kualitasnya tetapi juga menjangkau konsumen di berbagai wilayah, termasuk pasar ekspor.

Gabung diskusi