Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Topics Covered: JPU Soroti Bahaya Organisasi Bayangan Nadiem: Dirjen Tak Dilibatkan, Orang Luar Ambil Peran
News

Topics Covered: JPU Soroti Bahaya Organisasi Bayangan Nadiem: Dirjen Tak Dilibatkan, Orang Luar Ambil Peran

Joseph Thomas Reporter Jumat, 15 Mei 2026 pukul 20:33 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
5679f6a5-02cc-4d71-896e-403f882dedc5-0

Table of Contents

Toggle
  • JPU Soroti Organisasi Bayangan dalam Proyek Chromebook Kemendikbudristek
    • Indikasi Pemegang Kekuasaan yang Tidak Transparan
    • Keterlibatan Orang Luar dalam Pengambilan Keputusan
    • Struktur Organisasi dan Proses Pengambilan Keputusan
    • Kesimpulan dan Implikasi Topics Covered

JPU Soroti Organisasi Bayangan dalam Proyek Chromebook Kemendikbudristek

Topics Covered – Liputan6.com, Jakarta – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Agung menyoroti adanya indikasi organisasi bayangan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Nadiem Makarim, mantan menteri, menjadi salah satu tersangka utama dalam perkara ini. Roy Riady, JPU, menyatakan bahwa keberadaan struktur organisasi ini berisiko mengganggu proses pengambilan keputusan secara resmi. “Pemerintahan bayangan ini memperlihatkan ketidakjelasan dalam pengelolaan proyek,” katanya.

Indikasi Pemegang Kekuasaan yang Tidak Transparan

Menurut Roy, proses pengadaan Chromebook tidak mengikuti mekanisme birokrasi standar. Bukti yang disajikan menunjukkan adanya instruksi langsung dari Nadiem Makarim sebelumnya. “Ini sangat berbahaya karena ada keputusan strategis yang diambil oleh pihak luar tanpa melibatkan pejabat struktural,” terang Roy. Ia menambahkan bahwa keputusan tersebut diambil secara tidak terdokumentasi secara lengkap, sehingga menimbulkan kesan seperti diktator.

“Dua keterangan saksi dan bukti dokumen menunjukkan bahwa kebijakan Chromebook telah ditentukan sebelumnya. Ini bukan sekadar keputusan sementara, tapi kebijakan yang sudah direncanakan,” jelas Roy. Dalam persidangan, ia juga menyoroti kesenjangan dalam penerapan asas pemerintahan yang baik, terutama dalam hal akuntabilitas dan transparansi.

Keterlibatan Orang Luar dalam Pengambilan Keputusan

Salah satu fokus Topics Covered dalam kasus ini adalah peran orang luar dalam pengambilan keputusan. Roy menegaskan bahwa ada kelompok tertentu yang secara aktif berpartisipasi dalam proyek tersebut, seperti Ibrahim Arief, Jurist Tan, dan Fiona Handayani. “Mereka berperan sebagai pengambil kebijakan, meskipun tidak diberi wewenang secara resmi,” ujarnya. Hal ini menjadi salah satu kekhawatiran JPU terhadap keterbukaan struktur pengambilan keputusan.

“Yang dilibatkan siapa? Ibrahim Arief, Jurist Tan, Fiona Handayani. Mereka sudah terungkap dalam bukti elektronik yang tidak bisa dibantah,” lanjut Roy. Menurutnya, pihak-pihak ini kemungkinan besar memiliki hubungan yang lebih kuat dengan Nadiem Makarim, yang menjadi pusat perhatian dalam Topics Covered ini.

Roy juga mengkritik kebijakan yang memperkenalkan orang luar sebagai pelaku utama dalam proyek Chromebook. Ia menegaskan bahwa organisasi bayangan ini tidak hanya memengaruhi proses pengadaan, tapi juga melanggar prinsip profesionalisme dalam pemerintahan. “Dokumen yang disajikan memperlihatkan bahwa keputusan diambil tanpa konsultasi dengan Dirjen yang seharusnya menjadi pengambil kebijakan,” tambahnya. Dalam Topics Covered, ini menjadi bukti kuat bahwa sistem internal Kemendikbudristek tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Struktur Organisasi dan Proses Pengambilan Keputusan

Proses pengadaan Chromebook dilihat JPU sebagai contoh keberadaan struktur organisasi yang tidak transparan. Roy menyebut bahwa Dirjen dan para direktur Kemendikbudristek tidak dilibatkan secara penuh dalam keputusan strategis. “Mereka di-PLT-kan dan tidak memiliki otonomi untuk menentukan arah proyek,” katanya. Hal ini menurut Roy menunjukkan adanya kesenjangan dalam kekuasaan internal kementerian.

“Dari mana Dirjen bisa mengetahui detail kebijakan jika mereka tidak dilibatkan? Ini menjadi pertanyaan yang penting dalam Topics Covered,” ujar Roy. Ia juga menyoroti bahwa komunikasi antara Nadiem Makarim dan kelompok tertentu terjadi sejak awal 2020, menunjukkan adanya kebijakan yang direncanakan sebelum proses pengadaan resmi dimulai.

Roy menyatakan bahwa kesenjangan ini tidak hanya terjadi dalam satu proyek, tetapi juga mencerminkan sistem pemerintahan yang kurang baik. “Dalam Topics Covered, ini menjadi kasus yang memperlihatkan bagaimana organisasi bayangan bisa mengakibatkan kerugian keuangan dan ketidakpercayaan publik,” katanya. Ia berharap kasus ini menjadi bahan evaluasi untuk menghindari terulangnya kesalahan serupa di masa depan.

Kesimpulan dan Implikasi Topics Covered

Topics Covered dalam kasus ini menyoroti dua isu utama: adanya organisasi bayangan dan peran orang luar dalam pengambilan keputusan. Roy Riady menegaskan bahwa struktur ini tidak hanya melanggar prinsip transparansi, tetapi juga mengancam keberlanjutan pemerintahan yang profesional. “Kasus ini menjadi contoh bagaimana kekuasaan bisa dialihkan secara tidak resmi, mengurangi peran pejabat struktural,” katanya.

“Dalam Topics Covered, kita perlu memahami bahwa organisasi bayangan bisa memicu korupsi yang lebih luas. Dirjen dan direktur yang seharusnya menjadi pengambil kebijakan justru ditinggalkan, sementara keputusan diambil oleh pihak luar,” sambung Roy. Ia berharap pemerintah mampu memperbaiki sistem birokrasi agar tidak lagi terjadi kesenjangan dalam penerapan asas pemerintahan yang baik.

Dengan penegakan hukum yang terus berlangsung, Roy Riady yakin bahwa Topics Covered ini akan menjadi pelajaran penting bagi pihak-pihak terkait. “Kita perlu melihat dengan jelas bagaimana keputusan diambil dan siapa yang benar-benar bertanggung jawab,” katanya. Kasus Chromebook Kemendikbudristek dianggap sebagai awal dari upaya pemerintahan yang lebih baik, terutama dalam menegakkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Bagikan:

Berita Terkait

1eccf430-dfad-4d88-9c86-6fcb6289f962-0

Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya

30 Mei 2026

Topics Covered: Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

30 Mei 2026
0b5f03d6-7960-4d7c-898f-53a69ad4e937-0

Solution For: Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 1 Kilometer di Atas Puncak

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.