Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Topics Covered: Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bangkitkan Kepercayaan Diri Anak-Anak

Daniel Smith 4 mins read 1 views

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak-Anak Topics Covered - Jakarta, Liputan6.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul

Topics Covered: Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bangkitkan Kepercayaan Diri Anak-Anak

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Tingkatkan Kepercayaan Diri Anak-Anak

Topics Covered – Jakarta, Liputan6.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa inisiatif Sekolah Rakyat bertujuan membangun kepercayaan diri dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dirancang sebagai solusi untuk anak-anak yang sering terlupakan dalam proses pembangunan, memberikan ruang bagi mereka untuk mengejar impian tanpa hambatan ekonomi. Dalam kesempatan Open House di Sentra Paramita Mataram, Nusa Tenggara Barat, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya mengajar, tetapi juga melatih kemampuan mental dan sosial siswa.

Program Sekolah Rakyat: Membuka Pintu Harapan

Sekolah Rakyat ditujukan kepada keluarga desil 1 dan 2, yaitu kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Program ini memberikan fasilitas pendidikan secara gratis, termasuk makanan, bahan ajar, dan bimbingan pendidikan karakter. “Sekolah Rakyat menjadi peluang berharga untuk anak-anak yang sebelumnya merasa tertinggal,” jelas Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa peserta program ini tidak hanya diberi ilmu pengetahuan, tetapi juga diberi kepercayaan diri untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Kelompok peserta program juga mengalami perubahan signifikan dalam sikap dan perilaku. Anak-anak yang dulu pemalu kini semakin percaya diri, sementara yang sebelumnya sulit berkomunikasi sekarang mampu berbicara dengan percaya diri. “Dengan adanya Sekolah Rakyat, mereka bisa berlatih berbicara di depan umum dan membangun kemampuan berpikir kritis,” tutur Gus Ipul. Program ini juga memfasilitasi keterlibatan anak-anak dalam kegiatan ekstrakurikuler, seperti pertunjukan seni dan olahraga, untuk melatih kreativitas dan kerja sama tim.

Cerita Novatul: Dari Pemalu ke Juara Nasional

Novatul Alratia (14), siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 18 Lombok Barat, memberi contoh perubahan yang diakui secara nyata. Dulu, ia merasa rendah diri karena kurang percaya diri, tetapi kini berbeda. “Sekolah Rakyat membuat saya lebih berani menyampaikan ide,” kata Novatul. Ia menyebutkan bahwa salah satu pelajaran yang paling ia sukai adalah Bahasa Indonesia, karena melatih kemampuan ekspresi diri.

“Dulu Novatul ini pemalu dan jarang bicara. Kini ia sudah menjadi juara nasional dan semangatnya tinggi,” ujar Gus Ipul. Ibu Novatul, Yuniarti, mengungkapkan bahwa anaknya kini lebih disiplin dan aktif dalam berbagai kegiatan. “Sekolah Rakyat membuat dia lebih berani mengambil risiko dan mengejar impian. Dulu dia sering ragu, tapi sekarang ia yakin bisa menjadi polisi wanita,” katanya. Ini menunjukkan bagaimana program Sekolah Rakyat tidak hanya memperbaiki akademik, tetapi juga membangun mental yang kuat.

Haikal: Dari Keluarga Kecil ke Harapan Masa Depan

Haikal Abdul Majid (14), murid SRMP 18 Lombok Barat, bercita-cita menjadi psikolog. Ia tinggal bersama bibinya setelah ayahnya mengalami gangguan jiwa dan ibunya menikah lagi. “Saya merasa senang bisa memiliki teman dan makan gratis di Sekolah Rakyat. Ini membantu saya fokus belajar,” ujarnya. Gus Ipul mengakui bahwa keberadaan program ini sangat penting bagi anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan kurang stabil.

“Perkembangan Haikal luar biasa, terutama dalam kedisiplinan dan kepercayaan diri. Dulu dia jarang tampil di depan orang banyak, tapi sekarang ia menjadi imam di sekolah,” lanjut Gus Ipul. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Haikal mencerminkan efektivitas Sekolah Rakyat dalam menjangkau anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih. “Program ini tidak hanya memberikan pendidikan, tetapi juga membangun fondasi karakter yang kuat untuk masa depan,” tegas Menteri.

Program Inovatif: Pembelajaran Kreatif dan Berkelanjutan

Program Sekolah Rakyat memiliki pendekatan pendidikan yang berbeda dari sekolah konvensional. Metode pengajaran berfokus pada pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok dan proyek kreatif, yang melibatkan siswa secara lebih dalam. “Kita ingin menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, di mana anak-anak tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga saling belajar satu sama lain,” kata Gus Ipul. Selain itu, program ini menyediakan fasilitas seperti alat belajar digital dan kegiatan keterampilan, yang dirasa penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan.

Sekolah Rakyat juga memberikan pelatihan kemandirian, seperti cara mengatur uang dan merencanakan hidup. Gus Ipul menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan anak-anak keluarga miskin tidak hanya mampu bersekolah, tetapi juga mampu membangun hidup mereka sendiri. “Kita ingin mereka menjadi pribadi yang tangguh dan bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat,” imbuhnya. Dengan pendekatan yang holistik, program ini diharapkan menjadi model pendidikan yang dapat diadopsi di daerah lain.

Keberhasilan Nyata: Kepuasan Orang Tua dan Siswa

Banyak orang tua yang merasa puas dengan hasil pembelajaran anak mereka. Ibu Faturrahman, salah satu siswa yang mengikuti Sekolah Rakyat, menyampaikan bahwa anaknya kini lebih aktif dan memperhatikan kebersihan. “Anak saya selalu menyampaikan keinginannya untuk menjadi pilot agar bisa mengumrahkan ibu,” katanya. Gus Ipul menambahkan bahwa keberhasilan ini bukan hanya tentang nilai akademik, tetapi juga tentang perubahan perilaku yang berkelanjutan.

Kepuasan peserta Sekolah Rakyat juga terlihat dari antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Para siswa sering berpartisipasi dalam kompetisi olahraga dan seni, yang menjadi sarana untuk mengekspresikan bakat dan meningkatkan rasa percaya diri. “Kita melihat tumbuhnya semangat belajar dan kepercayaan diri mereka setiap hari,” ujar Gus Ipul. Ia juga menyebutkan bahwa program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang, terutama dalam memutus siklus kemiskinan melalui pendidikan.

Gabung diskusi