Anies Baswedan Jadi Dewan Penasihat Kota Riyadh Arab Saudi
Topics Covered – Liputan6.com, Jakarta – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi diangkat sebagai anggota Dewan Penasihat Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC) di Arab Saudi. Pemilihan ini memperkuat peran Anies dalam mendorong pengembangan kota-kota metropolitan di berbagai belahan dunia. Dalam kapasitas barunya, ia menghadiri Riyadh Competitiveness Forum (RCF) yang berlangsung di Riyadh, untuk berbagi wawasan dan menyampaikan strategi meningkatkan daya saing kota-kota besar. Pengumuman ini diunggah oleh Anies melalui akun Instagram @aniesbaswedan pada hari Kamis, 14 Mei 2026, yang menjadi momen penting dalam perjalanan karier dan kontribusi politiknya.
Pengumuman dan Kegiatan di Riyadh
Ketua Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh mengumumkan keputusan tersebut dalam sebuah pernyataan resmi, menegaskan bahwa Anies dipilih karena pengalamannya dalam membangun kota yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam sesi forum, ia berdiskusi dengan para ahli, pemimpin kota, serta delegasi dari negara-negara lain. Anies mengatakan, “Tiga hari terakhir di Riyadh, Arab Saudi, saya turut serta dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF). Sejak tahun lalu, saya berkesempatan menerima tugas sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh. Saya sangat senang bisa berkontribusi dalam perjalanan pengembangan kota tersebut.”
Kota Riyadh, yang merupakan ibu kota Arab Saudi, sedang menjalani transformasi besar-besaran untuk menjadi kota yang lebih kompetitif secara global. RCRC, sebagai badan yang berperan dalam pengembangan strategi kota, menggandeng para ahli dari berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mengukur potensi dan tantangan kota tersebut. Anies, yang juga mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, membawa perspektif dari pengalaman pengelolaan kota besar di Indonesia, khususnya Jakarta, yang dikenal sebagai salah satu kota metropolitan paling dinamis di Asia Tenggara.
Strategi dan Pengalaman Jakarta
Dalam diskusi di RCF, Anies mengungkapkan bahwa Riyadh tertarik mempelajari model Jakarta, terutama dalam hal tata kota, transportasi publik, dan pengelolaan lingkungan. “Jakarta menjadi referensi dalam menyusun strategi pengembangan kota yang ramah lingkungan dan memiliki daya saing tinggi,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa Jakarta telah berhasil mengimplementasikan sistem transportasi berbasis Bus Rapid Transit (BRT) dan infrastruktur kota yang terintegrasi, yang bisa diadopsi oleh kota-kota lain. Selain itu, Anies juga menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dalam pengambilan keputusan kota, yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan.
“Pengakuan ini menjadi bagian dari semangat Jakarta menjadi kota global, yang mampu menampilkan dan menginspirasi di kancah internasional. Jakarta tidak hanya menjadi tuan rumah di tanah air, tetapi juga tamu yang menarik perhatian di panggung dunia,” ujarnya.
Menurut Anies, kota-kota besar perlu memadukan inovasi teknologi dengan kebijakan yang inklusif agar bisa menjawab tantangan seperti pertumbuhan populasi, perubahan iklim, dan kebutuhan infrastruktur yang semakin kompleks. “Kita perlu menciptakan kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya. Diskusi di RCF juga membahas tentang keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan kota, serta pentingnya ekosistem kreatif yang mendukung pertumbuhan bisnis dan inovasi.
Sebagai bagian dari RCRC, Anies berharap kolaborasi ini bisa memberikan dampak positif bagi kota Riyadh dan kota-kota besar lainnya di dunia. “Pengalaman Jakarta menjadi contoh bahwa kota besar bisa berkembang secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas hidup warganya,” katanya. Ia juga menegaskan bahwa kota-kota seperti Surabaya, Medan, dan Bandung bisa belajar dari model yang diterapkan di Jakarta, termasuk dalam penataan ruang publik, pengurangan kemacetan, serta pengembangan industri kreatif.
