Pemprov DKI Rencanakan Taman Khusus Difabel di Jaksel dalam Rangka Special Plan
Special Plan – Dalam rangka mewujudkan Special Plan yang menjadi prioritas pemerintah DKI Jakarta, Gubernur Pramono Anung mengungkapkan rencana perubahan Taman Puring di Jakarta Selatan menjadi ruang hijau yang ramah bagi penyandang disabilitas. Pemprov DKI menargetkan proyek ini akan mulai dikerjakan setelah proses administratif rampung. “Kami sedang fokus pada Special Plan untuk meningkatkan kualitas ruang publik dan memberikan manfaat maksimal bagi semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” terang Pramono, Selasa (19/5/2026), saat di Kantor Kecamatan Kebayoran Baru.
Menurut Pramono, Special Plan mencakup pemanfaatan ruang kota yang lebih inklusif. Taman Difabel yang akan dibangun di Taman Puring, kata dia, dirancang dengan fasilitas khusus seperti ramp, jalur sentuhan, dan aksesibilitas bagi pengguna kursi roda. “Penyandang disabilitas membutuhkan ruang yang nyaman dan aman. Special Plan bertujuan memenuhi kebutuhan tersebut sambil memperkaya kehidupan masyarakat umum,” tambahnya. Proyek ini diperkirakan akan menelan luas area sekitar 3.000 meter persegi, dengan desain yang mengutamakan kenyamanan pengguna difabel.
Implementasi Special Plan di Pasar Rebo
Pemprov DKI juga memperkenalkan inisiatif lain dalam Special Plan berupa arena ring tinju di bawah jembatan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur. Proyek ini dikerjakan melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah, dengan lahan seluas 247 meter persegi. “Kawasan ini sebelumnya hanya sebagai tempat tawuran, sekarang jadi ruang aktivitas yang bermanfaat,” kata Pramono, Senin (18/5/2026). Ia menekankan bahwa Special Plan terus dijalankan untuk mengubah ruang kota menjadi lebih produktif.
“Kehadiran arena ring tinju di Pasar Rebo menunjukkan bagaimana Special Plan mampu mengoptimalkan ruang kota dan memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar,” ujar Pramono. Dalam proyek ini, arena pertandingan berukuran 9,5 meter × 9,5 meter telah dioperasikan sejak Januari 2026, dengan latihan terstruktur di bawah bimbingan komunitas tinju profesional.
Dari pengalaman ini, Pramono berharap Special Plan bisa menjadi contoh untuk pengembangan ruang lain. “Kami mengamati bahwa fasilitas olahraga seperti arena ring tinju efektif mengurangi tawuran dan membuka peluang kreativitas pemuda,” jelasnya. Selain itu, ia menyebutkan geng-geng di Jaktim, seperti geng Amerika, Inggris, dan Barat, telah lebih terarah setelah adanya Special Plan yang memanfaatkan ruang kosong secara strategis.
Pengembangan Fasilitas Serupa di Wilayah Lain
Pemprov DKI berencana mengembangkan Special Plan ke berbagai daerah, termasuk penggunaan lahan di Kampung Melayu untuk skatepark. “Special Plan juga melibatkan kolaborasi dengan masyarakat untuk memastikan keberlanjutan proyek,” kata Pramono. Ia menjelaskan bahwa pola pengelolaan bersama akan diterapkan agar fasilitas tetap terawasi dan tidak disalahgunakan.
“Dengan Special Plan, Pemprov DKI berharap mendorong inovasi dalam pemanfaatan ruang publik sambil menjaga transparansi dan keterlibatan masyarakat,” tambahnya. Fasilitas seperti Taman Difabel dan arena ring tinju di Pasar Rebo menjadi bukti bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi juga pada kehidupan sosial masyarakat.
Kebijakan Special Plan ini juga mencakup pendidikan dan kreativitas. Pramono menuturkan, ruang-ruang baru akan menjadi sarana untuk menumbuhkan kegiatan bermanfaat. “Special Plan mendorong keterlibatan pemuda dalam pengembangan kota, sekaligus memperkuat program Jaga Jakarta yang bertujuan menjaga kota tetap bersih dan aman,” pungkasnya. Proyek Taman Difabel di Jaksel dipercaya bisa menjadi salah satu titik penting dalam mencapai tujuan ini.
Pemprov DKI juga menjelaskan bahwa Special Plan akan terus diperluas ke kawasan lain, seperti Taman Sari dan Taman Kota. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang, mulai dari desain hingga pengelolaan. “Kami ingin ruang baru ini tidak hanya menjadi tempat hiburan, tapi juga memberikan manfaat jangka panjang,” tutur Pramono. Dengan dukungan komunitas dan partisipasi masyarakat, Special Plan diharapkan bisa menciptakan kota yang lebih inklusif dan dinamis.
