UMJ Luncurkan I-CHIP sebagai Special Plan untuk Jegal Kebijakan Kesehatan Berpihak pada Pasar
Special Plan – UMJ (Universitas Muhammadiyah Jakarta) resmi meluncurkan Special Plan berupa Indonesian Center for Health Evidence-Informed Policy (I-CHIP) dalam rangkaian perayaan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Special Plan ini dirancang sebagai wadah transdisiplin yang menyerap berbagai disiplin ilmu untuk mengawal kebijakan kesehatan nasional, terutama yang terpengaruh oleh kepentingan pasar. Rektor UMJ, Ma’mun Murod Al Barbasy, menyatakan bahwa Special Plan ini merupakan upaya memperkuat peran universitas dalam menyediakan solusi berbasis bukti ilmiah, bukan hanya kepentingan politik.
Misi I-CHIP: Mengubah Kebijakan Kesehatan melalui Data Ilmiah
“Kebijakan kesehatan harus diambil dari data dan riset yang mumpuni, bukan hanya dari kepentingan pasar. Special Plan ini bertujuan menjadikan universitas sebagai sentral inovasi untuk menciptakan kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada masyarakat,”
kata Ma’mun Murod dalam siaran persnya, Rabu (20/5/2026). Peluncuran I-CHIP menjadi simbol dari komitmen UMJ untuk menghadirkan kualitas akademik yang lebih tinggi, terutama dalam bidang kebijakan kesehatan.
Sebagai bagian dari Special Plan, I-CHIP akan fokus pada empat bidang utama: transformasi layanan kesehatan primer, keadilan pembiayaan kesehatan, ketahanan medis terhadap perubahan iklim, serta kemandirian sektor farmasi. Special Plan ini dirancang agar universitas bisa menjadi tempat pengambilan keputusan berbasis bukti, bukan hanya sekadar pendidikan. Direktur I-CHIP, Arief Rosyid Hasan, menegaskan bahwa Special Plan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa kebijakan kesehatan harus mencerminkan keberpihakan terhadap rakyat.
“Dulu, Kyai Ahmad Dahlan mengajarkan intelektualitas melalui aksi sosial. Kini, Special Plan I-CHIP mengajarkan kebangkitan melalui data, riset, dan kebijakan yang mengutamakan kepentingan umum,”
tambah Arief dalam wawancara terpisah. Ia menekankan bahwa Special Plan ini akan menggabungkan ilmu pengetahuan dengan praktik kebijakan untuk mengurangi dampak kepentingan pasar pada sistem kesehatan Indonesia.
Strategi Penerapan Special Plan
Dalam implementasi Special Plan I-CHIP, universitas akan membangun jaringan kolaborasi dengan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes, peneliti muda, dan institusi pendidikan lainnya. Proses ini diharapkan bisa menciptakan lingkungan akademik yang lebih dinamis, terutama dalam menghadapi tantangan kebijakan kesehatan yang kompleks. Special Plan ini juga akan mengembangkan policy brief, model kebijakan, serta survei nasional untuk mendukung keputusan pemerintah.
Salah satu fokus utama dari Special Plan ini adalah meningkatkan akurasi kebijakan melalui kecerdasan buatan (AI) dan big data. Dengan teknologi ini, I-CHIP akan menganalisis pola penyakit, distribusi sumber daya kesehatan, dan kebutuhan masyarakat secara lebih efektif. Arief menyebut bahwa Special Plan ini bukan sekadar rencana khusus, tetapi juga bentuk respons terhadap kebutuhan akan kebijakan kesehatan yang lebih transparan dan berkelanjutan.
Kehadiran I-CHIP dalam Special Plan ini juga diharapkan memperkuat peran universitas sebagai mitra pemerintah dalam membangun sistem kesehatan yang lebih inklusif. Arief menambahkan bahwa Special Plan ini akan memastikan kebijakan kesehatan tidak hanya menciptakan keuntungan bagi sejumlah kelompok, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian, Special Plan UMJ menjadi langkah strategis dalam mengubah cara berpikir tentang kebijakan kesehatan.
