Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Polres Bandara Soetta Ungkap Vape Ganja Berbayar Kripto di Bali

Mary Hernandez 3 mins read 15 views

Ungkap Vape Ganja Berbayar Kripto di Bali Polres Bandara Soetta Ungkap Vape Ganja - Baru-baru ini, Polres Bandara Soetta melakukan pengungkapan kasus

Polres Bandara Soetta Ungkap Vape Ganja Berbayar Kripto di Bali

Polres Bandara Soetta Ungkap Vape Ganja Berbayar Kripto di Bali

Polres Bandara Soetta Ungkap Vape Ganja – Baru-baru ini, Polres Bandara Soetta melakukan pengungkapan kasus pengedaran ganja yang disajikan dalam bentuk vape. Penyelidikan ini mengungkap cara pengiriman narkoba yang semakin canggih, yaitu menggunakan sistem pembayaran berbasis kripto untuk menghindari deteksi oleh petugas. Seorang warga negara Amerika Serikat menjadi tersangka utama dalam operasi anti-narkoba yang menargetkan pengedaran ganja cair melalui jalur udara.

Penangkapan dan Barang Bukti

Menurut Kombes Pol Wisnu Wardana, Kapolresta Bandara Soetta, kasus tersebut terungkap setelah Bea Cukai menangkap seorang penumpang Batik Air yang membawa barang bukti berupa 2 kg ganja cair berbentuk THC dan 1 botol cairan gliserin. Selain itu, petugas juga menyita narkoba lain seperti MDMA dan sabu dengan berat 1,2 gram. “Barang bukti tersebut ditemukan dalam tas ransel yang dibawa oleh tersangka,” jelas Wisnu.

Penyelidikan dilanjutkan hingga ke Bali, di mana alamat pengiriman ganja ditemukan di sebuah villa di kawasan Badung. Di lokasi tersebut, polisi menemukan alat-alat produksi narkoba, seperti kompor portable dan gelas ukur, serta 8 unit vape siap edar. “Barang bukti juga mencakup ekstasi dan beberapa jenis obat terlarang lainnya,” tambah AKP Michael Kharisma Tandayu, Kasat Res Narkoba Polresta Bandara Soetta.

Pembuatan Vape dan Metode Pengiriman

BSM, yang dikenal sebagai ‘koki’ dalam produksi ganja cair, telah melakukan aktivitas ini sejak Agustus 2023. Ia mengolah ganja dari bahan bubuk menjadi cairan berbentuk THC, lalu menyamarkannya dalam botol bekas shampo berbagai merek. “Bahan baku ganja didatangkan dari luar negeri, khususnya Thailand,” terang Michael. Metode pengiriman yang digunakan melibatkan kurir ojek online dan sistem tempel atau mapping, sehingga sulit untuk terdeteksi.

Transaksi dilakukan melalui pembayaran kripto, yang menjadi alat pengalihan dana dari bandar internasional ke penerima di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku menggunakan teknologi modern untuk menyembunyikan jejak keuangan mereka. “Dengan menggunakan kripto, transaksi menjadi lebih anonim dan sulit dipantau,” papar Michael. Polisi menyebutkan bahwa kemungkinan ada jaringan peredaran yang lebih luas yang terlibat dalam kasus ini.

Ekonomi dan Dampak Kasus

Kasus ini menunjukkan potensi keuntungan ekonomi yang besar dari pengedaran vape ganja. Dalam sebulan, BSM mampu memproduksi hingga 2.000 unit vape dengan harga Rp5 juta per buah. “Diperkirakan omzetnya mencapai Rp10 miliar dalam tiga tahun terakhir,” imbuh Michael. Vape ganja, yang dikenal dengan nama produk siap edar, menjadi tren baru di kalangan pengguna narkoba karena bentuknya yang menarik dan mudah dibawa.

Polisi juga menemukan petunjuk bahwa jaringan ini tidak hanya fokus pada Bali, tetapi juga melibatkan daerah lain. Dalam operasi ini, pihak kepolisian berhasil menyita beberapa barang bukti, termasuk komponen pembuatan vape dan bahan baku narkoba. “Kami sedang memburu pelaku lain seperti SR dan AR yang diduga sebagai penyuplai dan pengirim dari Prancis,” jelas Wisnu. Tersangka diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar berdasarkan pasal-pasal yang relevan.

Koordinasi dan Keterlibatan Internasional

Kasus ini menunjukkan koordinasi yang intens antara pelaku dan bandar internasional. Sistem pembayaran kripto digunakan untuk memudahkan transfer dana, sementara pengiriman dilakukan secara tersembunyi melalui kurir ojek online. “Tersangka memanfaatkan jaringan internasional untuk memperluas pasar narkoba,” kata Michael. Polisi mengatakan bahwa penemuan ini merupakan bentuk inovasi dalam dunia peredaran narkoba, di mana teknologi digunakan untuk menghindari tindakan pemeriksaan.

Menurut Wisnu Wardana, penemuan vape ganja berbayar kripto ini memperlihatkan bagaimana kecanggihan teknologi dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. “Kami akan terus memperluas investigasi untuk menemukan lebih banyak pelaku dalam jaringan ini,” imbuhnya. Penyelidikan yang sedang berlangsung juga mengarah pada kemungkinan penyalahgunaan sistem keuangan digital dalam kegiatan perdagangan narkoba.

“Partisipasi masyarakat sangat penting agar pemberantasan narkotika berjalan efektif,” tutup Michael Kharisma Tandayu. Ia menambahkan bahwa masyarakat diminta untuk waspada terhadap keberadaan narkoba dan melaporkan jika menemukan barang bukti. “Dengan pengetahuan dan kepedulian masyarakat, kasus-kasus semacam ini dapat terdeteksi lebih awal,” pungkasnya.

Gabung diskusi