Pelatihan Komposter Dorong Warga Grogol Selatan Kelola Sampah Mandiri
Sebanyak 350 kader Dasawisma di wilayah Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengikuti program pelatihan pembuatan komposter. Kegiatan ini

Kader Dasawisma Grogol Selatan Dilatih Membuat Komposter untuk Pengelolaan Sampah Mandiri
Pelatihan di Kebun Keyla 5
Beritaterbaik.com – Sebanyak 350 kader Dasawisma di wilayah Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengikuti program pelatihan pembuatan komposter. Kegiatan ini diselenggarakan di Kebun Keyla 5 sebagai pusat edukasi. Tujuannya adalah membekali warga agar mampu mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos yang kaya akan nutrisi untuk tanaman.
Target dan Regulasi
Menurut Wakil Camat Kebayoran Lama, Santoso Teguh Iman, setiap kader diharapkan memiliki lubang biopori maupun komposter di kediamannya. Program ini merupakan inisiatif awal yang diharapkan mampu menginspirasi masyarakat sekitar untuk melakukan hal yang sama. Langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 mengenai pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
“Saya kira kendala utama bukan hanya pada ketersediaan sarana dan prasarana dan lahan saja, melainkan upaya kita untuk melakukan revolusi budaya kebiasaan, yang tadinya buang sembarangan saja, sekarang harus lebih teratur,” ujarnya.
Infrastruktur yang Sudah Ada
Lurah Grogol Selatan, Ahmed Garibaldi, menyampaikan bahwa saat ini wilayahnya telah dilengkapi dengan empat teba modern, 29 lubang biopori jumbo, serta 40 komposter. Jumlah fasilitas tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring berjalannya proses pembuatan.
Respons Warga
Sri Agus, seorang warga RT 011 RW 010 Grogol Selatan, memberikan apresiasi atas sosialisasi yang digelar. Ia merasa kegiatan tersebut membantu masyarakat memahami tata cara memilah sampah yang nantinya dapat diolah menjadi pupuk.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami menjadi lebih paham mengenai tata cara memilah sampah yang dapat diolah menjadi pupuk,” katanya.
Santoso Teguh Iman menyampaikan keterangan tersebut kepada Antara di Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026. Program pelatihan komposter ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola limbah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan.
