BGN Beberkan Tiga Fokus Pembenahan Program MBG
Jakarta — Sudaryono, pimpinan Badan Gizi Nasional, mengemukakan bahwa terdapat tiga isu krusial yang sedang ditangani secara intensif dalam pelaksanaan

Tiga Prioritas Perbaikan Program MBG Menurut Sudaryono dari BGN
Beritaterbaik.com – Jakarta — Sudaryono, pimpinan Badan Gizi Nasional, mengemukakan bahwa terdapat tiga isu krusial yang sedang ditangani secara intensif dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Penegasan ini disampaikan setelah rapat pimpinan yang digelar pada hari Senin, 27 Juli 2026. Menurut Sudaryono, langkah identifikasi ini merupakan bagian dari agenda prioritas di periode awal kepemimpinannya.
Menurutnya, meskipun masih ada berbagai tantangan lain, fokus saat ini tertuju pada tiga hal mendasar.
1. Penanganan Tindakan Koruptif
Isu pertama yang menjadi perhatian serius adalah perilaku koruptif yang teridentifikasi di lingkungan BGN. Untuk mengatasi hal ini, badan tersebut berkomitmen menyerahkan seluruh proses hukum kepada Kejaksaan Agung. Sudaryono menegaskan bahwa BGN akan bersikap sangat kooperatif dalam upaya pemberantasan korupsi.
Kami siap untuk bekerja sama seluas-luasnya, membuka akses seluas-luasnya, selebar-lebarnya terhadap apa pun informasi yang dibutuhkan dalam proses penyelidikan maupun penyidikan, dalam proses hukum orang-orang yang memang diduga telah melaksanakan pelanggaran.
2. Perbaikan Tata Kelola
Permasalahan kedua berkaitan dengan tata kelola yang perlu segera diperbaiki. Sudaryono menekankan pentingnya pelayanan berkualitas dalam menjalankan program MBG. Ia juga menyoroti peran penting Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beserta seluruh petugasnya.
Status kepala dapur di setiap dapur adalah abdi negara, sehingga penting bagi kami memastikan abdi negara di setiap dapur itu bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji itu adalah baik. Karena Kepala SPPG adalah pegawai kami, abdi negara di bawah Badan Gizi Nasional.
3. Keterbukaan dan Pelibatan Publik
Aspek ketiga yang akan diperkuat adalah keterbukaan, transparansi, komunikasi, serta melibatkan berbagai pihak dalam pengawasan program. Sudaryono menjelaskan bahwa pelibatan ini mencakup instansi pemerintah, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dinas-dinas terkait, hingga masyarakat umum.
Bagaimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan instansi lain, pelibatan kementerian lain, lembaga lain, keterlibatan pemerintah daerah, keterlibatan dinas-dinas, dan keterlibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, apakah itu penyaluran, apakah itu dapur, kebersihan, dan lain-lain, maka kami berusaha untuk memperbaiki ketiga hal ini.
Sudaryono menambahkan bahwa perbaikan tata kelola harus dilakukan dengan cepat. Tujuannya adalah agar program MBG dapat mencapai sasaran utamanya, yaitu meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dan menggerakkan ekonomi lokal secara bersamaan.
Menutup pernyataannya, Sudaryono mengakui adanya kekurangan dan pelanggaran yang perlu ditangani. Namun, ia menegaskan bahwa BGN siap menghadapi tantangan dan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.
Kami mengakui ada kekurangan, kami mengakui ada hal yang memang harus diperbaiki. Kami mengakui bahkan ada pelanggaran. Tapi kami siap. Kita harus siap menantang masa depan, kita perbaiki, kemudian kita laksanakan pekerjaan kita dengan sebaik-baiknya.
