InJourney Pastikan Pelaku Pencurian Tas Soetta Bukan Karyawan
Official Announcement – PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) mengumumkan bahwa tiga individu yang terlibat dalam kasus pencurian tas merek Lululemon di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, tidak terdaftar sebagai karyawan perusahaan. Pernyataan ini dikeluarkan setelah polisi menangkap para pelaku pada 29 April 2026. Kasus tersebut mengakibatkan kerugian mencapai lebih dari Rp1 miliar, dan pihak bandara menegaskan bahwa investigasi sedang berjalan untuk memastikan kejelasan soal identitas para pelaku. Official Announcement ini menunjukkan komitmen InJourney untuk menjaga integritas operasional bandara serta mengklarifikasi isu yang muncul sejak insiden terjadi.
Pernyataan Resmi dan Konfirmasi dari Manajemen
Dalam official announcement yang diterbitkan pada Jumat, 15 Mei 2026, Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Soekarno-Hatta, mengungkapkan bahwa pelaku pencurian tidak memiliki status pegawai. Ia menambahkan bahwa sejumlah oknum petugas kargo menjadi korban spekulasi masyarakat, tetapi investigasi terbukti mengarah pada tiga orang yang diakui sebagai pelaku. Pihak InJourney menyatakan bahwa seluruh pegawai di sekitar bandara telah diperiksa, dan tidak ada bukti yang menghubungkan mereka dengan tindakan kriminal ini. Official Announcement ini diharapkan dapat menenangkan publik yang terus memantau kejadian tersebut.
Kasus pencurian ini terjadi pada area kargo bandara, yang menjadi tempat penyimpanan barang-barang penumpang. Menurut laporan, para pelaku melakukan aksi selama dua tahun terakhir, dengan insiden terbesar terjadi pada bulan Mei 2026. Meski tidak ada keterlibatan pegawai, manajemen bandara mengakui bahwa keamanan di sektor kargo perlu diperkuat. Official Announcement yang dikeluarkan juga menyoroti pentingnya transparansi dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan calon penumpang.
Proses Penegakan Hukum dan Koordinasi dengan Pihak Kepolisian
Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Wisnu Wardana, menyebut bahwa Satreskrim Polresta Bandara Soetta telah mengungkap tiga tersangka yang terlibat dalam pencurian tas tersebut. Mereka dikenal sebagai R alias K, A, dan F, yang ditahan di Karawaci, Tangerang, pada 29 April 2026. Official Announcement dari InJourney menyambut baik upaya polisi dalam menindak pelaku, sekaligus memberi pernyataan bahwa perusahaan tidak terlibat secara langsung dalam tindakan kriminal tersebut. Koordinasi antara bandara dan pihak kepolisian dilakukan secara terus-menerus untuk memastikan proses penyelidikan berjalan cepat dan akurat.
Sebagai bagian dari official announcement, InJourney juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap tindakan pencurian di area bandara. Mereka berharap kejadian serupa tidak terulang dan menegaskan bahwa seluruh prosedur keamanan telah diperketat setelah insiden tersebut. Official Announcement ini memberikan gambaran bahwa pihak bandara tidak hanya fokus pada investigasi, tetapi juga pada pencegahan di masa depan. Pihak kepolisian menambahkan bahwa para pelaku dikenai tuntutan hukum berdasarkan bukti yang telah dikumpulkan.
Kerugian Ekonomi dan Langkah Penguatan Keamanan
Kasus pencurian tas di Soetta mencatatkan kerugian yang signifikan bagi PT Pungkook Indonesia One, yang mengelola layanan kargo di bandara tersebut. Dalam official announcement, manajemen menyebutkan bahwa kerugian mencapai lebih dari Rp1 miliar, dengan tas merek Lululemon menjadi sasaran utama. Kejadian ini tidak hanya berdampak pada pihak perusahaan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran terhadap reputasi Bandara Soekarno-Hatta sebagai pusat layanan transportasi yang aman. Official Announcement dari InJourney menegaskan bahwa perusahaan telah mengambil langkah-langkah preventif untuk meminimalkan risiko serupa di masa depan.
Langkah-langkah penguatan keamanan meliputi pemasangan kamera tambahan di area kargo, serta pelatihan pegawai untuk lebih waspada terhadap tindakan mencurigakan. Selain itu, InJourney berencana bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan pihak swasta untuk mengembangkan sistem pengawasan yang lebih efektif. Official Announcement ini juga menjadi titik balik dalam upaya memulihkan kepercayaan publik, terutama karena kasus pencurian sempat memicu rumor keterlibatan oknum pegawai yang tidak terbukti.
Official Announcement yang dikeluarkan oleh InJourney memberikan gambaran bahwa perusahaan terus berupaya menjaga kredibilitasnya sebagai pengelola bandara yang terpercaya. Meski tidak ada keterlibatan pegawai, investigasi tetap berjalan untuk memastikan bahwa tindakan kriminal tidak terjadi secara tidak sengaja. Official Announcement ini menjadi bagian penting dalam menyampaikan kejelasan dan menegaskan komitmen terhadap transparansi. Dengan adanya pernyataan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahwa kejadian pencurian di Soetta merupakan peristiwa yang terpisah dari kinerja pegawai perusahaan.
