New Policy: Mendagri Dampingi Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih
New Policy – Sebuah New Policy yang diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam perekonomian nasional resmi diluncurkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Presiden Prabowo Subianto. Upacara peresmian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Pemimpin negara dan Mendagri hadir dalam rangkaian acara yang dianggap sebagai langkah strategis untuk menguatkan kemandirian masyarakat di tingkat daerah.
Langkah Strategis untuk Pemberdayaan Ekonomi Desa
Sebelum mengakhiri prosesi pengoperasian KDKMP, Prabowo dan Tito melakukan inspeksi langsung ke koperasi Nglawak di Kecamatan Kertosono, Nganjuk. Mereka mengamati layanan yang diberikan kepada masyarakat sekitar, termasuk akses ke kebutuhan pokok, logistik, dan fasilitas kredit modal. Kehadiran Mendagri dalam acara ini menunjukkan dukungan pemerintah pusat terhadap New Policy yang bertujuan meningkatkan kualitas kehidupan warga pedesaan.
“Koperasi Merah Putih akan menjadi tulang punggung ekonomi desa dalam era baru ini,” tutur Prabowo saat menyampaikan sambutan. Ia menekankan bahwa New Policy ini diharapkan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar luar dan membuka peluang investasi lokal. “Dengan keberlanjutan program ini, rakyat akan lebih mudah mengakses modal usaha yang murah dan terjangkau,” tambahnya.
Regulasi Pendukung untuk Meningkatkan Daya Saing
Sebagai bagian dari New Policy, Mendagri telah menyiapkan sejumlah regulasi strategis untuk mendukung pengoperasian KDKMP. Termasuk dalam rangkaian ini adalah Permendagri Nomor 13 Tahun 2025 tentang Dukungan Bupati/Wali Kota dalam Pendanaan Koperasi Kelurahan Merah Putih, serta SE Nomor 500.3/2438/SJ yang mempercepat pembentukan KDKMP. Regulasi tersebut dirancang agar pemerintah daerah dapat berperan aktif dalam memastikan keberhasilan implementasi New Policy.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga turut memberikan penjelasan bahwa New Policy ini merupakan inisiatif yang diharapkan mendorong percepatan distribusi bantuan sosial dan pengurangan kesenjangan ekonomi. “Program ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan daerah untuk membangun ekonomi lokal yang lebih berdaya saing,” katanya dalam kesempatan tersebut. Ferry Juliantono, Menteri Koperasi, menambahkan bahwa keberadaan KDKMP akan menjadi bentuk keberlanjutan koperasi sebagai pilar ekonomi desa.
Koperasi Merah Putih: Harapan untuk Kemandirian Ekonomi
Adapun jumlah koperasi yang dioperasionalkan mencakup 530 unit di Jawa Timur, terdistribusi di tujuh kabupaten, serta 531 unit di Jawa Tengah, yang menyebar di delapan kabupaten/kota. Pemilihan daerah-daerah ini dianggap sebagai langkah untuk memastikan New Policy dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara merata. Program ini juga memprioritaskan koperasi-koperasi yang memiliki kapasitas untuk berkembang secara berkelanjutan.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyebutkan bahwa New Policy ini akan menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menguatkan daya tahan ekonomi masyarakat. “Dengan bentuk-bentuk koperasi ini, kita menciptakan ruang bisnis yang lebih inklusif bagi semua lapisan masyarakat,” jelasnya. Dukungan pemerintah diharapkan mampu menekan laju kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup warga pedesaan.
“Koperasi Merah Putih adalah simbol kemakmuran yang diwujudkan melalui peran aktif rakyat sendiri,” kata Tito Karnavian. Ia menekankan bahwa New Policy ini tidak hanya menjadi peningkatan dalam jumlah koperasi, tetapi juga bagian dari perubahan struktur ekonomi nasional. “Pemerintah akan terus mendukung pengembangan koperasi sebagai garda depan perekonomian berkelanjutan,” lanjutnya.
