Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Latest Program: 5 Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Latihan Militer Harus Dihentikan

Mark Williams 3 mins read 30 views

5 Manajer Kopdes Meninggal, Latihan Militer Harus Dihentikan Latest Program – Jakarta, Liputan6.com – Sebuah insiden menyedihkan kembali terjadi dalam

Latest Program: 5 Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal, Latihan Militer Harus Dihentikan

5 Manajer Kopdes Meninggal, Latihan Militer Harus Dihentikan

Latest Program – Jakarta, Liputan6.com – Sebuah insiden menyedihkan kembali terjadi dalam rangkaian Latest Program yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia, khususnya Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Program ini bertujuan untuk membangun koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, serta Kampung Nelayan Merah Putih, melalui pelatihan manajerial dan pembentukan karakter. Namun, kejadian luka berat hingga kematian lima peserta latihan dasar kemiliteran (latsarmil) memicu kekhawatiran terhadap keberlanjutan Latest Program.

Insiden Meninggal Dunia di Tengah Latihan Militer

Kecelakaan terjadi pada hari Sabtu (27/6/2026) saat lima calon manajer Kopdes mengikuti sesi pembinaan semi-militer. Berdasarkan laporan resmi, kondisi peserta yang memburuk setelah aktivitas fisik intensif mengharuskan pihak berwenang untuk segera menghentikan pelatihan tersebut. Insiden ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian metode latihan dengan tujuan utama program, yaitu menghasilkan pemimpin yang mampu mengelola koperasi secara efektif.

“Latihan dasar kemiliteran yang menimbulkan kehilangan nyawa peserta perlu dihentikan sementara waktu. Kami mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh sebelum melanjutkan program ini,” kata Politikus PDI Perjuangan, TB Hasanuddin, kepada wartawan.

Hasanuddin menekankan bahwa pelatihan manajerial koperasi tetap penting, tetapi metode pembinaan harus disesuaikan agar tidak memperburuk risiko kesehatan peserta. Ia menyoroti bahwa tujuan Latest Program adalah memperkuat struktur ekonomi desa, bukan hanya meningkatkan disiplin melalui latihan fisik yang berat.

Respon dari Komisi I DPR dan Kementerian Pertahanan

Rekan sejawat Hasanuddin, Oleh Soleh, dari Komisi I DPR, juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Ia menilai insiden ini menjadi titik balik bagi Latest Program dan meminta Kementerian Pertahanan untuk meninjau kembali desain pelatihan. “Anak-anak bangsa yang berjuang mendukung program Kopdes Merah Putih tidak boleh terluka atau meninggal hanya karena latihan yang tidak seimbang,” tambahnya.

“Saya meminta pemerintah untuk segera menghentikan latihan militer hingga ada perbaikan. Kehilangan nyawa peserta adalah pengingat bahwa metode pelatihan harus lebih humanis,” tutur Soleh.

Dalam jumpa pers, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa latsarmil dilakukan untuk membentuk kemampuan mental dan karakter calon manajer. Namun, ia mengakui bahwa kejadian ini menjadi pelajaran berharga dalam perbaikan program. “Kemhan akan memastikan evaluasi kritis dilakukan, termasuk peningkatan pengawasan dan kesiapan medis selama pelatihan.”

Latest Program juga menyasar pengembangan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi pedesaan. Dengan pelatihan manajerial yang dianggap efektif, program ini diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada bantuan luar. Namun, insiden terbaru memicu perdebatan antara pendekatan militernya dan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia yang lebih adaptif.

Sebagai langkah penyesuaian, pihak penyelenggara berencana menambahkan sesi pembinaan yang lebih fleksibel, termasuk penggunaan teknologi dan metode kreatif. Selain itu, latihan fisik akan diintegrasikan dengan penekanan pada komunikasi efektif dan pemahaman kebijakan desa. “Program ini tidak hanya untuk melatih kemiliteran, tetapi juga menginspirasi semangat pengabdian kepada masyarakat,” jelas Ketut dalam pidatonya.

Dengan Latest Program yang terus berjalan, harapan masyarakat terhadap koperasi desa semakin tinggi. Namun, insiden ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah reformasi harus dipertimbangkan secara matang. “Pemerintah harus menjaga keseimbangan antara efisiensi program dan kesejahteraan peserta,” tegas Hasanuddin dalam wawancara terpisah.

Gabung diskusi