Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. News
  3. Key Strategy: Pemprov DKI: Car Free Day di Jalan Rasuna Said Dievaluasi, Mulai Digelar Lagi Juni 2026
News

Key Strategy: Pemprov DKI: Car Free Day di Jalan Rasuna Said Dievaluasi, Mulai Digelar Lagi Juni 2026

James Brown Reporter Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 16:20 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
85c2180b-c683-45f3-9b0b-fa80a191a9a1-0

Table of Contents

Toggle
  • Pemprov DKI: Car Free Day di Jalan Rasuna Said Dievaluasi, Mulai Digelar Lagi Juni 2026
    • Kepala Dishub DKI Jakarta Berbicara
    • Poin-Poin Evaluasi
    • Pengaruh Positif CFD
    • Perencanaan Kembali Digelar

Pemprov DKI: Car Free Day di Jalan Rasuna Said Dievaluasi, Mulai Digelar Lagi Juni 2026

Key Strategy – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil keputusan sementara untuk menunda pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Minggu 17 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah tim evaluasi melalui beberapa penilaian lapangan terhadap kegiatan yang digelar sebelumnya. Sejumlah masalah teknis dan tata kelola teridentifikasi, yang akan diperbaiki sebelum CFD kembali diadakan pada bulan Juni 2026.

Kepala Dishub DKI Jakarta Berbicara

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa CFD Rasuna Said yang diadakan pertama kali pada 10 Mei 2026 masih menyisakan beberapa catatan perbaikan. “Beberapa kekurangan yang ditemukan mencakup ketidakterlengkapan titik putar di sisi timur dan barat koridor, belum adanya pembatas jalur Transjakarta, serta adanya parkir liar di beberapa titik,” kata Syafrin saat memberikan pernyataan di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

“Di antaranya, belum tersedianya titik putar di sisi timur dan barat koridor, belum terpasangnya pembatas jalur Transjakarta, hingga masih ditemukannya parkir liar di sejumlah titik,” ujar Syafrin di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Syafrin, evaluasi tersebut juga menyoroti kebutuhan perbaikan dalam penataan UMKM. Ia menyebutkan, aktivitas pedagang di koridor Rasuna Said masih menyebar ke badan jalan, sehingga perlu disesuaikan agar tidak mengganggu alur lalu lintas. Selain itu, proyek pembangunan jalan di jalur alternatif juga tercatat menyebabkan peningkatan kemacetan, yang menjadi perhatian Dishub DKI.

“Dishub DKI juga mencatat masih adanya perbedaan level ketinggian jalan pascapembongkaran tiang monorel serta penumpukan aktivitas masyarakat di kawasan Plaza Festival yang menyebabkan pelari dan pesepeda menggunakan lajur bus Transjakarta,” tambah Syafrin.

Poin-Poin Evaluasi

Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan CFD di Jalan HR Rasuna Said mencakup berbagai aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, titik putar yang seharusnya menjadi bagian integral dari koridor harus ditambahkan agar pengguna jalan bisa lebih nyaman dan terorganisir. Kedua, pembatas jalur untuk Transjakarta belum lengkap, sehingga terjadi kesalahpahaman antara pengguna sepeda dan bus. Ketiga, parkir liar di beberapa titik tetap menjadi kendala, terutama di dekat area pedagang.

Syafrin juga menyoroti masalah penataan ruang publik. Ia menjelaskan, pengunjung dan pelaku UMKM masih terkadang memadati jalur yang seharusnya digunakan untuk kegiatan olahraga dan sosial. “Penataan UMKM perlu diperbaiki agar aktivitas pedagang tidak mengganggu ruang publik,” tambah Syafrin. Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI berkomitmen untuk mengatasi seluruh kendala ini melalui kolaborasi dengan tim kerja lintas perangkat daerah.

“Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” kata Syafrin.

Pengaruh Positif CFD

Di sisi lain, Syafrin juga memaparkan manfaat yang diperoleh masyarakat sepanjang pelaksanaan CFD Rasuna Said. Salah satu indikator yang diukur adalah kualitas udara di sekitar koridor. Hasilnya, konsentrasi polutan berkurang signifikan dibandingkan hari kerja, yang menunjukkan kontribusi positif kegiatan ini terhadap lingkungan.

Kehadiran CFD di Jalan HR Rasuna Said juga berdampak pada pengurangan kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman-Thamrin. Data Dishub DKI Jakarta menunjukkan, jumlah pengunjung HBKB tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin turun drastis. Pada 3 Mei 2026, jumlah pengunjung mencapai 29.256 orang, namun pada 10 Mei 2026, angka tersebut menyusut menjadi 13.759 orang atau berkurang sekitar 52,97 persen.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman–Thamrin sehingga aktivitas warga lebih tersebar,” tandas Syafrin.

Menurut Syafrin, keberhasilan CFD ini menunjukkan bahwa ruang publik di Jakarta masih bisa dimanfaatkan secara optimal. “Pemprov DKI berharap kehadiran koridor baru HBKB dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik untuk berolahraga dan berinteraksi di tengah kota,” jelasnya. Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperbaiki kualitas hidup warga melalui pengurangan polusi udara dan peningkatan kenyamanan beraktivitas di jalur khusus.

Perencanaan Kembali Digelar

Sebagai bagian dari rencana evaluasi, Pemprov DKI juga sedang menyusun payung hukum yang menjadi dasar pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said. Syafrin menyatakan, pengaturan lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan kegiatan ini tidak hanya aman, tetapi juga terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat. “Kendala-kendala yang teridentifikasi akan ditindaklanjuti secara cepat dan transparan,” tegasnya.

Menurut rencana, CFD di Jalan HR Rasuna Said akan kembali digelar setiap Minggu pukul 05.30–09.00 WIB sejak bulan Juni 2026. Syafrin menegaskan bahwa keputusan ini diambil setelah semua aspek diuji coba dan diverifikasi. Ia berharap dengan adanya perbaikan, kegiatan HBKB tidak hanya menarik perhatian warga, tetapi juga menjadi contoh penerapan ruang publik yang lebih ramah lingkungan.

Syafrin menjelaskan, salah satu tujuan utama dari HBKB di Rasuna Said adalah mengoptimalkan penggunaan ruang kota. “CFD memberikan ruang alternatif bagi masyarakat untuk berolahraga dan berinteraksi di lingkungan yang lebih bersih dan terbuka,” ujarnya. Ia juga menyoroti keberhasilan penataan UMKM yang selama ini masih memakan ruang jalan, sehingga perlu diserahkan ke titik-titik yang lebih tepat.

Di samping manfaat lingkungan, keberadaan CFD di koridor ini juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberlanjutan transportasi. Syafrin menegaskan, pihaknya terus berupaya mengembangkan program ini agar bisa memberikan dampak positif secara jangka panjang. “Kita perlu melihat konsistensi kebijakan HBKB sebagai bagian dari transformasi kota Jakarta,” pungkas Syafrin.

Dengan menunda pelaksanaan CFD sementara waktu, Pemprov DKI mengambil langkah strategis untuk memastikan keberhasilan program ini di masa depan. Ia menegaskan, evaluasi yang telah dilakukan akan menjadi dasar pengambilan keputusan penguatan di koridor Rasuna Said. “Dengan memperbaiki fasilitas pendukung, kegiatan HBKB bisa lebih efektif dalam memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelas Syafrin.

Bagikan:

Berita Terkait

1eccf430-dfad-4d88-9c86-6fcb6289f962-0

Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya

30 Mei 2026

Topics Covered: Jaga Stabilitas dan Pemerataan Ekonomi, Mendagri Dorong Kepala Daerah se-Sulawesi Perkuat Sinergitas

30 Mei 2026
0b5f03d6-7960-4d7c-898f-53a69ad4e937-0

Solution For: Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 1 Kilometer di Atas Puncak

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.