Penyesuaian Operasional TransJakarta di 22 Rute untuk Acara Lari Hari Minggu Besok
Ada Penyesuaian Operasional TransJakarta di 22 Rute – Kebijakan penyesuaian operasional Bus Rapid Transit (BRT) TransJakarta akan berlaku khusus hari Minggu besok, 17 Mei 2026, sebagai persiapan menyambut acara lari besar yang diadakan di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Perubahan ini melibatkan 22 rute yang diatur ulang untuk memastikan arus lalu lintas Jakarta tetap lancar sepanjang pelaksanaan kegiatan. Sebanyak 12.500 peserta akan menggunakan jalur utama sebagai lintasan lomba, sehingga perlu penyesuaian jadwal dan rute angkutan massal.
Persiapan dan Tujuan Penyesuaian
Dalam pernyataan resmi, Ayu Wardhani, Kepala Departemen Hubungan Masyarakat dan CSR TransJakarta, menjelaskan bahwa ada penyesuaian operasional TransJakarta di 22 rute bertujuan mengurangi kemacetan dan memastikan keamanan pengguna selama acara. Penyesuaian ini akan dimulai dari pukul 05.00 hingga 10.00 WIB, dengan pengaturan waktu angkutan yang disesuaikan dengan arus lalu lintas saat lomba berlangsung. Ayu menekankan bahwa TransJakarta berupaya mengoptimalkan layanan agar masyarakat tetap bisa menggunakan sistem transportasi ini tanpa gangguan.
Rute dan Koridor yang Terdampak
Beberapa koridor utama Jakarta akan mengalami modifikasi, termasuk rute 1B (Palmerah–Transport Hub Dukuh Atas), 1F (Palmerah–Bundaran Senayan), dan 6B (Ragunan–Balai Kota via Semanggi) yang tidak beroperasi selama pukul 05.00–10.00 WIB. Ada penyesuaian operasional TransJakarta di 22 rute juga mencakup pengalihan titik akhir untuk koridor 9C (Pinang Ranti–Bundaran Senayan) dan 10H (Tanjung Priok–Bundaran Senayan) agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Rute seperti 9A (Cililitan–Grogol) dan 9D (Pasar Minggu–Tanah Abang via Slipi) juga mengalami pengurangan lintasan untuk mencegah penumpukan di area sekitar GBK.
Koridor 1 (Blok M–Kota) akan dialihkan melalui koridor 9 dan 13, sementara koridor 9 (Pinang Ranti–Pluit via tol) menghentikan layanan di halte antara Cikoko hingga Gerbang Pemuda. Ada penyesuaian operasional TransJakarta di 22 rute juga mencakup perubahan titik akhir untuk rute T31 (PIK 2–Blok M) dan S61 (Alam Sutera–Blok M) yang hanya beroperasi hingga Petamburan. Selain itu, layanan SH2 (Blok M–Bandara Soekarno-Hatta) akan dipindahkan ke area Petamburan sebagai bagian dari strategi pengalihan.
Lintasan dan Jadwal Khusus
TransJakarta menyediakan jadwal operasional khusus untuk hari Minggu 17 Mei 2026, dengan penyesuaian waktu keberangkatan dan penumpukan armada di titik-titik kritis. Ada penyesuaian operasional TransJakarta di 22 rute akan berdampak pada sebagian besar jalur utama Jakarta, terutama di sekitar GBK, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Gatot Subroto. Dengan 12.500 peserta yang menggunakan jalan utama sebagai lintasan, sistem transportasi ini harus beradaptasi untuk memastikan kecepatan pengalihan penumpang tetap efisien.
“Kami telah menyesuaikan operasional TransJakarta di 22 rute agar mobilitas pelanggan tidak terganggu meski ada penyesuaian jadwal,” tutur Ayu Wardhani.
Rute 6V (Ragunan–Senayan Bank Jakarta) dan 6A (Ragunan–Balai Kota via Kuningan) mengalami perubahan lintasan untuk menghindari hambatan di sekitar GBK. Selain itu, koridor 1P (Senen–Blok M) dan 4C (JIEP–Bundaran Senayan) juga dikelola dengan lebih ketat, terutama di jam-jam sibuk. Pengalihan rute ini diharapkan bisa meminimalkan gangguan, seiring penyesuaian operasional TransJakarta di 22 rute yang dilakukan untuk keperluan acara lari 2026.
Langkah Pengurangan Kemacetan
Dalam upaya mengatasi peningkatan volume lalu lintas, ada penyesuaian operasional TransJakarta di 22 rute dirancang untuk mengalihkan penumpang ke jalur alternatif yang lebih strategis. TransJakarta juga mengimbau pengguna transportasi untuk memeriksa jadwal terbaru melalui aplikasi TJ: TransJakarta atau media sosial mereka. Dengan memperhatikan keberlangsungan acara, perusahaan berharap semua perubahan operasional ini bisa memberikan solusi yang optimal untuk masyarakat.
“Penyesuaian operasional TransJakarta di 22 rute ini adalah bagian dari strategi kami untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas,” jelas Ayu.
Koridor 1N (Tanah Abang–Blok M) dan 10H (Tanjung Priok–Bundaran Senayan) menjadi contoh rute yang diubah agar selaras dengan kebutuhan pengguna. Pengguna diimbau untuk memperhatikan perubahan jam operasional dan lintasan di sekitar GBK. Dengan begitu, ada penyesuaian operasional TransJakarta di 22 rute bisa berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari.
