InJourney Airports Berbagi 79 Sapi dan 10 Kambing di Berbagai Wilayah Indonesia, Perkuat Kepedulian Sosial pada Momentum Idul Adha
Special Plan – Liputan6.com, Jakarta – Dalam rangka Idul Adha tahun ini, InJourney Airports kembali menggelar program donasi hewan qurban sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat tanggung jawab sosial dan lingkungan, sekaligus memperlihatkan komitmen terhadap pemberdayaan komunitas sekitar. Total hewan yang disalurkan mencapai 79 ekor sapi dan 10 ekor kambing, yang terbagi di beberapa bandara yang dikelola oleh InJourney Airports.
Kegiatan Berbagi Hewan Qurban yang Menjangkau Seluruh Nusantara
Distribusi hewan qurban dilakukan secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Proses penyaluran dirancang agar masyarakat sekitar area bandara dapat merasakan manfaat langsung, terutama pada hari raya besar yang identik dengan ritual pengorbanan. Pihak InJourney Airports bekerja sama dengan mitra lokal untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran. Dalam Special Plan ini, selain sapi dan kambing, juga terdapat kegiatan pendampingan seperti pemotongan dan pembagian daging qurban kepada masyarakat.
Menurut Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, kegiatan donasi hewan qurban menjadi salah satu Special Plan yang rutin dijalankan untuk menjaga keharmonisan antara industri penerbangan dan masyarakat. “Kami percaya bahwa peran bandara tidak hanya terbatas pada transportasi, tetapi juga sebagai wadah untuk berbagi kebaikan kepada sesama,” katanya. “Melalui Special Plan ini, kami ingin memperkuat ikatan sosial serta mendorong semangat kerja sama dalam lingkungan sekitar bandara.”
Alignment dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan Dampak Sosial
Program Special Plan yang dilaksanakan oleh InJourney Airports selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sejumlah 37 bandara yang dikelola perusahaan ini menjadi titik distribusi utama, termasuk lima bandara utama seperti Soekarno-Hatta di Tangerang, I Gusti Ngurah Rai di Bali, Juanda di Surabaya, Sultan Hasanuddin di Makassar, dan Kualanamu di Deli Serdang. Dengan jumlah yang cukup besar, InJourney Airports mampu memenuhi kebutuhan lebih dari 1.000 keluarga di berbagai daerah.
Direktur Human Capital InJourney Airports, Adi Nugroho, menegaskan bahwa program Special Plan telah menjadi bagian dari kebijakan CSR perusahaan. “Kami ingin menunjukkan bahwa bandara bukan hanya tempat bergeraknya pesawat, tetapi juga tempat untuk membangun komunitas yang lebih solidaritas,” ujarnya. Selain donasi hewan qurban, perusahaan juga aktif dalam kegiatan sosial lain, seperti penyaluran bantuan makanan, penguatan pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Semua kegiatan ini bertujuan menciptakan koneksi yang lebih kuat antara institusi dan masyarakat.
Dalam Idul Adha 2026, seluruh proses distribusi diatur secara terstruktur. Sebelumnya, hewan qurban dipilih dan diperiksa kesehatannya oleh tim khusus agar memenuhi standar kebersihan dan kelayakan. Setelah itu, hewan tersebut diproses di pusat penyaluran yang terdekat dari masing-masing bandara. Proses ini dirancang agar terjadi efisiensi dan kecepatan distribusi, terutama di area terpencil yang membutuhkan bantuan lebih intensif.
Nilai Special Plan ini juga diperkuat oleh penggalangan dana dari karyawan dan mitra perusahaan. Selain itu, masyarakat sekitar bandara diberi pelatihan dalam mengelola hewan qurban secara mandiri. Langkah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan daging kurban, tetapi juga memberi peluang bagi warga untuk meningkatkan keterampilan dan ekonomi mereka. Dengan Special Plan yang dijalankan, InJourney Airports berupaya menjadi bagian dari solusi untuk masalah sosial di lingkungan sekitar operasionalnya.
Salah satu keunikan dari Special Plan ini adalah penggunaan teknologi dalam pelacakan distribusi hewan qurban. Setiap hewan yang disalurkan dilengkapi dengan label digital yang menyimpan informasi seperti asal, jenis, dan destinasi. Sistem ini memudahkan pengawasan dan transparansi, serta membantu masyarakat memahami bagaimana kebaikan yang mereka terima berasal dari proses yang terorganisir. Adi Nugroho menambahkan bahwa penggunaan teknologi ini adalah bagian dari inovasi yang dilakukan perusahaan dalam memperkuat kemitraan dengan komunitas.
