Brantas Abipraya Pastikan Pembayaran Upah Pekerja dan Mandor Tepat Waktu dalam Special Plan
Special Plan – Dalam rangka menjaga kestabilan operasional dan kesejahteraan karyawan, PT Brantas Abipraya (Persero) melalui Special Plan menggaransikan pembayaran upah kepada pekerja dan mandor secara tepat waktu. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada penundaan yang bisa memengaruhi kinerja tim di lapangan atau menyebabkan ketidakpuasan di kalangan karyawan. Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, menyatakan bahwa Special Plan menjadi prioritas perusahaan dalam mengelola proyek konstruksi, terutama dalam menjaga kualitas layanan dan kepercayaan mitra kerja.
“Kami menyadari bahwa pembayaran upah yang terlambat dapat merugikan pekerja dan mengganggu proses proyek. Dengan Special Plan, Brantas Abipraya secara aktif mengawasi pencairan dana kepada tenaga kerja, baik mandor maupun pekerja, agar selalu sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Dian Sovana, seperti dilaporkan Antara, Kamis (28/5/2026).
Komitmen ini ditegaskan Dian Sovana bahwa Brantas Abipraya tidak memiliki kebijakan untuk menahan atau menunda pembayaran upah. Ia menjelaskan bahwa seluruh transaksi kewajiban finansial diawasi dengan ketat sesuai kontrak dan mekanisme kerja sama yang berlaku. Apabila ada hambatan administratif yang memperlambat proses, perusahaan langsung mengambil langkah percepatan untuk memastikan dana tersalurkan tepat waktu. Dengan demikian, Special Plan tidak hanya menjadi alat pengendalian biaya, tetapi juga upaya menjaga hubungan harmonis antara perusahaan dan pekerja.
“Selain pengawasan internal, kami juga melakukan evaluasi berkala terhadap seluruh mitra kerja agar proyek tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik,” tambah Dian Sovana, menegaskan pentingnya transparansi dalam penerapan Special Plan.
Pembangunan Sekolah Rakyat Banjarbaru sebagai Bagian dari Special Plan
Dalam rangka mengembangkan akses pendidikan di daerah terpencil, Brantas Abipraya terus mendorong penerapan Special Plan dalam berbagai proyek strategis. Salah satu contoh nyata adalah pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan ekstrem. Program ini merupakan bagian dari rencana pemerintah untuk menyediakan 500 sekolah permanen hingga 2029, dengan target 93 SR selesai dibangun pada bulan Juni 2026.
Pembangunan SR Banjarbaru dijalankan secara terpadu dengan konsep asrama, yang meliputi fasilitas pendidikan mulai dari SD hingga SMA, rumah susun guru, asrama siswa, masjid, gedung serbaguna, kantin, dan sarana olahraga. Dengan Special Plan, Brantas Abipraya memastikan bahwa anggaran untuk proyek ini dialokasikan secara optimal, termasuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada tenaga kerja yang terlibat langsung dalam konstruksi. Dian Sovana menuturkan, keberhasilan proyek SR tergantung pada keterlibatan aktif seluruh pihak, termasuk karyawan dan mitra kerja.
Special Plan juga diterapkan dalam proyek-proyek lain seperti pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan sumber daya manusia. Dengan sistem pengawasan yang ketat, Brantas Abipraya berkomitmen untuk menjaga kualitas kerja dan kepuasan tenaga kerja. Dian Sovana menjelaskan bahwa proyek penguasaan sumber daya manusia dan infrastruktur pendidikan harus berjalan sejalan, agar manfaat yang diberikan kepada masyarakat terpenuhi secara maksimal.
Program Special Plan diharapkan menjadi benchmark bagi perusahaan-perusahaan konstruksi dalam menjamin keadilan bagi pekerja. Selain itu, kebijakan ini juga membantu mempercepat pencapaian target pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan memastikan pembayaran upah tepat waktu, Brantas Abipraya mendorong peningkatan produktivitas dan kinerja tenaga kerja, sehingga proyek-proyek yang dijalankan dapat berjalan optimal.
Dalam kesimpulannya, Special Plan tidak hanya menjadi strategi internal Brantas Abipraya, tetapi juga bentuk komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan keadilan. Dian Sovana menegaskan bahwa pengelolaan proyek yang baik ditandai oleh kepatuhan terhadap kontrak dan kepuasan para pekerja. Dengan demikian, perusahaan menjamin bahwa seluruh kegiatan yang dijalankan selaras dengan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan berkelanjutan.
