Solution For Ekonomi Berbasis Kekeluargaan: Prabowo Ajak Orang Kaya Bantu yang Miskin
Solution For berada di tengah perdebatan penting mengenai arah pembangunan ekonomi nasional. Dalam pidato di Museum Marsinah, Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei 2026, Prabowo Subianto menyampaikan gagasan bahwa ekonomi Indonesia harus didasarkan pada prinsip kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa individu yang memiliki kelebihan harus turut membantu kelompok yang kurang beruntung, sebagai bagian dari komitmen keadilan sosial yang diharapkan dari sistem ekonomi nasional.
Prinsip Ekonomi Berbasis Kekeluargaan dalam Visi Prabowo
Prabowo mengingatkan bahwa konsep ekonomi kekeluargaan telah diakui dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33. Menurutnya, prinsip ini tidak hanya mengatur hubungan antara individu dan masyarakat, tetapi juga menegaskan bahwa kekuatan ekonomi seharusnya menjadi tanggung jawab bersama. “Negara kita adalah negara kekeluargaan. Yang beruntung harus membantu yang kurang beruntung,” tegasnya di hadapan ratusan pengunjung dalam acara peresmian yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden.
Dalam rangka mengimplementasikan gagasan Solution For ini, Prabowo mengusulkan bahwa setiap warga negara, baik dari kalangan miskin maupun kaya, memiliki peran yang sama dalam membangun perekonomian Indonesia. Ia menekankan bahwa buruh, petani, nelayan, dan pekerja sektor lainnya adalah tulang punggung bangsa yang layak mendapatkan perlindungan maksimal. “Para pemimpin dan birokrat hanyalah petugas yang menerima mandat dari rakyat,” imbuh Prabowo, menegaskan bahwa kebijakan ekonomi harus selalu diukur dari kemanfaatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah Konsisten Prabowo untuk Memperkuat Ekonomi Kekeluargaan
Prabowo tidak hanya menyampaikan konsep secara teoritis, tetapi juga menawarkan beberapa solusi konkrit. Salah satunya adalah rencana menurunkan bunga kredit hingga maksimal 5 persen per tahun. Hal ini ia sampaikan saat berbicara di Monas, Jakarta, pada 1 Mei 2026. “Rakyat kecil terlalu banyak terbebani oleh bunga yang tinggi, bahkan hingga mencapai 70 persen dari jumlah pinjaman,” jelasnya, menyoroti keterbatasan daya beli masyarakat akibat beban kredit yang berlebihan.
Kebijakan ini menjadi bagian dari Solution For yang mengusung prinsip “bantu sesama” dalam perekonomian. Prabowo juga menekankan perlunya pemerintah menurunkan persentase setoran aplikator ojol ke platform digital. “Ojol bekerja keras setiap hari, mempertaruhkan jiwanya. Mereka harus diberi keadilan, bukan disetor 20 persen seperti sebelumnya,” ujarnya, yang sekaligus menyoroti kesejahteraan pekerja sektor layanan.
Terlepas dari masalah ekonomi makro, Prabowo juga menyoroti kebutuhan solusi untuk perbaikan kondisi sosial. Ia menyatakan bahwa ekonomi kekeluargaan harus mencakup keadilan dalam distribusi hasil produksi, agar tidak ada kelompok yang terabaikan. “Para politisi dan pejabat tidak boleh hanya memperhatikan kepentingan kelompok tertentu, tetapi juga wajib menjaga keseimbangan antar-lapisan masyarakat,” tambahnya, memperkuat visi Solution For yang mengutamakan kebersamaan dalam pembangunan.
Di sisi lain, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk turut serta dalam Solution For ini. Ia mencontohkan bahwa para pengusaha, pekerja, dan masyarakat umum harus saling mendukung, bukan saling mengejar keuntungan pribadi secara terus-menerus. “Jika kalian minta 10 persen, saya katakan tidak setuju. Harus di bawah itu,” tegas Prabowo sambil meminta semua pihak yang tidak mendukung kebijakan ini untuk memikirkan kembali peran mereka dalam membangun Indonesia.
Solution For yang digagas Prabowo juga menempatkan peran pendidikan dan pelatihan sebagai bagian integral dari ekonomi kekeluargaan. Ia berjanji akan meningkatkan akses pendidikan bagi lapisan miskin, agar mereka bisa meraih peluang kerja yang lebih baik. “Tanpa pendidikan, ekonomi kekeluargaan tidak akan berjalan lancar. Semua warga negara harus memiliki kemampuan untuk berkontribusi,” ujarnya, menegaskan bahwa Solution For tidak hanya tentang distribusi, tetapi juga peningkatan kapasitas masyarakat secara menyeluruh.
Dengan visi Solution For ini, Prabowo berharap mampu membangun masyarakat yang lebih solidaritas. Ia menyatakan bahwa ekonomi kekeluargaan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen nyata untuk mengubah cara berpikir dan berperan dalam perekonomian nasional. “Kita harus membangun ekonomi yang inklusif, di mana setiap individu, baik kaya maupun miskin, saling mendukung dan berbagi,” pungkas Prabowo, menegaskan bahwa Solution For adalah jalan untuk mencapai kesejahteraan bersama.
