Skip to content
beritaterbaik
bd66379f-ae92-4c3e-ba95-2e54682ea02d-0
  • Home
  • News
  • Bisnis
  1. Home
  2. Bisnis
  3. New Policy: Purbaya Bongkar Perbedaan Kurs Rupiah Saat Ini dan Krisis 1998
Bisnis

New Policy: Purbaya Bongkar Perbedaan Kurs Rupiah Saat Ini dan Krisis 1998

James Gonzalez Reporter Senin, 18 Mei 2026 pukul 15:31 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
6c359091-ae4e-489d-a36e-a427a36405f9-0

Table of Contents

Toggle
  • Purbaya Bongkar Perbedaan Kurs Rupiah Saat Ini dan Krisis 1998
    • Perbedaan Ekonomi 1997-1998 dan Tahun Ini
    • Langkah-Langkah Pemerintah dalam New Policy

Purbaya Bongkar Perbedaan Kurs Rupiah Saat Ini dan Krisis 1998

New Policy – Dalam rangka menegaskan stabilitas ekonomi Indonesia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membahas perbedaan antara pelemahan rupiah saat ini dengan krisis moneter tahun 1998, yang menjadi fokus utama dalam new policy terbaru pemerintah. Ia menekankan bahwa kondisi ekonomi saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa krisis 1998, di mana kebijakan pemerintah dianggap kurang tepat dan munculnya gejolak sosial-politik mengancam kepercayaan investor. “Meski rupiah terus mengalami fluktuasi, new policy yang diterapkan saat ini bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Purbaya, Senin (18/5/2026).

Perbedaan Ekonomi 1997-1998 dan Tahun Ini

Krisis moneter 1997-1998 memang menjadi momen yang mengguncang perekonomian Indonesia, terutama akibat tekanan dari krisis finansial Asia. Saat itu, rupiah melemah secara drastis, mencapai level Rp14.000 per dolar AS, dan menyebabkan inflasi yang tinggi serta kebangkrutan banyak perusahaan. Berbeda dengan situasi sekarang, Purbaya menyoroti bahwa dasar ekonomi Indonesia kini lebih kuat, didukung oleh cadangan devisa yang memadai dan struktur keuangan yang lebih sehat. “Krisis 1998 dimulai dari kondisi ekonomi yang sudah memburuk, sementara kini kita masih dalam kondisi pertumbuhan yang stabil, meski ada tantangan jangka pendek,” tambahnya.

Purbaya menjelaskan bahwa perbedaan utama terletak pada kebijakan makroekonomi yang diterapkan. “Pada tahun 1998, kebijakan pemerintah tidak cukup cepat dan koordinasi antarlembaga pemerintah kurang efektif, sehingga memperparah situasi. Namun, dalam new policy terbaru, pemerintah telah merancang strategi yang lebih terarah untuk menjaga stabilitas kurs rupiah,” kata Purbaya. Ia menyoroti bahwa langkah-langkah seperti penyesuaian suku bunga, pengaturan arus modal, dan kerja sama dengan lembaga internasional telah menjadi bagian dari kebijakan stabilisasi yang lebih matang.

Dalam konteks new policy, Purbaya juga mengingatkan bahwa krisis 1998 diawali oleh tekanan dari luar, seperti kebijakan keuangan IMF yang memaksa Indonesia melakukan devaluasi besar-besaran. “Sekarang, pelemahan kurs lebih terkendali, karena pemerintah sudah memperkuat fondasi ekonomi melalui berbagai kebijakan yang terencana,” terangnya. Selain itu, ia menambahkan bahwa pemerintah juga memperhatikan dampak dari perubahan harga komoditas internasional, seperti minyak dan emas, yang menjadi salah satu faktor pendorong stabilitas nilai tukar rupiah.

Langkah-Langkah Pemerintah dalam New Policy

Purbaya mengungkapkan bahwa new policy saat ini mencakup tiga pilar utama: peningkatan daya saing ekonomi, pengelolaan cadangan devisa, dan penguatan kebijakan moneter. “Pemerintah telah mengadakan pertemuan rutin dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan untuk memastikan bahwa semua kebijakan terkoordinasi dan efektif,” ujarnya. Salah satu langkah konkret dalam new policy adalah peningkatan volume pembelian obligasi pemerintah guna menarik investor asing dan memperkuat daya beli mata uang domestik. “Kami juga memperkenalkan berbagai insentif bagi sektor riil, agar pertumbuhan ekonomi tidak terganggu oleh fluktuasi kurs,” tambahnya.

Dalam kaitan dengan new policy, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada kebijakan keuangan, tetapi juga memperhatikan kebijakan fiskal dan eksternal. “Kami melakukan pengawasan terhadap inflasi, pengelolaan anggaran, dan juga peran pemerintah daerah dalam new policy ini,” jelasnya. Selain itu, ia menyoroti bahwa pemerintah telah meningkatkan komunikasi dengan investor dan pasar keuangan, agar masyarakat lebih yakin dengan keberlanjutan perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data pasar uang pada Senin pagi, rupiah mengalami pelemahan 33 poin atau 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS. Angka ini lebih rendah dibandingkan level penutupan perdagangan sebelumnya, yaitu Rp17.597 per dolar AS. Meski terjadi penurunan, Purbaya menilai bahwa pergerakan kurs rupiah saat ini masih dalam batas normal, karena dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kinerja ekspor, kondisi global, dan respons new policy dalam mengatur aliran modal. “Kami memperkirakan bahwa kurs rupiah akan kembali stabil dalam beberapa hari ke depan, terutama setelah new policy ini berjalan secara efektif,” ujarnya.

Di sisi lain, Purbaya juga membandingkan tren ekonomi pada masa krisis 1998 dengan situasi saat ini. “Krisis 1998 dimulai dari defisit neraca pembayaran yang terus membesar, sementara kini kita memiliki surplus yang relatif baik, terutama dalam sektor energi dan pertanian,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa new policy juga memperhatikan keberlanjutan ekonomi jangka panjang, termasuk upaya memperkuat kemandirian perekonomian dari ketergantungan pada ekspor komoditas mentah. “Dengan new policy ini, kita bisa melihat indikasi bahwa rupiah Indonesia tidak akan kembali ke level krisis 1998, melainkan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas,” pungkas Purbaya.

Bagikan:

Berita Terkait

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

30 Mei 2026
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

30 Mei 2026

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

30 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

75cb4b5e-2e23-4076-8b0c-2d38f1fd0103-0

Key Strategy: Aturan Baru PPH Final UMKM 0,5%, Ini Daftar Wajib Pajak yang Berhak Menerima

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-44

Liga Champions PSG Vs Arsenal: Segini Hadiah Uang yang Bakal Diterima Pemenang

1 jam yang lalu

New Policy: Pegadaian Salurkan 913 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H, Jangkau Berbagai Daerah di Indonesia

1 jam yang lalu

Latest Program: Influencer dan Selebgram Tak Bisa Nikmati PPh Final UMKM 0,5%

1 jam yang lalu
054781200_1469523917-agustina_melani-43

Official Announcement: Michael Dell Salip Mark Zuckerberg jadi Orang Terkaya ke-6 di Dunia

1 jam yang lalu

Kategori

  • Bisnis (795)
  • News (1063)
  • Uncategorized (1)

About Us

beritaterbaik menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Solving Problems: Jokowi Kaget, Demam ‘Mas Bahlil Ganteng’ Sampai Depan Rumahnya
  • Historic Moment: Polri Buru Bos dan Perekrut Utama di Balik Markas Judi Online di Hayam Wuruk
  • Top 3 News: Aktivitas Terakhir Anggota BPK Haerul Saleh Sebelum Meninggal dalam Kebakaran Rumah
  • Historic Moment: Kapolri Rotasi 9 Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya

Quick Links

  • Bisnis
  • News
  • Uncategorized

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 . All rights reserved.