Indonesia Berhasil Raih Predikat Terbaik Global dalam Transparansi Insentif Pajak
Latest Program – Jakarta, Liputan6.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama dalam Global Tax Expenditures Transparency Index (GTETI) yang diluncurkan pada 11 Mei 2026. Dalam penghitungan yang melibatkan 116 negara, Indonesia menunjukkan kinerja unggul dibandingkan negara-negara maju seperti Korea Selatan, Australia, Kanada, Jerman, Belanda, dan Prancis. Hasil ini memperkuat reputasi Indonesia sebagai negara yang proaktif dalam memperbaiki sistem fiskal serta meningkatkan akuntabilitas penggunaan insentif perpajakan.
Peningkatan Konsisten dalam Transparansi Kebijakan Pajak
Pencapaian ini adalah hasil dari upaya bertahap yang telah dilakukan pemerintah sejak GTETI diluncurkan pada tahun 2023. Dalam kurun waktu tersebut, Indonesia mengalami peningkatan signifikan, mulai dari peringkat ke-15 pada tahun pertama, kemudian naik ke peringkat ke-2 pada 2024, dan akhirnya mengungguli semua peserta pada 2026. Kemenkeu menjelaskan bahwa transparansi dalam pengelolaan insentif pajak menjadi prioritas dalam penguatan tata kelola anggaran nasional.
Strategi Kebijakan Pajak yang Adaptif dan Akuntabel
Latest Program menjadi bukti bahwa pemerintah telah menerapkan kebijakan pajak yang lebih terukur dan selektif. Insentif perpajakan yang dituangkan dalam Tax Expenditure Report (TER) terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan UMKM, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. Dalam 2025, lebih dari 70% dari belanja perpajakan dialokasikan untuk sektor produktif dan layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur ekonomi.
“Komitmen terhadap transparansi insentif perpajakan akan terus ditingkatkan melalui perbaikan pelaporan dan pengawasan yang lebih ketat,”
ujar perwakilan Kemenkeu dalam wawancara terpisah. Penyaluran insentif pajak diatur dengan hati-hati, memastikan setiap kebijakan berdampak positif pada daya beli masyarakat dan pertumbuhan sektor riil.
Momentum Investasi dan Kontribusi Ekonomi
Transparansi insentif perpajakan menjadi salah satu faktor yang mendukung momentum investasi di Indonesia. Dalam triwulan I 2026, angka pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencapai 5,96% secara tahunan, menunjukkan efektivitas kebijakan fiskal dalam meningkatkan produktivitas perekonomian. Kebijakan insentif yang diterapkan juga membantu mendorong pertumbuhan sektor utama, seperti manufaktur, energi, dan teknologi, sebagai bagian dari Latest Program.
Pelaporan Terbuka untuk Meningkatkan Kepercayaan Publik
Sistem pelaporan transparansi insentif perpajakan yang diterapkan Indonesia tidak hanya memudahkan akses informasi bagi publik, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan dana negara. Data yang diungkapkan melalui TER mencakup nilai insentif, sektor penerima manfaat, dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi. Transparansi ini diharapkan menjadi fondasi untuk membangun ekosistem fiskal yang lebih baik dan berkelanjutan dalam rangka Latest Program.
Langkah-Langkah Masa Depan untuk Memperkuat Kinerja
Dalam rangka memperkuat pencapaian transparansi insentif perpajakan, pemerintah berencana menerapkan berbagai inisiatif di tahun 2027. Kemenkeu akan melanjutkan pengembangan sistem pelaporan digital, serta mengintegrasikan data kebijakan pajak dengan platform terbuka agar lebih mudah diakses oleh masyarakat. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan Latest Program terus berjalan efektif dan berkelanjutan, serta menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam pengelolaan dana fiskal.
