PT Dirgantara Indonesia Ubah Susunan Direksi dan Komisaris
Key Discussion menjadi fokus utama dalam perubahan struktur organisasi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang dilakukan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Perusahaan, sebagai bagian dari Holding DEFEND ID, memperkenalkan susunan baru untuk Direksi dan Dewan Komisaris guna memperkuat posisi strategisnya dalam industri dirgantara nasional. Dalam Key Discussion, seluruh pemegang saham sepakat menyetujui reorganisasi ini sebagai langkah adaptif untuk menjawab dinamika pasar dan meningkatkan efisiensi operasional.
Peningkatan Kinerja dan Target KPI
Peningkatan kinerja PTDI pada tahun 2025 mencerminkan upaya intensif dalam Key Discussion mengenai pertumbuhan finansial dan keterlibatan ekosistem industri pertahanan. Perusahaan mencatatkan kenaikan laba bersih hingga 345,97% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menunjukkan keberhasilan strategi yang dijalankan. Selain itu, pencapaian KPI sebesar 100,65 melebihi target yang ditetapkan sebesar 100. Angka ini mencerminkan keberhasilan PTDI dalam mendorong kemandirian pertahanan serta pengembangan teknologi nasional.
“Capaian kinerja PTDI sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari penguatan kapabilitas bisnis, engineering, dan produksi, serta kolaborasi strategis bersama seluruh ekosistem industri pertahanan nasional dalam Holding DEFEND ID,” ujar Moh. Arif Faisal dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2026).
Sebagai bagian dari Key Discussion, perubahan susunan direksi dan komisaris diharapkan mampu memperkuat kinerja operasional dan menunjang pencapaian KPI yang sudah tercapai. Arif Faisal menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya internal dan mempercepat proses pengembangan proyek kunci. Dengan susunan baru, PTDI dianggap lebih siap menghadapi tantangan global dalam sektor industri pertahanan.
Reorganisasi Direksi dan Peran Strategis
Reorganisasi Direksi PTDI menghasilkan penyesuaian yang signifikan dalam penempatan jabatan. Moh. Arif Faisal tetap menjabat sebagai Direktur Niaga, Teknologi, dan Pengembangan, namun dengan tambahan tanggung jawab strategis. Sementara itu, Dhias Widhiyati menjadi Direktur Keuangan & SDM, menggantikan posisi sebelumnya. Di sisi lain, Ony Arifianto ditunjuk sebagai Direktur Teknologi & Manajemen Risiko, yang memperkuat fokus pada penguasaan teknologi dirgantara nasional.
Key Discussion tentang peran Direktur Teknologi & Manajemen Risiko diharapkan menjadi elemen penting dalam meningkatkan daya saing PTDI. Dengan tambahan fokus pada manajemen risiko, perusahaan dianggap lebih mampu menghadapi fluktuasi pasar dan mengurangi potensi ancaman dari kompetitor. Arif Faisal menegaskan bahwa penyesuaian ini dilakukan guna menciptakan struktur yang lebih fleksibel dan efisien, serta menjaga harmonisasi antara visi jangka panjang dan kebutuhan operasional sehari-hari.
Perubahan Dewan Komisaris dan Dukungan Eksternal
Dewan Komisaris PTDI juga mengalami perubahan, dengan Bagus Puruhito menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama menggantikan Bonar H. Hutagaol. Erwin Dimas ditunjuk sebagai anggota baru, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan strategis. Key Discussion pada rapat tersebut menyoroti pentingnya peran komisaris dalam memastikan transparansi dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Reorganisasi ini tidak hanya berdampak pada struktur internal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak eksternal. PTDI berencana untuk meningkatkan sinergi dengan mitra strategis dalam pengembangan proyek pemerintah, seperti pengadaan pesawat tempur atau kapal selam. Dengan susunan baru, komisaris diharapkan dapat lebih aktif dalam mendukung upaya-upaya tersebut, termasuk dalam mengoptimalkan penggunaan dana dan memastikan keberlanjutan proyek jangka panjang.
Key Discussion dalam Key Discussion reorganisasi menyoroti perubahan skala besar yang dilakukan PTDI. Selain penyesuaian di Direksi, perusahaan juga menegaskan komitmen untuk memperkuat kapasitas teknis melalui pelatihan dan pengembangan SDM. Perubahan ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan bisnis dalam konteks persaingan global yang semakin ketat. Dengan pelaksanaan Key Discussion ini, PTDI diharapkan mampu menjaga konsistensi pertumbuhan dan mendorong inovasi dalam industri dirgantara.
