Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Key Discussion: BUMN Rusia Siap Kembali Garap Blok Tuna per Juni 2026

Joseph Lopez 2 mins read 3 views

BUMN Rusia Siap Kembali Garap Blok Tuna per Juni 2026 Pertemuan dengan BUMN Rusia untuk Progres Blok Tuna Key Discussion - Dalam pertemuan yang diadakan di

Key Discussion: BUMN Rusia Siap Kembali Garap Blok Tuna per Juni 2026

BUMN Rusia Siap Kembali Garap Blok Tuna per Juni 2026

Pertemuan dengan BUMN Rusia untuk Progres Blok Tuna

Key Discussion – Dalam pertemuan yang diadakan di Kazan, Rusia, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Yuliot Tanjung) berdiskusi dengan Joint Stock Company Zarubezhneft (JSC Zarubezhneft) tentang persiapan untuk melanjutkan proyek Blok Tuna. Proyek ini sempat terhenti karena pengunduran diri Premier Oil, anak perusahaan dari Harbour Energy, sebagai mitra utama.

“Dalam pertemuan tersebut, Yuliot mengatakan bahwa pihaknya telah mengupas persiapan pihak Zarubezhneft untuk melanjutkan proyek Blok Tuna yang tertunda. Zarubezhneft menyatakan komitmennya untuk memulai kembali proyek tersebut pada bulan depan. Pemerintah menyatakan akan memberikan dukungan untuk pelaksanaan proyek tersebut,” ujar Yuliot sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Kementerian ESDM, Jumat (15/5/2026).

JSC Zarubezhneft sebelumnya memulai operasi di Indonesia setelah mengakuisisi 50% participating interest (PI) pada Proyek Tuna di Laut Natuna melalui anak perusahaan ZN Asia Ltd pada 2020. Dalam kesempatan ini, perusahaan Rusia juga menunjukkan antusiasme untuk menggarap proyek migas lain di Indonesia, terutama dengan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan membangkitkan kembali sumur yang tidak aktif.

Langkah Pemerintah untuk Meningkatkan Daya Tarik Investasi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah berupaya mempercepat eksplorasi migas baru dengan menawarkan berbagai kebijakan fiskal yang lebih fleksibel. Salah satu inisiatifnya adalah memperluas skema pembagian kontrak kerja sama (KKKS) hingga 50%, yang lebih besar dibandingkan 15-30% sebelumnya. Investor kini bisa memilih antara sistem cost recovery atau gross split sesuai kebutuhan proyek.

Dalam upaya memperkuat minat investor global, pemerintah juga menawarkan insentif tambahan. Contohnya, pembebasan pajak tidak langsung (indirect tax) selama fase eksplorasi serta berbagai fasilitas lain untuk mempercepat pengembangan proyek migas. Langkah ini dilakukan untuk menjaga daya saing di tengah persaingan energi yang ketat.

10 Blok Migas Baru Siap Di lelang pada IPA Convex 2026

Kementerian ESDM berencana melelang 10 blok migas baru pada ajang IPA Convex 2026. Blok-blok tersebut terletak di wilayah Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Sumatera. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Laode Sulaeman) menjelaskan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan dalam IPA Annual Conference yang dijadwalkan pekan depan.

Sebelumnya, 10 area potensi migas telah selesai dievaluasi oleh Badan Geologi dan LEMIGAS. Wilayah yang dimaksud mencakup Rupat, Puri, Karapan Baru, Pesut Mahakam, Bengara II, Maratua II, South Matindok, Lao-Lao, Rombebai, hingga Northern Papua/Jayapura. Area-area ini merupakan bagian dari 110 wilayah yang telah ditetapkan pemerintah hingga awal 2026.

Termasuk dalam diskusi, Rusia juga mengutarakan keinginan untuk berpartisipasi dalam proyek baru bersama perusahaan Indonesia. Pihaknya meminta dukungan dalam proses compliance bagi kandidat mitra yang ditunjuk oleh Zarubezhneft untuk mengorganisasi suplai minyak ke Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen Rusia dalam memperluas kerja sama dengan sektor hulu energi Indonesia.

Gabung diskusi