Harga Referensi CPO Juni 2026 Turun Imbas Penurunan Permintaan dari India
Harga Referensi CPO Juni 2026 Turun – Bulan ini, Harga Referensi (HR) minyak kelapa sawit (CPO) untuk Juni 2026 telah ditetapkan sebesar USD 1.029,51 per MT. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar USD 20,07 atau 1,91 persen dibandingkan HR CPO Mei 2026 yang mencapai USD 1.049,58 per MT. Perubahan ini menjadi sorotan karena memperlihatkan tren penurunan permintaan utama dari India, yang telah berdampak signifikan pada dinamika pasar global.
Faktor Penurunan Permintaan dari India
Menurut Tommy Andana, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, penurunan Harga Referensi CPO Juni 2026 didorong oleh penurunan permintaan dari India. Negara ini menjadi salah satu pelaku utama dalam perdagangan CPO internasional, dan perubahan kebijakan ekonomi serta pergeseran preferensi konsumen mereka turut memengaruhi tren harga. Selain itu, permintaan dari negara-negara lain seperti Tiongkok dan Eropa juga tercatat menurun, meski tidak sebesar dampak dari India.
“Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku, bea keluar CPO dihitung sebesar USD 148 per MT, sementara Pungutan Ekspor (PE) berdasarkan 12,5 persen dari HR CPO Juni 2026, yaitu USD 128,6892 per MT,” jelas Tommy dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2026).
Penghitungan Harga Referensi CPO Juni 2026
Penetapan Harga Referensi CPO Juni 2026 berdasarkan rata-rata harga selama periode 20 April hingga 19 Mei 2026 dari tiga sumber utama: Bursa CPO Indonesia (USD 920,80 per MT), Bursa CPO Malaysia (USD 1.138,22 per MT), dan Harga Port CPO Rotterdam (USD 1.429,40 per MT). Dengan selisih harga yang cukup signifikan antara tiga sumber tersebut, HR CPO dihitung menggunakan rata-rata dua harga terdekat dari median. Hasilnya, HR CPO Juni 2026 berasal dari Bursa CPO Malaysia dan Indonesia.
Perubahan Harga Referensi CPO ini berdampak langsung pada Harga Patokan Ekspor (HPE) yang diberlakukan untuk produk terkait. Misalnya, HPE minyak goreng (RBD palm olein) dalam kemasan bermerk dan neto ≤ 25 kg ditetapkan USD 33 per MT. Adapun untuk beberapa komoditas lain, seperti biji kakao, HR dan HPE mengalami peningkatan, sementara produk kayu dan kulit mengalami perubahan yang beragam.
“HR biji kakao untuk Juni 2026 ditetapkan USD 3.832,17 per MT, naik USD 563,48 atau 17,24 persen dari periode sebelumnya. Akibatnya, HPE biji kakao meningkat menjadi USD 3.511 per MT, kenaikan USD 549 atau 18,53 persen,” tambah Tommy dalam keterangan tersebut.
Berbeda dengan beberapa komoditas lain, HPE untuk produk kulit, keping kayu, dan kayu olahan dengan ukuran tertentu tetap tidak berubah. Namun, terjadi kenaikan pada HPE getah pinus sebesar USD 64 atau 6,99 persen dari Mei 2026. Peningkatan juga berlaku untuk HPE kayu veneer, kayu olahan jenis meranti, merbau, dan lainnya. Sementara itu, HPE kayu lapis, keping kayu, serta kayu olahan dengan ukuran 1.000–4.000 mm² dari jenis jati dan pinus mengalami penurunan.
Dalam konteks pasar global, perubahan Harga Referensi CPO Juni 2026 mencerminkan dinamika permintaan yang lebih rendah di tengah tekanan ekonomi dan kebijakan impor yang lebih ketat. Harga CPO yang turun juga berpotensi memengaruhi produksi dan ekspor minyak sawit di Indonesia, yang merupakan penghasil utama komoditas ini. Selain itu, pergeseran harga ini dapat memengaruhi profitabilitas perusahaan dan ketersediaan pasokan untuk pasar internasional.
