Harga Minyak AS Turun Setelah Bocoran Draf Kesepakatan Iran
Harga Minyak AS Jatuh Usai Muncul – Jakarta, Liputan6.com – Pasca-munculnya kabar bocoran rancangan kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat, harga minyak mentah AS mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan Rabu. Laporan tersebut mengungkap bahwa Tehran berencana memulihkan arus perdagangan melalui Selat Hormuz dalam upaya menciptakan stabilitas di sektor energi global.
Pasokan Minyak Global Diprediksi Stabil
Dikutip dari CNBC, Rabu (27/5/2026), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan sekitar 4,6% menjadi USD 89,55 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent yang dijadikan patokan internasional turun 3,73% ke USD 95,87 per barel.
Televisi Iran mengklaim telah memperoleh salinan draf kesepakatan dengan AS, yang menyebutkan Tehran berkomitmen untuk mengembalikan arus komersial di Selat Hormuz ke tingkat sebelum konflik dalam waktu satu bulan setelah kesepakatan ditandatangani.
Menurut laporan yang sama, Iran juga akan berkolaborasi dengan Oman dalam mengelola lalu lintas kapal di wilayah tersebut. Selain itu, pasukan militer AS akan ditarik dari sekitar Iran, serta blokade laut yang berlangsung sebelumnya akan dihentikan.
Hubungan antara Iran dan AS belakangan ini dipandang dalam kondisi yang tidak pasti, dengan potensi tercapainya kesepakatan atau kembali memanas menjadi konflik militer. Sebelumnya, militer AS melakukan serangan di wilayah selatan Iran, tindakan yang disebut sebagai bentuk pertahanan diri oleh Pentagon. Iran menanggapi dengan ancaman untuk membalas serangan tersebut.
Waktu Pemulihan Pasokan Minyak Diperkirakan Butuh Waktu
Meski ada harapan bahwa pasokan energi global akan kembali stabil, para pelaku industri menilai normalisasi arus minyak tidak akan terjadi secara cepat. Sultan Ahmed al-Jaber, kepala Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC), mengungkapkan bahwa pemulihan aliran minyak membutuhkan waktu cukup lama, meski konflik segera berakhir.
Menurut al-Jaber, diperlukan setidaknya empat bulan agar arus minyak bisa kembali mencapai 80% dari tingkat normal. Untuk pemulihan penuh, diperkirakan akan terjadi pada kuartal pertama atau kedua tahun 2027.
