321 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek di Libur Idul Adha 2026
321 Ribu Kendaraan Keluar Jabotabek di Libur – Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Adha 2026, data terkini dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengungkapkan bahwa total kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek mencapai 321.039 unit selama periode libur. Angka ini berdasarkan arus lalu lintas di empat gerbang tol strategis, yaitu GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi. Dengan rata-rata peningkatan signifikan dibanding hari biasa, keberangkatan kendaraan tercatat cukup menggembirakan, sekaligus menunjukkan tingkat mobilitas masyarakat yang tinggi selama masa libur.
Tren Arus Lalu Lintas di Wilayah Jabotabek
Arah ke utara, khususnya ke jalur Trans Jawa, menjadi jalur paling sibuk dengan total 156.206 kendaraan atau 48,7 persen dari seluruh volume arus lalu lintas. Peningkatan ini terutama terjadi pada GT Cikampek Utama, yang mencatat kenaikan hingga 52,67 persen dibanding hari kerja. Sementara itu, arah ke Bandung melalui GT Kalihurip Utama juga menunjukkan peningkatan mencapai 35,26 persen. Di sisi lain, ke arah Merak melalui GT Cikupa mengalami penurunan 8,63 persen, dengan 86.786 kendaraan yang melewati titik tersebut. Arah ke Puncak via GT Ciawi, sebaliknya, menunjukkan kenaikan sebesar 20,53 persen, dengan 78.047 kendaraan yang tercatat.
“Total volume lalin keluar Jabotabek selama libur Idul Adha meningkat 19,62 persen dibanding arus normal,” jelas Rivan A Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, Kamis (28/5/2026). Ia menambahkan bahwa peningkatan tersebut terutama berdampak pada jalur utara dan timur, sementara jalur selatan agak stabil meski mengalami sedikit peningkatan di arah Puncak.
Masuknya 321 ribu kendaraan keluar Jabotabek selama libur Idul Adha 2026 memberikan gambaran mengenai tingkat kebutuhan masyarakat untuk bepergian ke luar kota. Keberangkatan ini dipicu oleh tradisi berkurban dan libur nasional, yang membuat sebagian besar penduduk Jabotabek memilih untuk melakukan perjalanan ke daerah tujuan. Dari data, sekitar 48,7 persen arus lalu lintas bergerak ke utara, sedangkan 32,8 persen arah timur dan 18,5 persen arah selatan.
Kendaraan yang keluar dari Jabotabek selama libur Idul Adha 2026 menunjukkan pola yang berbeda dari tahun sebelumnya. Sebelumnya, arah utara cenderung lebih dominan, namun tahun ini terdapat peningkatan signifikan pada arah timur. Hal ini mungkin terkait dengan keberadaan jalur alternatif atau kondisi cuaca yang memengaruhi preferensi pengguna jalan. Meski demikian, angka 321 ribu kendaraan keluar Jabotabek tetap menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun.
Libur Idul Adha 2026 juga memberikan dampak terhadap infrastruktur transportasi di Jabotabek. Dengan 321 ribu kendaraan yang tercatat melewati empat GT utama, Jasa Marga harus siap menghadapi tantangan dalam mengatur arus lalu lintas. Dalam hari H, Rabu (27/5/2026), jumlah kendaraan keluar Jabotabek mencapai 124.719 unit, meski secara kumulatif menurun 8,51 persen dibanding hari biasa. Namun, pada arah timur, keberangkatan kendaraan naik 6,85 persen, sedangkan arah selatan mengalami kenaikan 5,90 persen. Angka 321 ribu kendaraan keluar Jabotabek mencerminkan kebutuhan akan transportasi yang lebih intensif.
Analisis terhadap data arus lalu lintas selama libur Idul Adha 2026 juga menunjukkan adanya pergeseran pola perjalanan. Dengan 321 ribu kendaraan keluar Jabotabek, keberangkatan ke jalur utara dan timur meningkat, sementara ke arah Merak sedikit menurun. Jasa Marga mencatat bahwa volume lalin ke utara dan timur menunjukkan peningkatan berkisar antara 5 persen hingga 35 persen, yang menggambarkan adanya keinginan masyarakat untuk menjelajah ke daerah tujuan yang lebih jauh. Angka 321 ribu kendaraan keluar Jabotabek juga menjadi indikator bahwa kawasan ini tetap menjadi pusat keberangkatan sepanjang tahun.
