Istana: Kami Kerja Bukan untuk Survei
Istana - Menanggapi hasil survei terbaru yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik, Istana menegaskan bahwa pemerintah tidak bekerja semata-mata

Istana Menegaskan Fokus pada Kerja Nyata Bukan Hanya Survei
Beritaterbaik.com – Istana – Menanggapi hasil survei terbaru yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik, Istana menegaskan bahwa pemerintah tidak bekerja semata-mata untuk mengejar angka-angka dalam survei. Hasil survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan adanya penurunan signifikan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang mewakili Istana, menyampaikan bahwa seluruh kebijakan dan program yang dijalankan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan hanya untuk memuaskan hasil survei.
Komitmen Istana pada Program Jangka Panjang
Menurut Prasetyo, Istana terus berkomitmen untuk menjalankan program-program yang telah direncanakan dengan baik. Ia menyampaikan hal ini kepada wartawan saat berada di Kereta Nusantara Explorer dalam perjalanan dari Batang menuju Jakarta pada Kamis (30/7/2026). Istana tidak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei, melainkan fokus pada pencapaian cita-cita Indonesia sebagai negara yang maju, sejahtera, dan mandiri.
«Kita bekerja bukan dalam rangka mencari survei. Istana terus menjalankan program-program yang telah direncanakan dengan baik,» ujar Prasetyo.
Prasetyo meyakini bahwa masyarakat dapat melihat berbagai program pemerintah sebagai bagian dari upaya memenuhi janji kampanye Presiden Prabowo. Ia menambahkan bahwa dari yang kita kerjakan, kita yakin rakyat akan bisa menerima semua yang kita jalankan sebagai janji kampanye, sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, yang sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar.
Analisis Mendalam Hasil Survei SMRC
Sebelumnya, SMRC memaparkan hasil survei mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo selama sembilan bulan terakhir. Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengatakan survei dilakukan pada 5-19 Juli 2026. Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo tercatat sebesar 51,1 persen pada Juli 2026. Angka ini mencerminkan perubahan signifikan dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya.
Angka tersebut terdiri atas 46,3 persen responden yang menyatakan cukup puas dan 4,8 persen sangat puas. Sementara itu, sebanyak 46,9 persen responden mengaku kurang atau tidak puas, sedangkan 2,1 persen tidak menjawab. Deni mengatakan tingkat kepuasan tersebut turun dibandingkan hasil survei pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen. Dengan demikian, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo menurun sekitar 30,1 poin persentase dalam sembilan bulan.
«Sementara yang merasa kurang atau tidak puas 46,9 persen dan tidak tahu 2,1 persen. Ini cukup konsisten turunnya,» jelas Deni.
Deni menambahkan, tingkat ketidakpuasan publik meningkat dari 16 persen pada November 2025 menjadi 46,9 persen pada Juli 2026. «Sisanya tidak puas, naik dari 16 persen pada survei November 2025 ke 46,9 persen. Sementara yang tidak jawab itu stabil. Ini menarik,» tambahnya. Istana merespons data ini dengan tetap fokus pada program-program prioritas yang telah ditetapkan.
Faktor Penyebab Penurunan dan Respons Istana
Menurut Deni, penurunan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo berkaitan dengan meningkatnya penilaian negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum. «Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,» jelas Deni. Istana telah mengidentifikasi berbagai faktor ini dan sedang menyiapkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan publik.
Respons Istana terhadap penurunan ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak terpengaruh oleh fluktuasi angka survei. Istana tetap berkomitmen untuk menjalankan agenda pembangunan yang telah direncanakan, termasuk program-program ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur. Dengan pendekatan yang konsisten, Istana berharap masyarakat akan melihat hasil nyata dari program-program yang dijalankan dalam jangka panjang, bukan hanya berdasarkan survei jangka pendek.
