Lokasi Penangkapan Bupati Pemalang Ternyata di Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Penangkapan ini berlangsung

Operasi Tangkap Tangan KPK di Jakarta: Bupati Pemalang dan 20 Orang Lainnya Terjaring
Beritaterbaik.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menyasar Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. Penangkapan ini berlangsung di Jakarta, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian OTT ke-18 sepanjang tahun 2026. Selain Anom, sebanyak 20 individu lain juga diamankan dalam operasi tersebut. Informasi mengenai lokasi penangkapan bupati pemalang ternyata menarik perhatian publik karena berlangsung di ibu kota, bukan di daerah asal pejabat tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa total 21 orang terjaring di tiga lokasi berbeda. Distribusi penangkapan mencakup 15 orang di wilayah Pemalang, lima orang di Jakarta, serta satu orang di Purworejo. “Salah satu orang yang diamankan di Jakarta adalah Bupati Pemalang,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Kehadiran bupati di Jakarta saat penangkapan menunjukkan bahwa operasi ini telah direncanakan dengan matang oleh tim KPK.
Rincian Pemeriksaan Lanjutan di Gedung Merah Putih
Budi menambahkan bahwa 12 dari 21 orang yang ditangkap akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di markas KPK. Lima di antaranya merupakan orang-orang yang tertangkap di Jakarta. “Dari 12 orang tersebut, lima di antaranya yang diamankan di Jakarta, saat ini sudah dilakukan pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK. (Bupati) tadi malam sudah tiba di gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif,” jelasnya. Proses pemeriksaan ini diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari mengingat kompleksitas kasus yang melibatkan dugaan korupsi.
Sementara itu, tujuh orang lainnya—enam dari Pemalang dan satu dari Purworejo—diperkirakan tiba di gedung KPK pada siang hingga sore hari untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Tim penyidik KPK telah menyiapkan berbagai dokumen dan bukti pendukung yang akan digunakan selama proses interogasi. Para tersangka diharapkan dapat memberikan keterangan lengkap terkait dugaan pelanggaran hukum yang mereka perbuat.
KPK saat ini memiliki tenggat waktu 24 jam untuk menetapkan status hukum Anom Widiyantoro sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Status hukum yang akan ditetapkan meliputi tersangka, saksi, atau terdakwa, tergantung pada kekuatan bukti yang dimiliki oleh penyidik. Keputusan ini akan menentukan langkah selanjutnya dalam proses hukum yang akan dijalani oleh bupati pemalang.
Rangkaian OTT KPK Tahun 2026
Penangkapan Bupati Pemalang ini merupakan OTT ke-18 yang digelar KPK pada tahun 2026. Operasi pertama tahun ini dimulai pada 9-10 Januari dengan penangkapan delapan orang terkait dugaan suap dalam pemeriksaan pajak di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, periode 2021-2026. Rangkaian operasi ini menunjukkan komitmen KPK dalam memberantas korupsi di berbagai sektor pemerintahan.
Pada bulan yang sama, KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua, dan Bupati Pati Sudewo dalam OTT ketiga.
Februari 2026 mencatat dua penangkapan, yaitu Kepala KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada OTT keempat, serta mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu Rizal yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat dalam OTT kelima. OTT keenam juga menyasar Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta beserta Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan. Kasus-kasus ini mencerminkan upaya KPK dalam membersihkan birokrasi dari praktik korupsi.
Selama Maret 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan, KPK menangkap tiga bupati sekaligus dalam operasi berbeda: Fadia Arafiq (Pekalongan), Muhammad Fikri Thobari (Rejang Lebong), dan Syamsul Auliya Rachman (Cilacap). Penangkapan bertepatan dengan bulan suci ini mendapat perhatian khusus dari masyarakat karena menunjukkan ketegasan KPK dalam menjalankan tugasnya tanpa terpengaruh oleh waktu. Lokasi penangkapan bupati pemalang ternyata menjadi bagian dari tren penangkapan pejabat daerah yang semakin intensif dilakukan KPK.
April 2026 membawa OTT ke-10 dengan penangkapan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Mei 2026 tidak mencatat adanya OTT. Juni 2026 kembali ramai dengan tiga operasi: OTT ke-11 membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri, OTT ke-12 menangkap Bupati Muara Enim Edison, dan OTT ke-13 menyasar ASN Badan Pemeriksa Keuangan RI sebagai lanjutan tangkap tangan sebelumnya. OTT ke-14 juga berhasil membuat Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri.
Juli 2026 mencatat tiga penangkapan berturut-turut: OTT ke-15 menangkap Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim, OTT ke-16 menyasar Bupati Sukoharjo Etik Suryani, dan OTT ke-17 menangkap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Operasi terbaru ini menambah daftar panjang penangkapan yang menyasar para pejabat daerah di seluruh Indonesia. Dengan semakin banyaknya pejabat yang terjaring, KPK berharap dapat menciptakan efek jera dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga pemberantasan korupsi.
