Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

PWI Cabut Laporan Terhadap Hotman Paris

Linda Moore - beritaterbaik.com 3 mins read 13 views

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat secara resmi telah menarik laporan polisi yang sebelumnya diajukan kepada pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea

PWI Cabut Laporan Terhadap Hotman Paris

PWI Pusat Resmi Menarik Laporan Polisi terhadap Pengacara Hotman Paris Hutapea

Beritaterbaik.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat secara resmi telah menarik laporan polisi yang sebelumnya diajukan kepada pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea. Keputusan penting ini diambil setelah kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan damai melalui proses mediasi yang telah berlangsung selama beberapa waktu. Langkah pencabutan ini menandai berakhirnya sengketa hukum antara organisasi pers nasional dengan pengacara ternama tersebut.

Proses Mediasi yang Berhasil Menciptakan Perdamaian

Kesepakatan damai tersebut tercapai dalam pertemuan yang diselenggarakan pada Selasa pagi, 28 Juli 2026. Dalam pertemuan bersejarah tersebut, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, bertemu langsung dengan Hotman Paris untuk membahas penyelesaian sengketa. Proses mediasi ini difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, yang berperan sebagai penengah antara kedua pihak yang berselisih.

Selama sesi mediasi berlangsung, Hotman Paris menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada PWI. Organisasi pers menilai bahwa permintaan maaf tersebut disampaikan dengan ketulusan yang tinggi, sehingga PWI memutuskan untuk menyelesaikan sengketa melalui mekanisme keadilan restoratif atau restorative justice. Pendekatan ini memungkinkan kedua pihak untuk kembali ke hubungan harmonis tanpa melalui proses pengadilan yang panjang.

“PWI menganggap bisa menerima permintaan maaf itu secara tulus. Dan secara hukum, kami melakukan pencabutan sesuai dengan mekanisme hukum bahwa ada restorative justice,” jelas Anrico Pasaribu, Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat.

Kontribusi Sufmi Dasco dalam Proses Mediasi

Anrico Pasaribu, yang menjabat sebagai Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat, memberikan apresiasi khusus atas kehadiran Sufmi Dasco Ahmad dalam proses mediasi. Kehadiran wakil legislatif tersebut dinilai sangat membantu dalam memfasilitasi proses mediasi sehingga konflik dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Peran Sufmi Dasco sebagai mediator dinilai efektif dalam menjembatani kepentingan kedua belah pihak.

PWI meyakini bahwa insiden serupa tidak akan terulang di masa mendatang. Organisasi pers juga optimis bahwa fungsi perlindungan terhadap kebebasan pers dapat terus dijaga dengan baik. Pencabutan laporan ini menjadi bukti bahwa dialog dan musyawarah tetap menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum di Indonesia.

“Malam ini kami telah melakukan pencabutan laporan terhadap Bapak Hotman Paris Hutapea. PWI telah melakukan suatu perdamaian,” kata Anrico di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Langkah Hukum Selanjutnya dalam Proses Pencabutan

Terkait dengan langkah hukum berikutnya, Anrico menyatakan bahwa PWI menyerahkan sepenuhnya proses administrasi pencabutan perkara kepada pihak penyidik kepolisian. Mengingat kasus ini termasuk delik aduan, maka setelah terjadi perdamaian, pelapor berhak mencabut laporannya. Prosedur ini merupakan bagian dari mekanisme hukum yang berlaku dalam sistem peradilan Indonesia.

“Kalau ini delik aduan, tentunya kalau terjadi perdamaian, si pelapor mencabut. Setelah itu mereka akan melakukan satu gelar atau apa pun, ya kita serahkan kepada penyidik,” tambahnya.

Dengan dilakukannya pencabutan laporan tersebut, PWI Pusat menganggap bahwa persoalan hukum antara pihaknya dengan Hotman Paris telah tuntas. Momen pertemuan ketiga pihak—Sufmi Dasco, Hotman Paris, dan Akhmad Munir—diabadikan dalam foto yang kemudian diunggah oleh Sufmi Dasco pada Selasa siang melalui akun Instagram resminya. Dalam foto tersebut, ketiganya tampak sedang duduk di meja makan sebuah restoran di Jakarta sambil berjabat tangan. Sufmi Dasco menulis keterangan foto yang menyebutkan persatuan Indonesia dan silaturahmi bersama Ketua Umum PWI serta Hotman Paris. Pencabutan laporan ini menjadi contoh positif bagaimana konflik dapat diselesaikan melalui jalur damai tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hukum yang berlaku.

Gabung diskusi