Semangat Pak, Dukungan Driver Ojol ke Nadiem di Ruang Sidang
Visit Agenda menghadirkan momen unik saat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menghadapi sidang tuntutan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook dan Chromebook Device Management (CDM). Ribuan pengemudi Gojek menunjukkan solidaritas mereka dengan hadir langsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini, Rabu (13/5/2026). Kehadiran mereka memberi semangat bagi Nadiem yang tengah menjalani proses hukum. Dalam visit agenda ini, Nadiem ditemani oleh istrinya, Franka Makarim, dan keluarga, sementara para driver ojol berpakaian seragam hijau sebagai simbol dukungan.
Peran Driver Ojol dalam Visit Agenda
Kehadiran driver ojol di ruang sidang bukan sekadar tindakan simpatik, melainkan bentuk perlawanan terhadap proses penuntutan yang dianggap tidak adil oleh masyarakat. Banyak dari mereka datang dengan harapan menunjukkan bahwa kebijakan Nadiem dalam pendidikan digital telah memberi manfaat nyata kepada rakyat. Dalam visit agenda tersebut, para pengemudi tidak hanya menyampaikan dukungan verbal, tetapi juga mengirimkan pesan terkait keberhasilan program pemerintah yang mereka cintai. Satu di antara mereka menyampaikan
“Semangat pak,”
sambil berharap Nadiem bisa tetap tegar meski tengah menghadapi tantangan hukum.
Sidang tuntutan yang berlangsung siang hari ini dihadiri oleh pengacara berpengalaman Otto Cornelis Kaligis. Nadiem, yang telah mempersiapkan diri secara mental, menegaskan siap menghadapi proses hukum. Meski tuntutan dalam kasus ini berlangsung, ia juga harus segera menuju ruang operasi di rumah sakit setelah sidang berakhir. “Saya siap menghadapi sidang tuntutan hari ini, walaupun malamnya saya langsung operasi di rumah sakit,” ujarnya kepada wartawan. Visit Agenda ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Nadiem tidak hanya dikenal sebagai tokoh pemerintah, tetapi juga sebagai pendukung inovasi teknologi yang berdampak sosial.
Perlawanan dan Semangat Masyarakat
Driver ojol, sebagai pelaku utama dalam layanan transportasi digital, menjadi bagian dari perlawanan masyarakat terhadap tuntutan yang mereka anggap kurang adil. Mereka beranggapan bahwa kebijakan Nadiem dalam mendigitalkan sistem pendidikan telah memberikan keuntungan besar kepada banyak pihak, termasuk diri mereka sendiri. Dalam visit agenda di ruang sidang, kehadiran para pengemudi tersebut menunjukkan bahwa dukungan mereka terhadap Nadiem tidak hanya berhenti di media sosial, tetapi juga di ruang publik.
“Semangat pak,”
terdengar berkali-kali sebagai pesan solidaritas dari para pengemudi yang ingin memberikan semangat kepada Nadiem.
Kehadiran driver ojol juga memberi dampak psikologis positif terhadap Nadiem. Ia menyatakan bahwa dukungan tersebut membantu meningkatkan kepercayaan dirinya meski harus menghadapi tekanan hukum. “Saya sangat berterima kasih atas dukungan mereka. Visit Agenda ini membuat saya merasa bahwa tidak semua orang menentang kebijakan yang saya lakukan,” tambah Nadiem. Pihak keluarga dan kerabat Nadiem mengapresiasi partisipasi driver ojol sebagai bentuk perwakilan rakyat yang merasa terjaga keadilan dalam proses penuntutan.
Beberapa hari sebelum visit agenda di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, para driver ojol telah melakukan kegiatan kampanye di berbagai tempat. Mereka menempelkan poster dan spanduk yang berisi pesan dukungan terhadap Nadiem. Pihak pengacara juga menyatakan bahwa kehadiran driver ojol memberi pengaruh signifikan terhadap atmosfer sidang. “Visit Agenda ini membantu menunjukkan bahwa Nadiem memiliki banyak pendukung, termasuk dari kalangan yang bekerja di sektor layanan digital,” kata Otto Cornelis Kaligis. Dengan kehadiran yang cukup besar, Nadiem diperkirakan akan menerima dukungan moral yang memperkuat keberaniannya dalam menghadapi sidang tuntutan.
Visit Agenda kali ini juga menjadi momen untuk menyoroti peran penting masyarakat dalam proses hukum. Keberadaan para driver ojol menunjukkan bahwa perlawanan terhadap tuntutan bisa datang dari berbagai lapisan masyarakat. Mereka memberikan semangat dengan kehadiran fisik, menunjukkan bahwa dukungan mereka tidak hanya terbatas pada media sosial atau pendapat publik, tetapi juga menjadi bagian dari peristiwa nyata.
“Semangat pak,”
terus mengalun dari mulut ke mulut para pengemudi, sebagai bentuk kebersamaan dalam menyemangati tokoh yang pernah menjadi pengambil kebijakan di bidang pendidikan.
