Prabowo Terbuka Soal Penyebab Gaji Guru dan ASN Masih Rendah
Topics Covered – Jakarta, Liputan6.com – Dalam pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo Subianto membahas penyebab utama rendahnya penghasilan guru, pegawai kepolisian, dan ASN (Aparatur Sipil Negara). Ia menyatakan bahwa masalah ini tidak hanya berasal dari kebijakan terkini, tetapi juga akumulasi dari kesalahan pengelolaan keuangan Indonesia yang berlangsung sejak era awal kemerdekaan.
Sejarah Kekayaan Negara yang Mempengaruhi Kebijakan Saat Ini
Prabowo menjelaskan bahwa aliran dana keluar negeri dari Indonesia telah berlangsung lama, bahkan sejak masa pemerintahan Soekarno. Menurutnya, kebijakan ekonomi yang dipandu oleh kekuatan asing dan gerakan pemberontakan memicu ketidakstabilan, sehingga menurunkan daya beli masyarakat dan memperkecil anggaran untuk kebutuhan dasar seperti gaji guru dan ASN. “Kita tidak bisa memilih masa 50-an yang selalu terpengaruh oleh intervensi asing,” tambahnya.
Dalam RAPBN 2027, Prabowo menyoroti bahwa kekayaan negara terus terbuang ke luar negeri. Ia mencatat bahwa dalam 22 tahun terakhir, inflow-outflow ekonomi Indonesia mencapai total 436 miliar dolar AS, tetapi sekitar 343 miliar dolar AS telah meninggalkan negeri ini. Topics Covered juga mencakup peran aliran dana ini dalam mengurangi dana yang tersedia untuk pelayanan publik dan kesejahteraan pegawai.
Analisis Aliran Dana dan Dampaknya pada Anggaran
Menurut Prabowo, arus dana yang terus mengalir ke luar negeri memicu ketidakseimbangan dalam perekonomian Indonesia. Ia menyebut bahwa hal ini menyebabkan anggaran dalam negeri menjadi kurang memadai, sehingga gaji guru dan ASN tetap terbatas. “Itu sebabnya, gaji para tenaga pendidik dan pegawai negara masih kecil, karena sebagian besar dana digunakan untuk kebutuhan eksternal,” jelasnya.
Kebijakan fiskal yang diusulkan dalam RAPBN 2027, Topics Covered akan mencakup upaya untuk memperbaiki aliran dana dan meningkatkan anggaran dalam negeri. Prabowo menekankan bahwa kebijakan ini penting untuk memastikan kesejahteraan pekerja publik. “Dengan memperkuat pengelolaan kekayaan dalam negeri, kita bisa meningkatkan gaji dan kesejahteraan bagi para guru dan ASN,” tuturnya.
Prabowo juga menyoroti tantangan geopolitik dan geoekonomi yang berdampak langsung pada kondisi ekonomi Indonesia. Ia menyatakan bahwa perang di berbagai wilayah dunia, meski jauh dari Indonesia, tetap memengaruhi kehidupan masyarakat. “Kita sekarang menghadapi situasi yang penuh konflik, ketegangan, dan ketidakpastian, yang berdampak pada kemampuan negara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tambahnya.
Dalam Topics Covered ini, Prabowo juga menyebut bahwa upaya meningkatkan anggaran untuk guru dan ASN harus diiringi dengan reformasi struktural. Ia mengkritik kebijakan yang selama ini mengalihkan dana ke sektor-sektor lain, sehingga meninggalkan sektor pendidikan dan pemerintahan dengan alokasi yang tidak memadai. “Kita harus memprioritaskan kebutuhan warga negara, terutama para pekerja publik yang menjadi tulang punggung pelayanan masyarakat,” ujarnya.
Langkah Kebijakan untuk Memperbaiki Kondisi
Prabowo menegaskan bahwa hadir langsung di Rapat Paripurna DPR RI adalah langkah penting untuk mengupas Topics Covered terkait dengan kebijakan fiskal dan makroekonomi. Ia menyatakan bahwa dengan pengelolaan dana yang lebih efisien, Indonesia bisa memperkuat daya beli rakyat dan meningkatkan kesejahteraan guru serta ASN. “Presiden harus memberikan gambaran jelas tentang arah kebijakan ekonomi untuk memastikan keseimbangan antara pengeluaran dalam dan luar negeri,” tambahnya.
Menyusul pidato tersebut, Prabowo berharap pemerintah dapat melakukan perubahan signifikan dalam pembangunan ekonomi. Ia menekankan bahwa Topics Covered ini bukan hanya tentang gaji, tetapi juga tentang keadilan dan kesejahteraan dalam perekonomian. “Kita perlu menciptakan sistem yang lebih transparan dan adil, agar semua pihak, termasuk guru dan ASN, bisa mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
