Topics Covered: Prabowo Sambut Kunjungan Kenegaraan PM India di Istana Merdeka
Pertemuan Prabowo dan Modi di Istana Merdeka: Pertemuan Bilateral yang Menjanjikan Topics Covered - Jakarta (Liputan6.com) - Pada hari Selasa, 7 Juli 2026
Pertemuan Prabowo dan Modi di Istana Merdeka: Pertemuan Bilateral yang Menjanjikan
Topics Covered – Jakarta (Liputan6.com) – Pada hari Selasa, 7 Juli 2026, Presiden Prabowo Subianto menyambut kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Narendra Modi di Istana Merdeka. Pertemuan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-India, yang telah terjalin sejak era pemerintahan pertama Prabowo pada tahun 2025. Berdasarkan laporan Liputan6.com, Modi tiba di Monumen Nasional (Monas) sekitar pukul 10.22 WIB, dengan rombongan yang tiba di area kawasan Istana Merdeka.
Kunjungan PM Modi ke Jakarta ini diharapkan mendorong kolaborasi di berbagai sektor, seperti ekonomi, energi, dan teknologi. Sebelum sampai ke Istana Merdeka, rombongan Modi melewati kawasan Monas dengan rombongan mobil yang beriringan. Puluhan pasukan berkuda membawa bendera Indonesia dan personel Polisi Militer menggunakan sepeda motor besar untuk mengawal rombongan. Prosesi ini menegaskan keterlibatan pemerintah dalam memperhatikan kehormatan dan kenyamanan tamu negara.
Prosesi Sambutan dan Pertemuan Formal
Pertemuan di Istana Merdeka dimulai dengan upacara penyambutan resmi yang dilakukan oleh sejumlah pihak. Lagu kebangsaan kedua negara dikumandangkan, disertai bunyi meriam sebanyak 21 kali. Setelah upacara, Prabowo dan Modi melakukan pertemuan resmi yang melibatkan delegasi masing-masing. Delegasi Indonesia mencakup Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, serta sejumlah menteri lainnya.
“Topics Covered ini merupakan kesempatan emas untuk memperdalam kerja sama dan meningkatkan kualitas hubungan bilateral antara Indonesia dan India,” ujar Sugiono, pejabat kementerian yang hadir dalam acara tersebut, di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, termasuk potensi kerja sama dalam sektor pertahanan, pendidikan, kesehatan, dan pengembangan infrastruktur. Sugiono menambahkan, kolaborasi dalam bidang teknologi menjadi fokus utama, dengan harapan dapat meningkatkan kapasitas kedua negara dalam menghadapi tantangan global. “Kita juga berdiskusi tentang rencana peningkatan kapasitas logistik dan perjanjian ekonomi yang akan menopang pertumbuhan ekonomi bersama,” tambahnya.
Di sela-sela acara, Prabowo dan Modi melakukan pertemuan satu lawan satu yang lebih santai. Mereka berdiskusi tentang isu-isu terkini, termasuk kerja sama dalam bidang energi terbarukan dan penguatan kerja sama militer. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk mencapai kesepakatan jangka panjang dalam berbagai sektor prioritas. “Pertemuan ini bukan hanya simbolis, tapi juga fokus pada implementasi kerja sama nyata,” jelas Sugiono.
Langkah Strategis dan Harapan Masa Depan
Acara ini diakhiri dengan jamuan makan resmi yang dihadiri para delegasi dan tamu undangan. Setelahnya, Prabowo diagendakan untuk mengunjungi Candi Prambanan bersama Modi pada hari Rabu, 8 Juli 2026, sebagai bagian dari kegiatan kerja sama restorasi budaya. Pertemuan di Istana Merdeka ini juga menjadi pengingat bahwa Indonesia dan India memiliki visi strategis yang sejalan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas regional.
“Pertemuan hari ini membuktikan bahwa Topics Covered dalam hubungan bilateral kita sudah mencapai level yang lebih matang. Kita memiliki target yang jelas untuk mengembangkan kerja sama ekonomi dan teknologi, serta memperkuat kerjasama di tingkat pemerintahan,” kata Prabowo dalam wawancara tertutup setelah acara.
Di sisi lain, Modi menekankan pentingnya Topics Covered dalam meningkatkan kemitraan dengan Indonesia, khususnya dalam bidang energi dan pendidikan. “Indonesia memiliki potensi besar dalam industri energi terbarukan, dan kita berharap bisa menjadi mitra strategis dalam bidang ini,” ujarnya. Selain itu, Modi juga menyebutkan bahwa kerja sama dalam pendidikan, khususnya di bidang sains dan teknologi, akan menjadi pilar utama dalam meningkatkan kualitas SDM kedua negara.
