Petinggi Gerindra Panggil Anggota DPRD Jember karena Merokok dan Bermain Game Saat Rapat
Topics Covered – Dalam rapat paripurna Senin (12/5/2026), Topics Covered menjadi sorotan utama setelah Partai Gerindra mengumumkan pemanggilan terhadap Achmad Syahri Assidiqi, anggota DPRD Jember, atas kebiasaan kontroversialnya. Video yang menunjukkan Syahri bermain game sambil merokok di tengah sesi rapat memicu reaksi dari pimpinan partai, termasuk laporan ke Majelis Kehormatan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Topics Covered ini menjadi bahan perdebatan di media sosial dan masyarakat luas, mengingat tindakan tersebut dinilai mengganggu konsentrasi dalam proses legislatif.
Kepastian Jadwal Pemeriksaan dan Penyebab Pemanggilan
Surat pemanggilan resmi dikeluarkan oleh Majelis Kehormatan Partai Gerindra, ditandatangani oleh Ketua Habiburokhman. Surat tersebut menyebutkan bahwa pemanggilan akan dilaksanakan Jumat, 15 Mei 2026, di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Pasar Minggu, pukul 14.00. Pemanggilan ini dianggap sebagai respons terhadap video yang viral pada 12 Mei 2026, yang menunjukkan Syahri melakukan dua aktivitas sekaligus—bermain game dan merokok—saat rapat tentang stunting. Topics Covered ini menggambarkan sikap anggota dewan yang dinilai kurang serius dalam menjalankan tugas.
“Pemanggilan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga etos kerja dan citra Partai Gerindra sebagai pihak yang profesional,”
Reaksi dan Upaya Penjelasan dari DPRD Jember
Setelah video Syahri mendapat sorotan, Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, langsung meminta maaf dan mengakui kelakuan anggotanya. Ia menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut sudah dilaporkan ke pimpinan partai Gerindra dan akan diproses sesuai aturan. Topics Covered ini tidak hanya mengecam sikap Syahri, tetapi juga mengingatkan seluruh anggota dewan untuk lebih memperhatikan tata cara rapat dan tanggung jawab publik. Selain itu, oknum yang bersangkutan terancam dikenai sanksi administratif hingga penjatuhan sanksi kedisiplinan berat.
“Kasus ini resmi ditangani oleh Badan Kehormatan DPRD Jember, yang akan mengaudit kebiasaan Syahri selama masa tugasnya. Topics Covered ini menunjukkan bahwa partai tidak segan memberikan tindakan tegas untuk menjaga kualitas kinerja legislatif,”
Profil Anggota DPRD Termuda dan Tugasnya
Achmad Syahri Assidiqi, lahir pada 21 Juni 1999 di Jember, adalah anggota DPRD Jember periode 2024-2029 dari fraksi Gerindra. Sebelum menjabat sebagai wakil rakyat, ia pernah menjabat demisioner presiden mahasiswa IAI Al-Qodiri Jember selama 2019-2021. Saat ini, Syahri duduk di Komisi D yang berwenang mengurusi penanggulangan bencana, pendidikan, kesehatan, sosial, pemuda, olahraga, pemerdayaan perempuan, dan tenaga kerja. Meski masih termuda di DPRD Jember, tindakan kontroversinya membuat ia menjadi pusat perhatian publik.
Topics Covered ini juga mengungkapkan pentingnya disiplin dalam proses rapat, khususnya di tengah peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan daerah. Pemanggilan Syahri diharapkan menjadi contoh bagi anggota dewan lainnya agar tidak mengulangi kesalahan serupa.
Pelanggaran Disiplin dan Dampak pada Partai Gerindra
Kepemimpinan Partai Gerindra kembali menegaskan komitmennya pada etos kerja melalui pemanggilan Achmad Syahri Assidiqi. Tindakan anggota dewan yang dinilai tidak profesional ini berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap partai, terutama dalam konteks kinerja legislatif. Topics Covered menunjukkan bahwa disiplin internal menjadi prioritas, termasuk pengawasan terhadap anggota yang baru masuk ke DPRD Jember. Meski Syahri belum mengikuti pendidikan kader di Hambalang, ia tetap diproses secara serius sesuai aturan partai.
“Dengan pemanggilan ini, Partai Gerindra menegaskan bahwa kebiasaan buruk dalam rapat akan dipertanyakan, meski pelakunya adalah anggota dewan yang baru mengambil alih tugas,”
Rekomendasi dan Harapan Masyarakat
Kritik terhadap tindakan Syahri tidak hanya berasal dari internal partai, tetapi juga dari masyarakat. Banyak pihak menginginkan anggota dewan lebih fokus pada aspirasi rakyat ketimbang melakukan aktivitas pribadi. Topics Covered ini memperlihatkan bahwa pengawasan terhadap kehadiran dan keaktifan anggota dewan harus lebih ketat, terutama dalam pengambilan keputusan penting. Pemanggilan Syahri diharapkan menjadi momentum untuk menegaskan komitmen Gerindra terhadap transparansi dan integritas dalam politik.
Sebagai pelajaran, Topics Covered ini menekankan bahwa setiap anggota dewan wajib menjaga sikap profesional dan menghindari kesan tidak serius dalam menjalankan tugas. DPRD Jember juga mengingatkan Syahri untuk segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, agar masyarakat dapat memahami maksud dan tujuan dari kebiasaan yang ia lakukan.
