Terbongkar dari Ponsel, Polisi Usut Kekerasan Seksual Pelatih Skate ke Murid
Terbongkar dari Ponsel – Kasus kekerasan seksual yang dilakukan seorang pelatih skate terhadap muridnya berusia 16 tahun di Tangerang Selatan akhirnya terungkap berkat bukti-bukti yang ditemukan melalui ponsel korban. Polisi dari Polda Metro Jaya tengah menginvestigasi dugaan tindakan tersebut, yang didasarkan pada komunikasi antara pelaku dan korban. “Berdasarkan hasil penyidikan awal, pelaku diduga memanfaatkan posisi sebagai pelatih untuk mendekati korban secara lebih dekat,” jelas Kombes Pol Rita Wulandari, Kamis (21/5/2026).
Penyelidikan Berawal dari Bukti Digital
Kasus ini muncul setelah keluarga korban menemukan sejumlah bukti yang terkait kekerasan seksual, termasuk pesan teks dan video yang menunjukkan interaksi tidak sehat antara pelaku dan korban. Menurut informasi yang diterima, kejadian tersebut terjadi dalam beberapa bulan di Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan. Korban kemudian diberi pendampingan sebelum memberikan pernyataan resmi kepada penyidik. “Kami sangat menghargai kesadaran korban dan keluarga dalam membuka informasi ini,” tambah Rita.
“Penyidik telah memeriksa korban, keluarga, saksi, ahli psikologi, ahli digital forensik, serta tenaga medis untuk memperkuat pembuktian perkara,” ujar Rita.
Proses Investigasi yang Intensif
Pendampingan korban menjadi fokus utama selama penyelidikan berlangsung. Kasubdit 3 Ditres PPA dan PPO Polda Metro Jaya, Kompol Donny Kristian Bara’langi, mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan barang bukti elektronik dan dokumen pendukung. “Kami ingin memastikan korban tetap memiliki ruang aman selama proses hukum berlangsung,” tandas Donny. Selain itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan rekan-rekan korban untuk mengumpulkan lebih banyak fakta.
Ponsel menjadi sumber informasi kunci dalam memperjelas kronologi kekerasan seksual. Dengan bantuan ahli digital forensik, penyidik mampu mengidentifikasi jejak digital yang mencurigakan dan menelusuri aktivitas pelaku selama berinteraksi dengan korban. “Bukti-bukti yang diperoleh dari ponsel sangat membantu kami dalam menyusun laporan lengkap,” lanjut Donny.
Impak Kasus dan Langkah Selanjutnya
Kasus ini menimbulkan kecaman di kalangan masyarakat, terutama terkait kepercayaan yang diberikan kepada pelatih dalam lingkungan olahraga. Selain itu, keluarga korban juga mengungkapkan kekhawatiran akan dampak psikologis yang dialami anaknya. “Kami berupaya meminimalkan stres korban dengan memberikan bantuan psikologis secara terus-menerus,” jelas Rita. Pihak kepolisian berencana mempercepat proses penyidikan untuk memastikan keadilan tercapai.
Dalam beberapa hari terakhir, tim penyidik juga memperluas pemeriksaan ke berbagai sumber, termasuk rekan korban dan pelatih lain. “Dugaan pelaku melakukan tindakan kekerasan seksual secara terus-menerus selama beberapa bulan, sehingga kami perlu memverifikasi seluruh aspek terkait,” kata Donny. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan apakah tindakan pelaku terbukti dan siapakah pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini.
