3 Kawasan di Tangsel Disulap Jadi Fasilitas Mewah
Revitalisasi Berdasarkan New Policy
New Policy – Berdasarkan New Policy yang diterapkan Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel), tiga wilayah yang dulunya kumuh dan telantar berhasil diubah menjadi ruang publik berkualitas. Proyek ini melibatkan Taman Cinere Mas Pisangan, Alun-alun Pondok Ranji, dan Taman Ciputat Timur. Transformasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan warga dan memperkuat ekosistem kota yang lebih ramah lingkungan. “New Policy ini memastikan bahwa lahan-lahan yang terbengkalai diubah menjadi ruang terbuka yang berguna untuk masyarakat,” tutur Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat mengunjungi lokasi revitalisasi.
Proses Revitalisasi dan Manfaat Masyarakat
Kawasan-kawasan yang direvitalisasi mengalami perubahan fisik signifikan. Misalnya, Taman Cinere Mas Pisangan yang dahulu hanya berupa area kosong dan tidak terawat kini dilengkapi jalur lari, lapangan olahraga, dan taman bermain anak-anak. Fasilitas ini dapat digunakan secara gratis oleh seluruh warga, menjadikannya titik kumpul baru. “New Policy ini memberikan peluang kepada warga untuk lebih dekat dengan lingkungan hijau,” imbuh Pilar. Selain itu, Alun-alun Pondok Ranji yang dulu berupa bekas kantor kelurahan dan kecamatan sekarang menjadi pusat aktivitas komunal yang dinamis.
Keberlanjutan dan Peran Masyarakat
Dalam mengimplementasikan New Policy, Pemkot Tangsel juga fokus pada keberlanjutan fasilitas. Proses pengoperasian taman-taman baru dilakukan secara bertahap, dengan masa retensi selama enam bulan. Pilar menekankan pentingnya partisipasi warga dalam merawat lingkungan. “New Policy tidak hanya tentang pembangunan, tapi juga kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keindahan ruang publik,” jelasnya. Keterlibatan warga melalui program bank sampah dan pertanian kota (urban farming) menjadi bagian dari strategi tersebut.
Revitalisasi tiga kawasan ini merupakan bagian dari New Policy yang mengutamakan pengembangan infrastruktur ramah lingkungan dan inklusif.
Detail Fasilitas dan Desain
Setiap area revitalisasi dirancang dengan perhatian khusus terhadap kebutuhan masyarakat. Taman Cinere Mas Pisangan, misalnya, memiliki fasilitas multi-fungsi seperti lapangan basket, voli, dan tenis yang bisa digunakan oleh berbagai kalangan usia. Di Taman Ciputat Timur, penataan ulang lapangan sepak bola dan penggunaan lahan belakang Kantor Kecamatan menjadi fokus utama. “New Policy mendorong penggunaan lahan secara optimal, bahkan di bagian yang sebelumnya dianggap tidak produktif,” ujar Pilar. Taman bermain anak-anak di Alun-alun Pondok Ranji juga dirancang untuk memfasilitasi kegiatan olahraga sejak dini.
Komitmen Terhadap Pengembangan Kota
Pemkot Tangsel berkomitmen untuk melanjutkan transformasi kota melalui New Policy. Selain tiga kawasan yang sedang dikerjakan, ada rencana untuk memperluas program ini ke area lain. “New Policy ini menjadi landasan untuk mengubah Tangsel menjadi kota yang lebih hijau dan berkelanjutan,” papar Pilar. Ia juga menyebutkan bahwa revitalisasi ini membuka peluang ekonomi lokal, seperti penggunaan lahan untuk pertanian kota yang bisa dijual atau diolah secara kreatif.
Manfaat untuk Lingkungan dan Kesehatan
Revitalisasi tiga kawasan ini tidak hanya meningkatkan estetika kota, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pilar menjelaskan bahwa ruang terbuka hijau (RTH) baru bisa mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas hidup warga. “New Policy mencakup kebijakan lingkungan yang berkelanjutan, termasuk penghijauan kawasan kumuh,” lanjutnya. Selain itu, penambahan fasilitas seperti toilet umum dan ruang mandi akan memudahkan aksesibilitas bagi seluruh kalangan.
