Tangis Istri Kacab Bank Pecah di Persidangan: Sakit Ini Akan Terasa Seumur Hidup
Sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta
Tangis Istri Kacab Bank Pecah di Persidangan – Di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/5), istri dari almarhum kepala cabang (kacab) bank, Puspita Aulia, menolak ajakan para terdakwa untuk memaafkan mereka. Puspita mengatakan, rasa sakit yang dirasakannya tidak bisa dihilangkan begitu saja.
“Saya mohon jangan memaksa saya memberikan maaf saat ini karena ini sangat menyakitkan,” ujar Puspita dalam persidangan.
Puspita mengungkapkan bahwa tindakan tiga anggota Kopassus yang diduga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan suaminya telah menyebabkan luka mendalam.
“Apa yang terjadi kemarin membuat hati saya sakit seumur hidup,” lanjutnya.
Kehilangan suami berdampak besar pada kehidupan Puspita. Ia kini menjadi ibu tunggal yang harus menanggung beban ekonomi dan emosional.
“Bagaimana istri bisa menghidupi anak-anak tanpa suami? Bagaimana putra-putrinya bisa bertahan jika ingat ayah mereka diculik, dianiaya hingga meninggal?” tanyanya.
Puspita menyebut anak-anaknya masih merindukan sosok MIP sebagai ayah. Mereka sering berdoa agar sang ayah bisa kembali meski hanya sejenak.
“Adik ini setelah shalat subuh berdoa, ‘Ya Allah ampuni ayah, Ya Allah jaga ayah di sana, Ya Allah izinkan ayah ke sini sebentar’,” ucap Puspita.
Penasihat hukum dari tiga terdakwa mengajukan permintaan maaf sebagai bentuk penyesalan. Mereka juga berharap keluarga almarhum dapat menerima doa tersebut.
“Dari hati kami memohon maaf yang tulus kepada keluarga almarhum, apakah Bapak dan Ibu bisa memberikan pengertian?” tanya Penasihat Hukum.
Para terdakwa, yaitu Serka MN, Kopda FH, dan Serka FY, didakwa terlibat dalam penculikan serta pembunuhan MIP.
