Special Plan: Pengusaha Buah Kolombo Manfaatkan KUR BRI Pasok MBG
Special Plan – Liputan6.com, Jakarta – Dalam kondisi tantangan yang terus menghiasi dunia usaha, seorang pengusaha muda dari Pasar Kolombo, Sleman, berhasil mengubah nasibnya berkat program pemerintah yang disebut Makan Bergizi Gratis (MBG). Anita Sari, yang berusia 29 tahun, menjalankan usaha buah berbasis kios kecil namun mampu memenuhi permintaan dua dapur besar setiap hari. Usaha ini merupakan bagian dari Special Plan yang dirancang untuk memperkuat akses masyarakat terhadap makanan bergizi, sekaligus memberi peluang ekonomi bagi para pengusaha lokal.
Tantangan Awal dan Peluang Pandemi
Pembukaan usaha Anita terjadi tahun 2021, saat pandemi memaksa banyak orang menyesuaikan pola hidup. Awalnya, ia mengambil langkah berani untuk merintis bisnis sendiri, jauh dari kestabilan pekerjaan tetap. “Pandemi mengajarkan saya bahwa usaha kecil bisa bertahan kalau punya visi jelas,” kata Anita kepada Liputan6.com. Ia memilih buah sebagai bidang usaha karena melihat tingginya permintaan sehat dan alami dari konsumen, termasuk pihak yang terlibat dalam Special Plan.
“Saya ingin punya usaha, jadi tidak sabar lagi menunggu,”
Dengan memanfaatkan ketersediaan buah segar dari Pasar Gamping dan pertanian lokal Wonosobo, Anita bisa menjaga kualitas produk. Perubahan pola konsumsi juga membuka peluang baru, sehingga usahanya menjadi bagian dari program nasional MBG yang menjadi bagian dari Special Plan. “Ini adalah peluang besar,” imbuhnya.
Stabilitas Usaha dari Sinergi Keluarga
Pelaksanaan usaha Anita tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga dukungan keluarga. Suaminya dan adiknya menjadi bagian dari tim pengiriman, memastikan paket buah bisa sampai ke dapur-dapur yang diakui oleh Special Plan. “Suami yang antar barang, adik bantu, tapi urusan belanja tetap saya,” jelas Anita. Sinergi ini memperkuat operasional usaha, terutama dalam menghadapi permintaan yang meningkat karena program MBG.
“Yang nyuplai itu suami aku, sama adikku juga. Jadi suami yang anterin dibantu adikku. Tapi kalau urusan belanjanya tetap sama aku,”
Kurangnya biaya operasional yang stabil menjadi tantangan utama. Untuk menjaga konsistensi pasokan, Anita menghabiskan dana lebih dari Rp50 juta setiap 10 hari. Meski biaya tinggi, keberhasilan usahanya dalam menyukseskan Special Plan memberi kepercayaan bahwa bisnis ini layak terus dijalani.
Dana KUR BRI: Penyelamat dalam Kondisi Pandemi
Salah satu faktor kunci keberhasilan Anita adalah akses dana dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Program ini memungkinkan usahanya berkembang dan menjadi bagian dari Special Plan. “Awalnya mau belajar pinjaman bank, ternyara KUR BRI menawarkan modal MBG,” katanya. Cicilan yang ringan dan proses pencairan cepat menjadi keuntungan besar bagi Anita, yang sebelumnya kesulitan mendapatkan dana dari institusi keuangan lain.
“Cicilannya ringan, jadi bisa bayar. BRI itu sudah terkenal, soalnya sangat berpengaruh dan membantu sekali,”
Dengan pendapatan bersih sekitar Rp1 juta per hari, Anita mampu menutupi biaya operasional dan menyisihkan dana untuk tabungan. Meski tidak selalu stabil, usaha ini tetap menjadi bagian dari Special Plan yang memperkuat kemandirian ekonomi dan kesehatan masyarakat.
Ekspansi Target dan Konsistensi Pasokan
Menjelang rencana penambahan kuota MBG, Anita berharap bisa menambah satu dapur lagi bulan ini. Jika terwujud, jumlah paket yang ia pasok akan naik dari 5.000 menjadi 7.000 per hari. “Insya Allah bulan ini tambah satu dapur. Jadi besok bisa jadi 7.000-an,” harapnya. Kenaikan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperkuat kontribusi Anita dalam Special Plan.
“Kalau MBG, kadang lebih dari satu juta. Masih bisa untuk tabungan kios,”
Usaha ini menjadi contoh nyata bagaimana Special Plan bisa mendorong keberlanjutan bisnis. Anita berharap program serupa bisa diperluas ke lebih banyak pengusaha lokal, agar mereka juga bisa memanfaatkan peluang ekonomi yang disediakan oleh pemerintah. “KUR BRI dan Special Plan memberi saya semangat untuk terus berjuang,” pungkasnya.
