357 Hunian Tetap Terbangun, Penyintas Bencana Sumatra Makin Dekat Tinggalkan Huntara
Solution For – Liputan6.com, Jakarta – Proses pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan dengan baik. Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengklaim bahwa pembangunan hunian tetap ini dilakukan bertahap dengan tetap memprioritaskan kualitas bangunan agar aman dan layak untuk dihuni jangka panjang.
Berdasarkan catatan Satuan Tugas PRR per 11 Mei 2026, jumlah hunian tetap yang rampung di tiga provinsi terdampak mencapai 357 unit. Angka ini mengalami peningkatan dari 248 unit yang tercatat pada 8 Mei 2026. Dalam tiga hari terakhir, penambahan 109 unit hunian tetap atau kenaikan sekitar 43,9 persen tercatat.
Kebutuhan hunian tetap secara keseluruhan di tiga provinsi mencapai 39.335 unit, dengan 996 unit masih dalam proses pengerjaan. Aceh menjadi wilayah yang paling membutuhkan, dengan kebutuhan sebanyak 28.910 unit, diikuti Sumatera Utara sebanyak 7.601 unit dan Sumatera Barat 2.824 unit.
Hunian tetap di Aceh telah selesai 108 unit, sedangkan 719 unit masih dalam pembangunan. Di Sumatera Utara, progres pembangunan tergolong pesat dengan 227 unit rampung dan 225 unit belum selesai. Sementara di Sumatera Barat, 22 unit telah selesai dibangun, sementara 52 unit masih dalam tahap penyelesaian.
Pembangunan hunian tetap ini melibatkan kerja sama dari berbagai institusi, seperti Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pemerintah daerah, serta organisasi kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi Indonesia dan Kadin Indonesia.
Hunian tetap memerlukan proses yang lebih panjang dibandingkan hunian sementara untuk memastikan kualitas bangunan tetap terjaga. “Hunian tetap ini dirancang agar bisa selesai secara bertahap. Jika dibandingkan dengan hunian sementara, perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikannya,” jelas Amran di Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Amran menambahkan bahwa korban bencana saat ini telah memiliki tempat tinggal sementara yang layak, sambil menunggu hunian tetap selesai dibangun. “Pemerintah berupaya mempercepat proses penyelesaian hunian tetap, tetapi tetap menjaga standar kualitas. Tujuannya agar warga bisa segera pindah ke hunian yang lebih permanen,” pungkas Amran.
