Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Official Announcement: 4 Bulan Jalan Amblas di Pulo Gadung Tak Kunjung Diperbaiki

Mary Hernandez 3 mins read 9 views

ulo Gadung Masih Belum Diperbaiki Official Announcement: Sebuah kejadian amblas jalan di Pulo Gadung, Jakarta Timur, telah menimbulkan kekhawatiran warga

Official Announcement: 4 Bulan Jalan Amblas di Pulo Gadung Tak Kunjung Diperbaiki

Official Announcement: 4 Bulan Jalan Amblas di Pulo Gadung Masih Belum Diperbaiki

Official Announcement: Sebuah kejadian amblas jalan di Pulo Gadung, Jakarta Timur, telah menimbulkan kekhawatiran warga setelah mengalami kerusakan selama empat bulan. Lokasi yang mengalami keretakan berada di Jalan Kayu Mas Utara, atau dikenal juga sebagai Jalan Cinta, RT 011/RW 03, Kelurahan Pulo Gadung. Meski berbagai upaya telah dilakukan, jalan tersebut belum diperbaiki secara permanen, menimbulkan risiko bagi masyarakat sekitar.

Kerusakan yang Menyebabkan Kesulitan Berkegiatan

Kerusakan jalan terjadi tiba-tiba, tepat saat Lebaran 2026. Retakan kecil yang muncul awalnya dianggap remeh oleh warga, namun dalam beberapa hari terus membesar hingga mengakibatkan bagian jalan menggembung. Arif, Bendahara RT setempat, mengungkapkan kejadian ini mengguncang warga karena retakan terus meluas hingga dekat pos RT. “Kerusukannya terjadi sekitar satu hari setelah Lebaran. Saat itu, retakan sudah terlihat, dan saya menyuruh Pak RW untuk menghentikan penggunaan ekskavator besar karena ada dampak yang terasa,” kata Arif kepada Liputan6.com, Senin (6/7/2026).

Menurut Arif, aktivitas pengerukan tanah menggunakan ekskavator besar diduga menjadi penyebab utama kerusakan. Awalnya, pengurus RW meminta ganti ekskavator dengan ukuran lebih kecil setelah menerima laporan dari warga. Namun, meski ada upaya untuk mengurangi dampaknya, jalan tersebut belum diperbaiki meski telah mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Upaya Warga untuk Meminimalkan Risiko

Sekitar sepekan setelah Lebaran, jalan akhirnya amblas, menyisakan lubang besar yang mengancam keamanan pengguna jalan. Arif menyebut kondisi bawah permukaan jalan sudah hancur, sehingga memerlukan tindakan darurat. “Kalau pas Lebaran nggak ada orang, alat berat yang ditaruh di situ mungkin bisa nyebur kali. Karena tiba-tiba langsung ambruk kan,” sambung Arif.

Kerusakan tersebut juga berdampak pada lima hingga enam rumah warga. Sejumlah bangunan mengalami retak, bahkan ada dinding yang terbelah. Warga terpaksa menutup area yang amblas dengan tanggul sederhana untuk menghindari risiko terhadap anak-anak dan pengguna jalan. Meski demikian, solusi sementara ini belum mampu mengatasi masalah akar dari kerusakan yang terjadi.

Proses Pengawasan dan Tindak Lanjut

Sejak kejadian awal, laporan telah disampaikan ke Dinas SDA, Satpol PP, kelurahan, hingga Pemerintah Kota Jakarta Timur. Namun, meski beberapa pejabat telah meninjau lokasi, Official Announcement dari pihak terkait belum mampu menghasilkan perbaikan permanen. “Dinas-dinas terkait udah, Dinas SDA, Satpol PP udah dateng, kelurahan, wali kota. Pernah ada tinjauan juga, tapi ya cuma gini-gini aja. Belum tindak lanjut, cuma itu doang baru pemasangan kayu ulin doang untuk menahan biar gak melebar,” jelas Arif.

Pemasangan kayu ulin sebagai upaya sementara dilakukan sekitar sepekan setelah jalan amblas. Meski alat berat sudah dipindahkan, jalan tersebut masih dalam kondisi rentan. Arif menyebut bahwa Official Announcement dari pemerintah belum menyertakan rencana jangka panjang, sehingga masyarakat merasa kecewa dan khawatir akan kemacetan serta ancaman terhadap infrastruktur lain.

Penyebab Utama dan Dampak pada Lingkungan

Menurut warga setempat, kerusakan terjadi karena penggunaan ekskavator besar yang beroperasi di area tersebut. Retakan awalnya muncul saat penggunaan alat berat untuk pengerukan kali, namun dalam waktu singkat, kerusakan berdampak pada permukaan jalan dan bangunan di sekitarnya. Arif menyatakan bahwa warga telah memberikan peringatan sejak awal, tetapi Official Announcement dari pemerintah masih bersifat reaktif.

Kerusakan juga mengganggu aktivitas harian warga, termasuk akses ke pasar, sekolah, dan tempat ibadah. Meski ada beberapa upaya untuk memperbaiki, seperti pemasangan kayu ulin dan pengaturan lalu lintas, jalan tersebut tetap menjadi fokus perhatian karena belum stabil. “Kalau jalan ini tidak diperbaiki, risiko terhadap masyarakat akan terus meningkat,” imbuh Arif.

Perspektif Warga dan Harapan ke Depan

Pihak kelurahan dan pemerintah setempat masih menunggu Official Announcement yang lebih konkrit dari pihak terkait. Warga mengharapkan tindak lanjut yang lebih cepat agar masalah bisa segera diatasi. “Warga sudah mengeluhkan masalah ini selama empat bulan, tapi belum ada solusi yang jelas,” ujar Arif.

Kejadian ini menjadi contoh bagaimana kerusakan infrastruktur bisa terjadi secara tiba-tiba dan berdampak besar jika tidak diawasi secara intensif. Dengan Official Announcement yang lebih jelas, warga yakin perbaikan akan terus diupayakan. Namun, sampai saat ini, penyelesaian masih belum memuaskan, sehingga masyarakat terus mengingatkan pihak pemerintah untuk bergerak lebih aktif.

Gabung diskusi