Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Melihat Lebih Dekat Pelican Crossing Bundaran HI Usai Viral Cekcok Satpam vs Sopir Alphard

Jessica Hernandez - beritaterbaik.com 3 mins read 3 views

Tempat penyebrangan pejalan kaki yang dikenal sebagai pelican crossing di halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, kembali menarik perhatian publik

Melihat Lebih Dekat Pelican Crossing Bundaran HI Usai Viral Cekcok Satpam vs Sopir Alphard

Pelican Crossing Bundaran HI Kembali Jadi Sorotan Pasca Insiden Satpam dan Sopir Alphard

Beritaterbaik.com – Tempat penyebrangan pejalan kaki yang dikenal sebagai pelican crossing di halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, kembali menarik perhatian publik. Kejadian ini bermula dari sebuah insiden yang melibatkan seorang petugas keamanan dan pengemudi mobil Alphard beberapa waktu lalu. Tim Liputan6.com melakukan kunjungan langsung ke lokasi tersebut pada hari Jumat, tanggal 24 Juli 2026, untuk melihat kondisi terkini.

Kehadiran Petugas Dishub di Lokasi

Di lokasi kejadian, terlihat jelas petugas dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang bertugas membantu pejalan kaki menyebrang. Petugas tersebut ditempatkan di area pelican crossing yang berada di depan Pullman Hotel Jakarta, sementara sisi lainnya masih kosong. Saat ditemui, petugas menjelaskan bahwa jadwal jaga mereka berlangsung pada sore hari, tepatnya pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.

“Ini jaga di jam pelayanan aja. Jam pelayanan ada dua di pagi sama sore. Kalau pagi dari jam 07.00 sampai jam 09.00 WIB,” ujar petugas Dishub kepada Liputan6.com.

Menurut keterangan petugas, insiden yang viral tersebut terjadi ketika seorang satpam sedang berusaha menyebrang. Melihat mobil Alphard melintas, ia secara refleks memukul bagian belakang kendaraan. Petugas Dishub menilai tindakan tersebut murni sebagai refleks, bukan karena niat jahat dari satpam.

“Satpamnya lagi nyebrang, itu mobil melintas aja gitu lewat, ya namanya refleks, laki lagi, jadi langsung deh pukul mobil. Kalau kata saya sih itu refleks aja, pasti satpam enggak ada niat buat mukul mobil,” jelasnya.

Perubahan Perilaku Pengendara

Tim Liputan6.com menghabiskan waktu sekitar satu jam di lokasi. Pengamatan menunjukkan bahwa para pengendara kini lebih tertib. Mereka berhenti saat lampu pelican crossing berwarna merah dan baru melanjutkan perjalanan ketika lampu menyala hijau atau mendapat isyarat dari petugas Dishub.

Narasi Fiktor Harefa yang Diluruskan

Sementara itu, Fiktor Harefa, satpam yang terlibat dalam insiden tersebut, telah meluruskan informasi yang beredar di media sosial. Ia menegaskan bahwa tindakan bersujud bukan karena paksaan dari pengemudi Alphard, melainkan atas kemauannya sendiri.

“Kalau sujud itu, itu kemauan saya sendiri karena saya udah ketakutan, udah emosi, sama otak saya itu juga sudah terganggu kemarin,” kata Fiktor di Mapolsek Metro Menteng pada hari Jumat, 24 Juli 2026.

Fiktor menyampaikan pernyataan tersebut saat memenuhi panggilan penyidik untuk bertemu dengan pengemudi Alphard. Sebelum hadir di Mapolsek, ia masih menjalankan tugasnya sebagai satpam.

“Masih. Ini tadi saya datang dari lokasi,” ujarnya singkat.

Mengenai harapannya, Fiktor menginginkan perlakuan yang sama seperti yang ia alami saat insiden terjadi.

“Ya, saya maunya sih mereka itu melakukan seperti saya diperlakukan waktu itu pada saat itu,” katanya.

Peran Kuasa Hukum dan Prospek Mediasi

Wiradarma Harefa, kuasa hukum Fiktor, menjelaskan bahwa penyidik mempertemukan kedua belah pihak untuk memfasilitasi penyelesaian perkara. Namun, ia belum bisa memastikan apakah pertemuan tersebut akan menghasilkan mediasi atau menggunakan mekanisme lain.

“Iya, tadi kami dapet informasi dari penyidik, Kanit, bahwa kami diundang ke sini untuk datang karena memang si pengemudi itu sudah ada di sini. Dan Kanit mau memfasilitasi untuk dilakukan ya apakah itu dimediasi atau yang lain, kita lihat dulu apa, seperti apa nanti. Oke, gitu, kita baru datang ini,” ujar Wiradarma.

Versi Pengemudi Vicol

Pengemudi Toyota Alphard, yang dikenal dengan nama Vicol, juga memberikan keterangan mengenai kronologi kejadian melalui rekaman video. Menurutnya, peristiwa bermula saat ia sedang menunggu lampu lalu lintas di Bundaran HI. Setelah lampu berubah menjadi merah, giliran pejalan kaki untuk menyebrang. Namun, ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut.

“Pada awal kejadian kami lagi menunggu lampu merah di Bundaran HI. Setelah lampu merah tiba, giliran pejalan kaki yang lewat. Pada saat itu juga ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut,” ujarnya dalam rekaman video yang beredar pada Kamis, 23 Juli 2025.

Karena merasa kesal, Vicol memukul kaca mobil sambil berteriak agar pengemudi berhenti.

“Karena saya kesal, saya pukul kaca mobilnya. Saya teriak, ‘Woi, lampu merah!'” katanya.

Vicol kemudian menghampiri mobil yang bergerak perlahan dan menegur pengemudi kembali. Namun, pengemudi tidak membuka kaca mobilnya. Tiga orang kemudian keluar dari mobil, termasuk sopir, dan terjadi aksi saling dorong.

“Yang dua orang di sebelah kiri keluar, mereka keluar bertiga. Dan sopirnya juga keluar. Mereka dorong-dorong saya,” katanya.

Gabung diskusi