Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak Kudatuli

Jessica Hernandez - beritaterbaik.com 3 mins read 122 views

Jakarta – Pameran bertajuk "Meretas Jalan Demokrasi" resmi dibuka oleh Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai

Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak Kudatuli

Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak Kudatuli Beritaterbaik.com – Jakarta – Pameran bertajuk "Meretas Jalan Demokrasi" resmi dibuka oleh

Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak Kudatuli

Beritaterbaik.com – Jakarta – Pameran bertajuk “Meretas Jalan Demokrasi” resmi dibuka oleh Megawati Soekarnoputri, Presiden kelima Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPP PDI Perjuangan. Acara berlangsung di Ruang Museum Koleksi Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan tiga dekade peristiwa Kudatuli yang terjadi pada 27 Juli 1996. Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak Kudatuli menjadi momen bersejarah bagi keluarga besar partai dan masyarakat Indonesia.

Megawati hadir di lokasi sekitar pukul 15.50 WIB dengan mengenakan pakaian berwarna merah yang dipadukan dengan selendang batik. Ia tidak datang sendirian, melainkan didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, serta putra kandungnya, M. Prananda Prabowo yang juga merupakan Ketua DPP PDIP. Setelah tiba, Megawati langsung disambut oleh para pengurus DPP PDIP sebelum melakukan pemotongan pita sebagai simbol pembukaan pameran.

Perjalanan Sejarah dalam Pameran

Setelah upacara peresmian, Megawati bersama Prananda dan pengurus partai melakukan tur keliling ruang pameran. Bonnie Triyana, seorang sejarawan sekaligus Kepala Badan Sejarah PDIP, bertindak sebagai pemandu yang menjelaskan berbagai arsip dan foto yang dipajang. Pameran ini menyajikan kronologi perjalanan bangsa dari tahun 1965 hingga 1999, mencakup sejarah politik Bung Karno, kiprah Megawati di kancah politik nasional, serta rangkaian peristiwa Kudatuli dan Reformasi.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian Megawati adalah foto ikonik saat dirinya memberikan keterangan pers setelah terpilih sebagai Ketua Umum PDI pada tahun 1993. Bonnie Triyana menjelaskan bahwa foto tersebut merupakan karya dari fotografer ternama pada masa itu. Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak Kudatuli melalui pameran ini menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian sejarah perjuangan bangsa.

Ini foto yang sangat ikonik dari perwarta foto saat itu.

Megawati juga memperhatikan serangkaian foto yang mendokumentasikan penyerbuan Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58, Menteng, Jakarta Pusat. Beberapa gambar menunjukkan kondisi bangunan yang rusak berat akibat penyerbuan tersebut. Di ruangan terpisah, Megawati duduk menonton video dokumenter yang mengulas peristiwa Kudatuli secara lebih mendalam. Prananda tampak antusias mendengarkan penjelasan dari para sejarawan tentang peran generasi muda dalam reformasi.

Jejak Kudatuli yang Terungkap

Sebelum meninggalkan TIM, Megawati menuliskan pesan di papan akrilik yang telah disediakan di area pintu keluar pameran. Acara kemudian berlanjut dengan sesi penyampaian testimoni oleh tiga tokoh yang menjadi pelaku sejarah peristiwa Kudatuli. Mereka berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana peristiwa tersebut mengubah wajah politik Indonesia.

Kudatuli terjadi pada 27 Juli 1996 di Kantor DPP PDI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Konflik kepengurusan PDI antara kubu Megawati Soekarnoputri dan kubu Soerjadi yang didukung pemerintah Orde Baru menjadi pemicu utama. Penyerbuan terhadap kantor yang ditempati pendukung Megawati kemudian memicu kerusuhan. Berdasarkan data Komnas HAM, insiden ini menewaskan lima orang, melukai 149 orang, dan menyebabkan 23 orang dinyatakan hilang.

Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak Kudatuli melalui pameran ini menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian sejarah perjuangan bangsa. Pameran ini juga menjadi media edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya memahami akar demokrasi Indonesia. Melalui arsip-arsip yang dipajang, pengunjung dapat merasakan kembali semangat perjuangan para pendahulu dalam memperjuangkan hak-hak rakyat.

Untuk informasi terkini dan terpercaya, pembaca dapat mengakses Berita Liputan6.

Frequently Asked Questions

Apa itu Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak?

Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak penting?

Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Megawati dan Prananda Menyibak Kembali Jejak ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

Gabung diskusi