Kemendagri Minta Pemda Tindak Lanjuti Kenaikan Harga Cabai Merah di 242 Daerah
Meeting Results menunjukkan bahwa Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mengambil langkah konkret mengatasi kenaikan harga cabai merah yang terjadi di 242 daerah. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Jakarta, Senin (11/5/2026), Tomsi menekankan perlunya respons cepat dari seluruh pemangku kebijakan untuk mencegah dampak inflasi yang lebih luas.
Analisis Kenaikan Harga Cabai Merah
Berdasarkan data yang disampaikan Kemendagri, kenaikan harga cabai merah di 242 daerah mencerminkan kondisi pasar yang terganggu. Cabai merah, sebagai komoditas penting dalam makanan sehari-hari, mengalami lonjakan harga karena keterbatasan pasokan dan kenaikan biaya produksi. Tomsi menyebutkan bahwa tren ini berpotensi mengurangi daya beli masyarakat, terutama di wilayah dengan tingkat ketergantungan pada bahan pokok yang tinggi.
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat bahwa beberapa daerah belum aktif dalam program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), yang bertujuan meningkatkan produksi cabai merah secara berkelanjutan. Program ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, dengan harapan mampu memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor. Tomsi Tohir mengingatkan bahwa Pemda harus lebih proaktif dalam mengimplementasikan CPCL, karena hal ini sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga di tingkat lokal.
Strategi Pemda dalam Stabilisasi Harga
Tomsi Tohir menegaskan bahwa Pemda memiliki tanggung jawab penuh dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, termasuk cabai merah. “Dengan rapat rutin setiap minggu dan pengalaman bertahun-tahun menghadapi dinamika musiman, kita harus mampu mengatasi pola kebiasaan ini,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi dan peningkatan kapasitas pengelolaan harga oleh daerah.
Di sisi lain, Tomsi menyampaikan apresiasi terhadap stok beras nasional yang mencapai 5,19 juta ton, angka tertinggi sepanjang sejarah. Namun, ia menyoroti bahwa beberapa wilayah masih mengalami kenaikan harga beras, sehingga perlu adanya upaya lebih intensif dari Perum Bulog untuk mendistribusikan beras secara merata. Meeting Results menyoroti bahwa stabilisasi harga tidak hanya tergantung pada satu komoditas, melainkan memerlukan kebijakan yang komprehensif.
Salah satu saran yang diberikan dalam Meeting Results adalah memperkuat sistem pengawasan harga di daerah. Tomsi menyebutkan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi acuan penting dalam mengendalikan inflasi, dan Pemda harus memastikan harga cabai merah tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan. Selain itu, ia menyarankan penggunaan data historis harga cabai untuk memprediksi fluktuasi dan mengantisipasi krisis sebelum terjadi.
Tomsi Tohir juga meminta pihak terkait, seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pangan Nasional (Bapanas), untuk memberikan laporan berkala mengenai dinamika harga cabai. Dengan demikian, Kemendagri berharap dapat memberikan saran yang lebih tepat dalam upaya stabilisasi harga. Meeting Results diharapkan menjadi wadah koordinasi yang efektif antara pusat dan daerah dalam mengatasi kenaikan harga bahan pokok.
Peran Stakeholder dalam Memantau Kenaikan Harga
Rapat tersebut dihadiri oleh beberapa direktur dan deputi, termasuk Direktur Statistik Harga BPS Sarpono, Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas Rinna Syawal, serta Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Popy Rufaidah. Mereka membagikan data terkini mengenai kondisi harga cabai di berbagai wilayah, termasuk analisis fluktuasi yang dipengaruhi oleh faktor cuaca, permintaan pasar, dan distribusi.
Tomsi menambahkan bahwa kenaikan harga cabai merah tidak bisa diatasi hanya dengan tindakan terbatas. Pemda harus menjalin kerja sama lebih baik dengan Kementerian Pertanian dan menjaga ketersediaan pasokan melalui penyediaan area tanam yang terorganisasi. Dengan Meeting Results, Kemendagri berharap mampu membangun kerangka kerja yang terstruktur dan memastikan respons cepat dalam situasi krisis harga.
Di akhir Meeting Results, Tomsi Tohir mengingatkan bahwa peningkatan harga cabai merah berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga, terutama di daerah pedesaan. “Kita harus mencegah kenaikan harga yang terus-menerus karena dapat mengganggu kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi daerah adalah prioritas utama dalam menjaga keseimbangan ekonomi nasional.
