Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Main Agenda: Muktamar ke-35 Digelar di Jombang, Ini Instruksi PBNU

Jessica Hernandez 3 mins read 15 views

Main Agenda: Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama Digelar di Jombang Pemilihan Lokasi dan Waktu Muktamar ke-35 Main Agenda - Sebagai keputusan penting dalam sejarah

Main Agenda: Muktamar ke-35 Digelar di Jombang, Ini Instruksi PBNU

Main Agenda: Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama Digelar di Jombang

Pemilihan Lokasi dan Waktu Muktamar ke-35

Main Agenda – Sebagai keputusan penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama (NU), Muktamar ke-35 akan diadakan pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Keputusan ini diumumkan oleh Ketua Panitia OC Muktamar Ke-35 NU, Saifullah Yusuf, dalam rapat gabungan antara syuriyah dan tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Main Agenda penyelenggaraan acara ini adalah memastikan keselarasan antara visi dan misi NU, serta mengevaluasi perkembangan organisasi dalam menghadapi tantangan masa kini. PBNU mengungkapkan bahwa penentuan lokasi dan waktu membutuhkan konsultasi panjang, dengan mempertimbangkan faktor geografis, infrastruktur, dan dampak sosial terhadap masyarakat sekitar.

Sebelumnya, ada beberapa ketegangan dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Senin (22/6/2026). Beberapa peserta masih berselisih karena merasa keputusan lokasi belum final. Tegangan terjadi saat diusulkan bahwa Muktamar ke-35 akan diadakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Namun, melalui proses musyawarah yang intens, PBNU akhirnya menyepakati penyelesaian sementara dengan menetapkan Jombang sebagai tuan rumah. Main Agenda keputusan ini didasari oleh kepentingan bersama untuk memperkuat koordinasi antarwilayah dan memastikan sukses penyelenggaraan acara.

“Kepada seluruh peserta muktamar, kami mengajak untuk bersama-sama mensukseskan Main Agenda ini dengan semangat kebersamaan dan kegembiraan. Semua keputusan yang dihasilkan nantinya akan menjadi fondasi bagi keberlanjutan jamiyah NU di masa depan,” ujar KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU, dalam sidang musyawarah.

Persiapan dan Fasilitas untuk Muktamar ke-35

Persiapan untuk Muktamar ke-35 telah dimulai secara serius. PBNU menekankan bahwa Main Agenda acara ini mencakup beberapa poin utama, seperti evaluasi kebijakan organisasi, peran pesantren dalam mendorong pendidikan keagamaan, dan strategi pengembangan NU di tengah dinamika kehidupan politik dan sosial Indonesia. Selain itu, acara ini diharapkan menjadi platform untuk menyatukan perbedaan, menggali potensi daerah, serta membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya konsolidasi keagamaan.

Para pengurus cabang dari seluruh Indonesia telah diberi instruksi untuk aktif berpartisipasi dalam Muktamar ke-35. Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kebersamaan peserta akan menjadi penentu keberhasilan Main Agenda yang diusung. PBNU juga berharap acara ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan inspirasi bagi masyarakat luas. Dalam perjalanan sejarahnya, Muktamar memiliki peran kunci dalam membentuk kebijakan dan arah pengembangan NU, sehingga Main Agenda ke-35 diharapkan menjadi bumi konsensus yang berdampak jangka panjang.

Untuk memastikan kelancaran penyelenggaraan, PBNU berkoordinasi dengan PWNU Jawa Timur, PCNU Jombang, serta pesantren-pesantren di Tambakberas. Fokus utama persiapan adalah menyediakan akomodasi yang memadai, layanan pendukung seperti transportasi dan penerangan, serta fasilitas untuk pendidikan dan dialog antarwilayah. Main Agenda ini juga melibatkan pelibatan masyarakat sekitar sebagai bagian dari kegiatan yang berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Dalam proses pemilihan lokasi, Jombang dipilih karena memiliki riwayat panjang sebagai pusat kegiatan keagamaan. Pesantren Tambakberas, yang menjadi tempat utama acara, dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang mendorong pengembangan pemikiran Islam kontemporer. Main Agenda Muktamar ke-35 diharapkan menjadi pengingat bahwa NU tidak hanya sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai pelaku transformasi masyarakat melalui pendidikan, dakwah, dan kebijakan sosial.

Sebagai bagian dari Main Agenda ke-35, PBNU juga mengumumkan bahwa acara ini akan dihadiri oleh ribuan peserta, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, ulama, dan pemuda. Dengan penyelesaian sementara lokasi di Jombang, PBNU menegaskan komitmennya untuk menjadikan Muktamar sebagai bentuk pertemuan berkualitas, di mana setiap keputusan yang diambil akan menghasilkan dampak nyata. Acara ini menjadi simbol keberlanjutan NU dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman modern.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Gabung diskusi