Latest Update: Polisi Tak Tampilkan Foto Hasil Geledah Rumah Sentul, Ini Alasannya
pilkan Foto Hasil Geledah Rumah Sentul, Ini Alasannya Latest Update - Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat penyelidikan terkait kasus korupsi
Latest Update: Polisi Tidak Menampilkan Foto Hasil Geledah Rumah Sentul, Ini Alasannya
Latest Update – Kepolisian Republik Indonesia terus memperkuat penyelidikan terkait kasus korupsi melalui operasi penggeledahan di berbagai lokasi. Salah satu titik fokus adalah rumah milik Febrie Adriansyah di Parahyangan Golf II, Sentul City, Kabupaten Bogor, yang menjadi bagian dari penyidikan tiga perkara utama. Meski barang bukti seperti emas, mata uang asing, dan uang tunai telah ditemukan, polisi sementara tidak menampilkan foto hasil geledah. Hal ini didasarkan pada penjelasan dari Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, yang mengungkap alasan di balik keputusan tersebut.
“Barang bukti yang kami kumpulkan salah satunya adalah objek foto tersebut,” ujar Kombes Budi Hermanto, Jumat (10/7/2026). “Namun, foto-foto ini sementara belum ditampilkan ke publik karena masih dalam proses verifikasi dan analisis lebih lanjut.”
Dalam operasi terbaru, tim penyidik menemukan brankas terkunci yang berisi tujuh koper. Isi koper tersebut mencakup 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, dan uang tunai Rp 100 juta. Bukan hanya barang bukti fisik, penyidik juga menyita dokumen-dokumen penting serta perangkat telepon genggam yang diduga terkait kasus korupsi. Meski foto keluarga ditemukan dalam brankas, polisi belum mengunggahnya karena masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Latest Update – Penyidikan terhadap rumah Sentul ini terkait dengan dugaan keterlibatan Febrie Adriansyah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Ia mengakui bahwa rumah tersebut memang milik pribadinya dan sudah dimiliki sejak lama. Febrie menjelaskan bahwa keberadaan barang bukti di dalam rumah bisa dilihat dari tahapan kepemilikan yang tercatat. Namun, ia juga menegaskan bahwa foto-foto dalam brankas bukanlah bukti langsung terkait dugaan kriminal.
Proses Penyelidikan yang Memperjelas
Kepolisian menegaskan bahwa penggeledahan di rumah Sentul dilakukan secara sistematis dan terbuka. “Kami menjaga transparansi dalam penyelidikan, termasuk menampilkan foto hasil geledah setelah semua proses verifikasi selesai,” kata Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto. Proses ini menjadi bagian dari penyidikan tiga dugaan kasus korupsi yang saling terkait, yakni korupsi blackout batu bara di PLN, pengelolaan PT Asabri periode 2020–2025, serta korupsi penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
Dalam penyelidikan tersebut, tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya juga memeriksa dugaan suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terkait ketiga perkara. Proses penggeledahan di 13 lokasi sejak Rabu (8/7/2026) menunjukkan keseriusan polisi dalam mengungkap korupsi yang melibatkan pihak-pihak terkemuka. Latest Update – Polisi berharap dengan penyidikan ini, seluruh fakta dapat diungkap secara akurat dan transparan.
Transparansi dan Keterlibatan Publik
Penyidik menekankan bahwa tidak menampilkan foto hasil geledah bukan berarti menyembunyikan informasi. “Ini adalah bagian dari strategi kami untuk memastikan kebenaran setiap bukti sebelum membagikannya ke publik,” kata Budi Hermanto. Dengan demikian, polisi berupaya menghindari kesan bahwa foto-foto tersebut bisa digunakan untuk memperkuat atau melemahkan dugaan terhadap Febrie dan timnya.
Latest Update – Penyidikan terhadap Febrie Adriansyah telah memperlihatkan keterlibatan yang signifikan dalam tiga kasus korupsi. Selain barang bukti fisik, dokumen-dokumen yang disita diharapkan dapat mengungkap alur dana dan transaksi yang dilakukan. Meski foto keluarga masih belum diungkapkan, penyidik memastikan bahwa semua bukti akan diperiksa secara mendalam sebelum dipublikasikan. “Kami ingin menjaga integritas penyelidikan,” tambah Totok Suharyanto.
Sebagai bagian dari operasi penyelidikan, polisi juga memeriksa berbagai lokasi seperti kantor perusahaan, apartemen, dan tempat usaha lainnya. Lokasi-lokasi tersebut mencakup PT CBS di Cengkareng Timur, PT KNI di Petojo Selatan, rumah MN di Serpong Utara, serta Kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer di Cipete. Penggeledahan di lokasi-lokasi ini menjadi upaya untuk memperoleh bukti tambahan dalam penyelidikan kasus korupsi yang sedang dijalani.
