Latest Program: Operator Parkir Blok M Square Diduga Raup Rp 100 Juta per Hari Secara Ilegal
Latest Program – Liputan6.com, Jakarta – Dalam penyelidikan terhadap penyimpangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kawasan Blok M Square, Jakarta Selatan, Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI Jakarta menemukan indikasi besar uang masyarakat diambil secara ilegal oleh operator parkir. Penyelidikan ini mengungkap kebocoran PAD yang terjadi selama lebih dari 15 tahun, dengan dugaan bahwa operator parkir mampu mengumpulkan hingga Rp 100 juta per hari tanpa izin resmi. Dugaan ini semakin mengemuka dalam konteks Latest Program yang diharapkan menjadi sorotan publik dan pemerintah.
Analisis Kebocoran PAD
Menurut Ketua Pansus Perparkiran, Ahmad Lukman Jupiter, data yang dihimpun menunjukkan bahwa pendapatan dari layanan parkir di Blok M Square tercatat tidak sesuai dengan realitas. Ia menjelaskan bahwa sistem pengumpulan dana ini diatur secara tidak transparan, bahkan menyebutkan bahwa operator parkir memiliki akses untuk mengontrol data laporan keuangan secara langsung. “Dalam beberapa tahun terakhir, operator parkir mampu memperoleh keuntungan sebesar Rp 100 juta per hari, termasuk di dalam Latest Program yang seharusnya mengatur pengelolaan pendapatan secara adil,” tegas Jupiter. Ia menambahkan bahwa kerugian negara diprediksi mencapai lebih dari Rp 50 miliar, yang berasal dari kesenjangan antara omzet parkir yang sebenarnya dan dana yang dilaporkan ke pemerintah.
“Kami menemukan bukti bahwa operator parkir tidak hanya mendapat uang dari pengguna jasa, tetapi juga mengambil keuntungan besar melalui tata cara yang tidak disetujui. Ini menjadi bagian dari Latest Program yang seharusnya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan PAD,” ujar Jupiter.
Praktik Pengemplangan Pajak
Penyelidikan juga menyoroti praktik pengemplangan pajak yang terjadi secara sistematis. Dalam laporan, ditemukan bahwa laporan keuangan dan pembayaran ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta tidak mencerminkan jumlah transaksi sebenarnya. Jupiter menjelaskan bahwa pengemplangan ini dilakukan melalui manipulasi data, sehingga pendapatan yang seharusnya masuk ke kas daerah terlewatkan. “Laporan mutasi rekening dan neraca mereka tidak selaras dengan transaksi yang terjadi, dan ini terjadi dalam rangkaian Latest Program yang mengatur pengelolaan pendapatan daerah,” kata dia. Ia menegaskan bahwa tim Pansus telah meminta data lengkap selama lebih dari satu bulan, tetapi belum ada penjelasan jelas dari pihak terkait.
Pansus juga mengungkap bahwa kebocoran PAD terkait dengan kerja sama operasional antara perusahaan swasta dan BUMD. Lahan yang dikelola oleh Pasar Jaya telah diserahkan ke PT Melawai, lalu dioperasikan oleh anak usaha, PT Karya Utama Perdana (KUP), sebelum akhirnya diakui oleh pihak ketiga, yaitu Best Parking. “Proses kerja sama ini menciptakan celah di mana operator parkir bisa mengambil keuntungan maksimal tanpa pengawasan ketat, yang seharusnya menjadi bagian dari Latest Program,” imbuh Jupiter. Penyelidikan ini juga memicu kecurigaan bahwa ada kompromi antara pengelola dan pihak pemerintah dalam pengelolaan pendapatan.
Langkah Pemerintah dalam Penegakan
Dalam rangkaian tindakan tegas, Pansus Perparkiran mengusulkan penegakan hukum terhadap operator parkir yang diduga melakukan penyimpangan. Salah satu langkah konkret adalah penyegelan enam pintu masuk parkir Blok M Square, sebagai tindakan sementara untuk menghentikan transaksi ilegal. “Latest Program tidak hanya tentang menemukan masalah, tetapi juga tentang memperbaikinya melalui tindakan nyata,” lanjut Jupiter. Selain penyegelan, Dishub DKI Jakarta juga mengambil alih operasional parkir sementara, sebagai langkah untuk memastikan pengelolaan yang lebih transparan.
Langkah ini diharapkan dapat memperbaiki sistem pengelolaan pendapatan daerah di Blok M Square. Pansus berharap bahwa penyegelan dan pengambilalihan operasional bisa menjadi pelajaran bagi pihak terkait agar tidak mengulangi kesalahan serupa. “Latest Program ini juga memberi pesan kuat bahwa pemerintah akan mengawasi pengelolaan pendapatan secara ketat, terutama di kawasan strategis seperti Blok M Square,” tutur Jupiter. Ia menegaskan bahwa investigasi akan terus dilakukan hingga semua indikasi penyimpangan terungkap secara lengkap.
