Latest Program: BNN Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Ganja, Dikendalikan Warga Malaysia
BNN Ungkap Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Ganja oleh Warga Malaysia Latest Program - Liputan6.com, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil
BNN Ungkap Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Ganja oleh Warga Malaysia
Latest Program – Liputan6.com, Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI berhasil mengungkap jaringan penyelundupan ganja besar berupa 3,37 ton kuncup bunga cannabinoid yang diduga dikendalikan oleh warga negara Malaysia. Operasi yang berlangsung di Gresik, Jawa Timur, menangkap 12 pelaku, termasuk satu warga negara asing. Tindakan ini menjadi bagian dari upaya pemberantasan narkotika dalam rangka mengoptimalkan strategi penegakan hukum terkini.
Langkah Kolaboratif Melawan Narkoba
Dalam operasi penyelundupan ini, BNN bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Kepolisian Republik Indonesia. Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa kerja sama lintas instansi menjadi kunci sukses dalam operasi Latest Program. “Jaringan ini menyusuri jalur perdagangan internasional, sehingga koordinasi yang intensif diperlukan untuk menghentikan arus barang,” jelas Suyudi dalam jumpa pers di Gresik, Kamis (2/7).
“Tersangka menyamarkan kuncup ganja sebagai produk lateks yang dikirim dari Thailand ke Indonesia. Gudang di Gresik berperan sebagai titik kumpul sebelum barang disebar ke pasar lokal,” tambah Suyudi, seperti dikutip Antara.
Pembaruan Modus Operandi dalam Penyelundupan
Latest Program ini menunjukkan perubahan strategi para pelaku narkoba. Kuncup ganja diselundupkan dalam bentuk bahan baku yang tersembunyi dalam dokumen impor. Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Aswin Sipayung, menegaskan bahwa jaringan ini menerapkan teknik modern untuk menghindari deteksi. “Ganja disimpan dalam kondisi kering dan dingin, lalu diproses menjadi bahan untuk rokok elektrik atau vape sebelum dilepas ke masyarakat,” katanya.
“Kasus ini menggambarkan evolusi penyelundupan narkotika yang lebih canggih. Mereka memanfaatkan distribusi melalui jalur pabean untuk mempercepat pengiriman,” tutur Aswin, yang menyoroti keberhasilan operasi dalam menangani ancaman terbaru.
Pengungkapan di Tiga Wilayah Strategis
Operasi penyelundupan 3,37 ton kuncup ganja ini tidak hanya terjadi di Gresik. Pemerintah juga berhasil menangkap sindikat di Purwakarta, Jawa Barat, dan Jakarta. Tindakan ini bagian dari Latest Program yang fokus pada pengintaian kegiatan perdagangan gelap di berbagai titik kritis. “Seluruh lokasi digunakan untuk menyimpan dan mendistribusikan ganja dalam bentuk bahan pangan,” terang Suyudi.
“Laporan BNN menunjukkan adanya keterlibatan warga Malaysia dalam pengelolaan jaringan. Modus operandi mereka sangat rapi, dengan sistem pembagian tugas dan logistik terencana,” jelas Suyudi, yang menekankan pentingnya pengawasan internasional.
Konteks Penyelundupan Terbaru
Latest Program ini mencerminkan keterlibatan aktif BNN dalam pemberantasan narkoba skala besar. Dengan jumlah barang yang mencapai ribuan kilogram, keberhasilan operasi ini menjadi langkah penting dalam melindungi masyarakat dari penggunaan ganja ilegal. Menurut data BNN, kasus penyelundupan dari Malaysia telah meningkat 15% dibanding tahun sebelumnya.
“Penggunaan kuncup ganja sebagai bahan baku mengurangi risiko deteksi, tetapi BNN telah menemukan cara untuk mengidentifikasi jalur perdagangan ini secara lebih efektif,” kata Aswin, yang menyoroti inovasi dalam investigasi.
Langkah Selanjutnya dalam Pemberantasan Narkoba
Sebagai bagian dari Latest Program, BNN berencana memperluas operasi ke kawasan lain di Indonesia. “Kami akan mengintensifkan pengawasan di pelabuhan dan bandara, serta meningkatkan kerja sama dengan pihak Malaysia,” kata Suyudi. Dengan penangkapan 3,37 ton ganja, BNN menegaskan komitmen dalam menekan perdagangan narkoba secara berkelanjutan.
“Selain menyita barang, tim penyidik juga mengamankan dokumen pendukung dan alat komunikasi pelaku. Ini membantu mengungkap jaringan lebih luas di luar Gresik,” tambah Aswin, yang menyoroti pengembangan kasus dalam rangka menangkap pelaku utama.
