Jelang Iduladha: Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban di Jakarta Masih Terkendali
Key Issue menjadi sorotan utama dalam persiapan Iduladha tahun ini, terutama di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa harga hewan kurban di Ibu Kota tetap terjaga stabil hingga saat ini. “Dalam rangka memastikan Key Issue utama, yaitu ketersediaan dan harga hewan kurban, kami sudah mengambil langkah-langkah strategis,” ujarnya saat diwawancara di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (13/5/2026). Menurut Pramono, sistem distribusi yang terpadu serta pengawasan pihak terkait berhasil mencegah lonjakan harga yang signifikan. Ia menekankan bahwa masyarakat bisa merasa tenang karena stok hewan terpantau aman, sehingga kebutuhan kurban bisa terpenuhi tanpa gangguan ekonomi.
Persiapan Masa Depan untuk Keberlanjutan Kurban
Dalam rangka menjaga Key Issue ketersediaan hewan kurban, Pramono mengungkapkan bahwa persiapan telah dimulai sejak awal tahun. Ketersediaan sapi dan kambing menjadi fokus utama, dengan jumlah stok yang disediakan lebih dari cukup untuk memenuhi permintaan selama Iduladha. “Kami telah menyiapkan cadangan hewan kurban agar tidak ada hambatan dalam distribusi,” tambah Pramono. Ia juga menyoroti peran Perumda Dharma Jaya sebagai penyedia utama hewan kurban, yang berkomitmen untuk menjaga kualitas dan kuantitas hewan sesuai standar yang berlaku. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan daging kurban di seluruh wilayah DKI Jakarta.
“Dharma Jaya (BUMD) sendiri sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Sehingga dengan demikian, mudah-mudahan kurban di Jakarta kalau toh naiknya tidak lebih dari inflasi,”
Proses Seleksi dan Infrastruktur RPH
Perumda Dharma Jaya, yang dianggap menjadi salah satu lembaga kunci dalam menangani Key Issue harga hewan kurban, telah melakukan seleksi hewan secara ketat. Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan bahwa setiap hewan yang disediakan harus memenuhi persyaratan kesehatan dan kualitas. “Sapi yang didatangkan berasal dari daerah terverifikasi dan wajib menjalani karantina serta pemeriksaan ulang oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta,” terangnya. Proses ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dijual memiliki nilai jual tinggi dan aman dikonsumsi oleh masyarakat.
“Tak hanya itu, Perumda Dharma Jaya juga mengerahkan sebanyak 100 personel profesional sebagai bagian dari standardisasi layanan, termasuk Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat serta tim pengemasan,”
Layanan Digital untuk Transparansi Harga
Untuk memperkuat Key Issue transparansi, Perumda Dharma Jaya menghadirkan data harga dan klasifikasi hewan kurban secara digital. Informasi ini dapat diakses melalui akun Instagram @djawarameat, yang menjadi platform utama pemantauan harga. “Kami ingin masyarakat bisa mendapatkan informasi akurat dan cepat,” ujar Raditya. Fasilitas ini juga memudahkan pengguna untuk membandingkan harga antarpenyedia, sehingga mempercepat proses pembelian dan mengurangi risiko penipuan. Selain itu, layanan digital ini membantu pemerintah dalam memantau dinamika pasar hewan kurban secara real-time.
“Melalui sistem layanan terpadu ini, kami memastikan aspek higienitas tetap terjaga mulai dari hulu hingga hilir. Selain itu, kami juga menjamin manajemen limbah hasil pemotongan dilakukan sesuai dengan regulasi lingkungan hidup yang berlaku,”
Penyediaan Daging Kurban yang Terjangkau
Pramono menggarisbawahi bahwa target penyediaan 900 ekor sapi dalam rangka Iduladha tahun ini berhasil dicapai. “Ini memastikan Key Issue aksesibilitas daging kurban tetap terpenuhi,” katanya. Pemotongan hewan dilakukan di RPH Cakung yang telah tersertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan Halal. Fasilitas ini mampu menampung 200 hingga 250 ekor per hari, sehingga mempercepat distribusi daging ke berbagai pasar. Dengan keberlanjutan sistem ini, harga jual daging kurban di Jakarta diprediksi tidak akan terlalu tinggi, meskipun ada sedikit peningkatan akibat faktor musiman.
“Kami percaya bahwa Key Issue inflasi tahun ini tidak akan memengaruhi signifikan harga hewan kurban. Seluruh langkah kami dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kualitas dan aksesibilitas,”
Potensi Dampak Stabilitas Harga pada Masyarakat
Stabilitas harga hewan kurban di Jakarta, yang disebut Pramono sebagai Key Issue utama, dinilai sangat berpengaruh pada daya beli masyarakat. Dengan harga yang terkendali, keluarga umat Islam dapat memenuhi kebutuhan kurban tanpa menguras biaya ekstra. “Ini adalah tugas penting pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap merasa nyaman dalam merayakan Iduladha,” kata Pramono. Ia juga menyebutkan bahwa pengawasan harga dilakukan secara terus-menerus, termasuk melalui pemeriksaan harga di beberapa pasar tradisional dan modern. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi kenaikan harga yang terjadi di luar rencana.
Dalam kesimpulan, Pramono menegaskan bahwa Key Issue stabilitas harga hewan kurban di Jakarta masih terpenuhi, dan semua pihak berkomitmen untuk menjaga ketersediaan hewan kurban dengan baik. “Kami yakin persiapan ini akan memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya. Dengan dukungan dari Perumda Dharma Jaya dan sistem pengawasan yang ketat, keberhasilan Key Issue ini akan menjadi bukti efektivitas manajemen pangan di DKI Jakarta. Dengan kata lain, semua upaya yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa Iduladha tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan harga.
