Badan Karantina Indonesia Siagakan Satgas 24 Jam Awasi Ternak Kurban
Key Discussion: Strategi Pengawasan untuk Pastikan Kualitas Ternak Kurban
Key Discussion menjadi fokus utama Badan Karantina Indonesia (BKI) saat menyiapkan penguatan pengawasan terhadap ternak kurban menjelang Iduladha 2026. Dalam rangka menjamin kualitas dan keamanan hewan yang akan dijual ke masyarakat, BKI telah mengambil langkah strategis dengan menyiapkan satgas karantina yang beroperasi selama 24 jam. Ini bertujuan untuk mengantisipasi risiko seperti penyelundupan atau penyakit menular yang bisa mengancam proses pengiriman ternak. Kepala BKI Abdul Kadir Karding menegaskan bahwa tim ini ditempatkan di UPT atau Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) yang menjadi jalur utama distribusi hewan kurban.
“Key Discussion dalam mitigasi risiko ini melibatkan lima pilar utama, yaitu analisis tren pergerakan ternak, evaluasi hambatan tahun sebelumnya, kesiapan sarana dan prasarana, penguatan regulasi, serta sinergi lintas sektor untuk aksi nyata pengawasan,” ujar Karding dalam rapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Penegakan Protokol Karantina dalam Alur Distribusi Ternak Kurban
Key Discussion terkait dengan penerapan protokol karantina di setiap tahapan alur distribusi ternak kurban menjadi prioritas. Dalam perjalanan dari sumber asal hingga tiba di konsumen, satgas karantina akan melakukan inspeksi menyeluruh. Hal ini meliputi pemeriksaan dokumentasi kepemilikan, pencocokan identitas hewan dengan data registrasi, serta pengambilan sampel untuk uji kesehatan. “Satgas juga fokus pada pengawasan lalu lintas hewan di jalur tidak resmi, karena sering menjadi celah penyelundupan,” tambah Karding.
Meningkatnya volume ternak yang masuk ke pasar kurban memerlukan kesiapan lebih intensif. Menurut data BKI, jumlah sapi yang terdaftar dalam lalu lintas Januari-April 2026 mencapai 198.925 ekor, naik 70 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kambing dan domba mencapai 103.216 ekor, meningkat 77 persen. Dengan pertumbuhan ini, Key Discussion tentang pengawasan menjadi lebih kritis, terutama untuk mencegah kejadian penyakit menular seperti PMK atau LSD yang bisa menyebar melalui hewan yang tidak memenuhi standar.
Persiapan dan Respons Terhadap Gangguan Kesehatan Ternak
Key Discussion tentang kesiapan BKI juga mencakup pengelolaan kondisi kesehatan ternak yang mungkin mengalami gangguan ringan selama transportasi. Pihaknya sudah memperketat kerja sama dengan dokter hewan pendamping untuk segera menangani kasus-kasus tersebut. Karding menjelaskan bahwa selain periksa secara rutin, tim juga melakukan patroli di lokasi penampungan sementara untuk memantau stres dan kesehatan hewan. “Kami siapkan SOP karantina yang ketat agar setiap hewan yang masuk pasar kurban tidak membawa risiko kesehatan,” tuturnya.
Peningkatan jumlah ternak yang dipasarkan juga memengaruhi kebutuhan infrastruktur dan sumber daya manusia. BKI telah menambah jumlah personel di BKHIT serta memperbaiki sistem informasi untuk memantau data secara real-time. Dengan Key Discussion ini, mereka berharap bisa menjamin keberlanjutan kualitas hewan kurban selama musim pengumpulan dan distribusi.
Dalam Key Discussion mengenai efektivitas satgas, Karding menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait, seperti peternak, pedagang, dan pengusaha pengiriman. “Kolaborasi ini menjadi kunci sukses dalam menjaga standar kesehatan hewan,” tambahnya. Selain itu, BKI juga mengupayakan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan ternak yang berasal dari sumber terpercaya dan telah melalui proses pemeriksaan. Ini merupakan bagian dari Key Discussion untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap produk kurban.
Hasil Monitoring dan Tindakan Pencegahan Kejadian Penyakit
Dari hasil Key Discussion dan pengawasan selama beberapa bulan terakhir, belum ada laporan kejadian penyakit menular dalam alur distribusi ternak kurban. Namun, BKI tetap waspada, terutama mengingat sejumlah hewan ternak mengalami gangguan kesehatan ringan selama transportasi. Hal ini menjadi perhatian utama dalam Key Discussion, karena bisa memicu kekhawatiran masyarakat jika tidak ditangani secara cepat dan terorganisir.
Karding mengungkapkan bahwa tim karantina juga fokus pada penguatan regulasi untuk mengatur dokumen keamanan hewan. “Kami pastikan setiap hewan yang masuk ke wilayah sasaran memiliki surat keterangan bebas penyakit (SKBP) yang valid,” katanya. Dengan Key Discussion ini, BKI berharap bisa menghindari kasus-kasus penyakit yang tidak terduga dan menjaga kestabilan pasar kurban selama Iduladha.
