Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Jalan Keluar Agar Tak Lagi Bermalam di Stasiun Cikarang

Daniel Smith - beritaterbaik.com 3 mins read 1 views

Stasiun Cikarang yang beroperasi selama dua puluh empat jam setiap hari menjadi tempat transit penting bagi ribuan penumpang. Sebagai stasiun integrasi yang

Jalan Keluar Agar Tak Lagi Bermalam di Stasiun Cikarang

Stasiun Cikarang: Penumpang Menanti Solusi Agar Tak Perlu Bermalam

Beritaterbaik.com – Stasiun Cikarang yang beroperasi selama dua puluh empat jam setiap hari menjadi tempat transit penting bagi ribuan penumpang. Sebagai stasiun integrasi yang melayani Commuter Line, Kereta Api Lokal, maupun Kereta Api Jarak Jauh, fasilitas ini menjadi titik pertemuan berbagai moda transportasi. Setiap harinya, sekitar dua puluh ribu pengguna Commuter Line memanfaatkan stasiun ini untuk perjalanan mereka. Selain itu, sebanyak lima ribu lima ratus orang menggunakan Commuter Line Lokal Walahar. Untuk kereta jarak jauh, rata-rata enam ratus enam puluh penumpang turun di lokasi tersebut setiap harinya.

Meskipun jumlah penumpang yang bermalam bervariasi setiap harinya, kondisi ini menjadi pilihan bagi banyak orang. Memejamkan mata di kursi atau tidur di lantai bukanlah situasi ideal untuk dilakukan secara berkelanjutan. Namun, bagi sebagian penumpang, hal ini merupakan satu-satunya cara agar tidak terlambat bekerja keesokan harinya.

Suara Penumpang yang Ingin Perubahan

Rian, seorang pemuda berusia dua puluh lima tahun, termasuk yang cukup sering menghabiskan malam di stasiun. Dalam seminggu, ia bisa menginap dua hingga tiga kali di lokasi tersebut. Meskipun sudah terbiasa dengan ketidaknyamanan yang ada, Rian berharap kondisi ini tidak berlangsung terus-menerus. Ia menginginkan solusi nyata bagi para penumpang yang selama ini terpaksa bermalam di stasiun.

Pendapat Rian cukup sederhana. Ia menginginkan adanya ruangan khusus bagi penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan pagi. Dengan demikian, mereka bisa lebih nyaman beristirahat saat menginap di stasiun. Selain itu, Rian juga berharap ada gerai makanan dan minuman yang beroperasi sepanjang malam. Hal ini penting untuk mengusir rasa lapar atau haus di tengah malam tanpa harus keluar dari area stasiun.

“Kalau yang saya inginkan sebenarnya sih lebih dipercepat sih (jam operasionalnya),” kata Rian.

Bagi Rian, pemajuan jam operasional kereta pertama merupakan jalan keluar terbaik. Dengan begitu, penumpang tidak perlu menunggu lama di stasiun hingga subuh pukul empat pagi. Rian juga menambahkan bahwa ia hanya menginginkan kenyamanan istirahat yang lebih baik saat menginap di stasiun.

Harapan Yori dan Penumpang Lainnya

Yori, berusia empat puluh dua tahun, menyampaikan harapan serupa. Meskipun baru pertama kali bermalam di Stasiun Cikarang, Yori meyakini setiap orang yang memilih menghabiskan malam di stasiun memiliki tujuan masing-masing. Ada yang hendak berangkat bekerja, ada pula yang ingin pulang ke rumah. Yori melihat sebagian orang rela bermalam karena menunggu kereta pertama agar berangkat kerja atau pulang lebih awal tanpa perlu desak-desakan.

Yori tidak memiliki banyak tuntutan terhadap fasilitas di stasiun. Baginya, yang penting selama penumpang menunggu perjalanan, bisa diberikan ruang istirahat di area stasiun. Ia juga menekankan bahwa penumpang bukan sekadar numpang tidur.

“Yang penting tidak diusir saja. Kita penumpang, bukan sekadar numpang tidur,” kata dia.

Bagi Yori dan Rian, atau bahkan penumpang-penumpang lainnya, bermalam di stasiun bukan gaya hidup atau pilihan yang menyenangkan. Mereka hanya berusaha mencari jalan yang paling efektif dan efisien agar tak tertinggal dalam perjalanan esok hari. Mereka berharap, ke depan terdapat kebijakan baru yang berpihak para penumpang, sehingga tidak lagi menghabiskan malam di ruang tunggu dengan kondisi seadanya hanya untuk mengejar kereta pertama.

Respons KAI Commuter

Karina Amanda, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, menjelaskan bahwa sejauh ini pihak KAI sudah menyediakan sejumlah fasilitas yang bisa digunakan oleh para penumpang. Namun, belum ada ruang tunggu khusus untuk tempat beristirahat. KAI Commuter juga sudah menyediakan bangku-bangku di area hall stasiun sebagai tempat tunggu pengguna yang turun di stasiun pada dini hari dan menunggu perjalanan pertama Commuter Line.

Disinggung mengenai usulan penambahan jadwal kereta pertama, Karina mengatakan hal tersebut harus mempertimbangkan berbagai aspek. Mulai dari sarana dan prasarana hingga pembersihan stasiun secara menyeluruh untuk kenyamanan pengguna di operasional pada pagi hari. Diketahui, jadwal keberangkatan pertama Commuter Line tujuan Angke saat ini yaitu pada pukul 04.12 WIB.

Selama jeda kedatangan kereta terakhir dan keberangkatan pertama, KAI Commuter terus memastikan petugas keamanan berjaga dengan baik. KAI Commuter juga memiliki tim pengamanan yang akan terus mengawasi area stasiun untuk menjaga keamanan stasiun hingga sarana dan prasarana yang ada. Agar transportasi publik yang juga digunakan semua warga dapat terjaga dan aman, juga nantinya operasional layanan dapat berjalan normal dan lancar.

KAI memastikan petugas keamanan mengedepankan cara-cara humanis dalam menjalankan tugas. Selagi tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban, penumpang dapat merasa lebih tenang saat menunggu perjalanan mereka.

Gabung diskusi