Dishub DKI Bangun Pelican Crossing di Bekas JPO Tendean
Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah resmi memulai proyek pembangunan pelican crossing sebagai solusi sementara di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta

Dishub DKI Bangun Pelican Crossing di Bekas JPO Tendean untuk Pemudik
Beritaterbaik.com – Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah resmi memulai proyek pembangunan pelican crossing sebagai solusi sementara di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan keamanan pejalan kaki di lokasi yang sebelumnya dilayani oleh Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean. Fasilitas penyeberangan baru ini diperkirakan akan siap beroperasi dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan, memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan akses penyeberangan yang aman.
Pelican crossing ini akan menjadi solusi sementara yang efektif hingga pembangunan JPO Tendean yang baru selesai. Kami telah menyelesaikan seluruh kajian teknis yang diperlukan untuk memastikan fasilitas ini dapat melayani kebutuhan masyarakat dengan optimal.
Proses Pengerjaan dan Koordinasi Antar Dinas
Proses konstruksi pelican crossing masih menunggu konfirmasi final dari Dinas Bina Marga terkait pembukaan area taman dan trotoar yang akan menjadi lokasi pemasangan. Budi Awaludin, Kepala Dishub DKI Jakarta, menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan antara berbagai dinas terkait untuk memastikan kelancaran proyek. “Setelah pihak terkait membuka area tersebut, kami akan langsung melaksanakan pekerjaan pembuatannya,” jelas Budi saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026. Ia menyatakan optimisme tinggi bahwa seluruh proses dapat rampung dalam waktu dekat tanpa hambatan berarti.
Data Kajian yang Mendukung Keputusan
Kebutuhan mendesak terhadap pelican crossing ini didasarkan pada hasil kajian komprehensif yang dilakukan oleh Dishub DKI. Lokasi bekas JPO Tendean mencatatkan aktivitas penyeberangan pejalan kaki yang cukup tinggi sepanjang hari. Data menunjukkan volume lalu lintas mencapai 2.579 kendaraan setiap jam, sementara jumlah pejalan kaki yang menyeberang mencapai 874 orang per jam. Selain itu, jarak menuju fasilitas penyeberangan terdekat juga dinilai terlalu jauh bagi masyarakat sekitar, sehingga pelican crossing menjadi pilihan yang tepat.
Jadi ini sebenarnya memang jembatan penyeberangan ini sangat-sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan adanya pelican crossing, kami berharap dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di area ini.
Perencanaan Pembongkaran dan Efektivitas Fasilitas
Budi menambahkan bahwa pelican crossing bersifat sementara dan akan dibongkar setelah pembangunan JPO Tendean yang baru selesai. Keberadaan dua fasilitas penyeberangan secara bersamaan dinilai kurang efektif karena JPO dirancang untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas tanpa gangguan. Pembongkaran akan dilakukan secara bertahap untuk memastikan tidak ada gangguan signifikan terhadap masyarakat selama masa transisi.
Pembangunan pelican crossing di kawasan Tendean ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi akibat pejalan kaki yang menyeberang di sembarang tempat. Dengan adanya fasilitas yang terstruktur, diharapkan arus lalu lintas di Jalan Kapten Tendean dapat berjalan lebih lancar dan aman bagi semua pengguna jalan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
